Categories: Metro 24 Jam

Eksekusi Rumah Sengketa di Siantar Ricuh, Jurusita PN dan Penggugat Dihujat Ahli Waris

Eksekusi yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Siantar terhadap satu unit rumah berikut lahan seluas 12 rante di Jalan Bah Birong Ujung, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara Jumat (28/8/2020) sekira jam 10.30 Wib, berujung kericuhan.

Pada pelaksanaan eksekusi, jurusita didampingi personel Polres Pematang Siantar sebagai pengamanan, terlibat aksi saling dorong dengan kesembilan ahli waris, anak dari tergugat Ikut Raja Purba.

Para ahli waris juga melontarkan kata-kata kasar kepada jurusita dan polisi, lantaran tidak terima tanah dan bangunan rumahnya dieksekusi.

Mereka juga memasang pagar betis di depan rumah untuk menghalang-halangi petugas yang akan mengosongkan barang-barang serta merubuhkan bangunan rumah tersebut.

Tak sampai di situ, kesembilan ahli waris dari Tergugat Ikut Raja Purba, juga menghujat Penggugat Sarmahalim Purba serta menudingnya sebagai penipu.

“Mana tolok ukur (batas-batas) tanah dan bangunan rumah yang mau kalian eksekusi. Coba tunjukkan dulu surat tolok ukurnya. Memang dasar penipu kau Sarmahalim! Sudah kami beli tanah dari kau sendiri dan bahkan sudah sertifikat tapi malah kau gugat,” ucap anak-anak dari Ikut Raja Purba.

Situasi semakin memanas ketika para ahli waris Ikut Raja Purba mulai terpancing emosi. Mereka bahkan sempat hendak menyerang petugas dari PN Siantar yang hendak melakukan upaya paksa mengeksekusi tanah dan bangunan rumah.

Personel Polres Siantar, langsung mengambil tindakan tegas. Satu persatu dari kesembilan ahli waris Ikut Raja Purba diamankan lantaran bersikukuh menghalang-halangi proses jalannya eksekusi.

“Kami (polisi) di sini hanya melakukan tugas pengamanan. Tolong bapak-bapak tidak menghalang-halangi. Silahkan bapak-bapak menempuh jalur hukum lain apabila tidak terima putusan dari eksekusi,” kata Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Biston Situmorang yang memimpin pengamanan.

Di tengah situasi yang semakin panas, petugas dari PN Siantar tidak bisa masuk untuk mengosongkan barang-baragn dari dalam rumah yang dieksekusi karena pintu depan sudah lebih dulu dikunci para ahli waris.

Alhasil, petugas dari PN Pematangsiantar mulai mendobrak pintu depan rumah yang akan dieksekusi sampai rusak dan terbuka lebar.

Selanjutnya pihak dari PN Siantar bersama para pekerja yang telah disewa, langsung mengeluarkan seluruh perabotan lalu membongkar dan menghancurkan bangunan rumah.

Selama petugas dari PN Siantar mengeluarkan perabotan hingga merubuhkan rumah tersebut, kesembilan ahli waris dari Ikut Raja Purba terus saja memaki-maki Sarmahalim Purba dan juru sita PN Siantar, Beslon Manurung.

“Kau Beslon! Sudah berapa banyak uang yang telah kau makan? Proses sidang pun masih berjalan dan belum ada putusan, tapi kenapa ada eksekusi? Di mana lagi keadilan ini. Terkutuk kau Sarmahalim!” sergah Desman Purba, pemilik salah satu rumah yang dieksekusi.

“Biar kalian tahu, Sarmahalim ini sudah kami adukan ke Polres Pematang Siantar dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan dan harusnya ini menjadi pertimbangan tidak dilakukan eksekusi,” ketusnya.

Rumah di Jalan Gotong-Royong Juga Dieksekusi

Setelah bangunan di Jalan Bah Birong Ujung dirobohkan, petugas PN Pematang Siantar kemudian berpindah untuk membongkar bangunan rumah seluas 5×15 meter di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sukadame, Siantar Utara, yang juga ikut menjadi objek perkara antara Sarmahalim Purba melawan Ikut Raja Purba.

Rumah di Jalan Gotong-royong yang juga dieksekusi. (Zega/metro24jam.com)

Kesembilan ahli waris, anak dari Ikut Raja Purba yang sudah lama meninggal dunia, tak hentinya memaki-maki Sarmahalim Purba, yang masih memiliki hubungan darah dengan mereka.

“Sarmahalim, dari kecil kau diasuh sama bapak kami dan sampai dewasa bapak kami yang menikahkan. Tapi ini kau buat sama kami Sarmahalim! Memang manusia terkutuk dan gila harta kau Sarmahalim. Mudah-mudahan kau terima bahayanya, mati kau di rumah ini sama anak-anak mu!” Teriak ahli waris Ikut Raja Purba.

Sementara itu, Jurusita Beslan Manurung menerangkan, eksekusi tanah dan bangunan rumah, berdasarkan surat permohonan tertanggal 19 November 2018 dari kuasa Pemohon Netty M Simbolon bertindak untuk dan atas nama Sarmahalim Purba.

Eksekusi tanah dan bangunan rumah dilaksanakan sesuai Surat Putusan PN Pematang Siantar tanggal 7 November 2001 Nomor: 21/Pdt.G/2001/PN Pms, Jo Putusan PTN Medan tanggal 23 Mei 2002 Nomor: 97/PDT/2002/PT-MDN, Jo Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 31 Mei 2007 Nomor: 677 K/PDT/2003, Jo Putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI tanggal 24 Februari 2016 Nomor: 513/PK/PDT/2015 yang telah berkekuatan tetap.

“Menolak eksepsi dari tergugat seluruhnya dan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebahagian. Menyatakan bahwa Surat Hatorangan pembagian (surat wasiat) sama dengan ‘Surat Tano’ yang diperbuat dan ditandatangani oleh almarhum orangtua penggugat/tergugat yakni Guntur Purba pada tahun 1962 adalah sah dan berharga,” sebut Beslan Manurung membacakan putusan MA.

“Isi putusan juga menghukum tergugat untuk mengosongkan rumah/tanah di Jalan Gotong Royong berukuran 5×15 meter dan sebidang tanah di Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara seluas 12 rante,” tandasnya. (zeg)

BACA JUGA:
9 Ahli Waris Ikut Raja Purba Sempat Minta PN Siantar Tunda Eksekusi, Ini Dasarnya

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

8 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

11 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

12 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

12 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

13 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

14 jam ago