Categories: Metro 24 Jam

Wabup HM Ali Yusuf Siregar Sampaikan Rancangan P-APBD Deliserdang TA 2020

Wakil Bupati HM Ali Yusuf Siregar menyampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah (P-APBD) pada sidang paripurna DPRD Deliserdang, Rabu (26/8/2020) siang.

Paripurna dengan agenda Pengantar Nota Keuangan Tentang Rancangan Perubahan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 digelar di ruang paripurna DPRD Deliserdang, dipimpin Wakil Ketua DPRD Amit Damanik dan Nusantara Tarigan Silangit.

Beberapa poin terkait perubahan rancangan anggaran disampaikan Wabup, di antaranya mengenai sisi pendapatan daerah yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp3.620.159.870.638, mengalami penurunan sebesar Rp331.323.399.787 atau turun sebesar 8,38 persen dari target semula Rp3.951.483.270.425.

Dengan perincian, PAD pada perubahan APBD 2020 direncanakan sebesar Rp1.100.498.262.974 mengalami penurunan sebesar Rp79.451.698.177 atau sebesar 6,73 persen dibanding APBD 2020 sebesar Rp1.179.949.961.151.

“Sedangkan untuk dana perimbangan yang direncanakan sebesar Rp2.070.692.283.000 mengalami penurunan sebesar Rp225.393.851.000 atau turun sebesar 10,88 persen menjadi Rp1.845.298.432.000 dan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah pada P-APBD tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp674.363.175.664 berkurang Rp26.477.850.610 atau 3,78 persen dari target semula Rp700.841.026.274,” jelasnya.

Pada P-APBD ini, porsi Belanja Tidak Langsung dialokasikan sebesar Rp2.042.114.855.716, berkurang Rp21.414.565.434 atau 1,04 persen dari target semula Rp2.063.529.421.150.

Sedangkan pada Komponen Belanja Langsung, direncanakan sebesar Rp1.657.073.005.633,12 mengalami pengurangan Rp257.880.843.641,88 atau 13,47 persen dari target semula Rp1.914.953.849.275.

“Maka total alokasi belanja daerah pada perubahan apbd tahun 2020 menjadi Rp3.699.187.861.349,12, dengan demikian terjadi defisit sebesar Rp79.027.990.711,12,” jelasnya.

Proporsi alokasi Belanja Tidak Langsung lebih besar dibandingkan Belanja Langsung dengan alokasi 5,20 persen berbanding 44,80 persen.

Hal ini disebabkan terjadinya refocussing dan realokasi kegiatan dari awalnya belanja langsung menjadi belanja tidak langsung pada komponen belanja tidak terduga yang dimaksudkan untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Deliserdang.

“Dengan demikian alokasi Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung yang di dalamnya terdapat kenaikan belanja tidak terduga dapat dirasakan dapat mempertahankan dan memulihkan pendapatan manfaatnya sekaligus masyarakat melalui alokasi pembangunan yang akan kita laksanakan,” tandasnya. (Fan)

Recent Posts

Hujan Deras, Sungai Batu Gaga Meluap, Puluhan Rumah di Parapat Terendam Banjir

Puluhan rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batu Gaga Bangun Dolok, Parapat. Satu di antaranya…

23 detik ago

Mengaku Sering Dapat ‘Bisikan Gaib’, Petani di Desa Ujung Labuhan Gantung Diri di Pohon Coklat

Sempat mengaku sering mendapat 'bisikan gaib', seorang petani di Dusun 1, Desa Ujung Labuhan, Kecamatan…

10 jam ago

Arus Mudik di Jalinsum Aek Natolu Lengang, 21 Pemudik Diputarbalik

Dua hari jelang Idul Fitri 1442 H , arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya…

1 hari ago

Data PPKM Mikro: Deliserdang Masuk Zona Kuning Covid-19

Berdasarkan data PPKM Mikro di Kabupaten Deliserdang periode 3 Mei s/d 9 Mei 2021, di…

1 hari ago

Warga Tembaan Temukan Mayat Pria Mengambang di Sungai Bah Boluk

Sesosok mayat pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan mengambang di aliran sungai Bah Boluk, Nagori…

1 hari ago

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

3 hari ago