Categories: Metro 24 Jam

Tak Pernah Ditindak, Gudang CPO Diduga Ilegal di Kampung 6 Kerasaan Rejo Bebas Beroperasi

Truk-truk tangki pengangkut minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), terlihat hilir mudik memasuki areal gudang di Jalan Asahan, Nagori Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/8/2020) siang.

Pantauan Metro24jam.com, di depan bangunan bekas gudang CPO tersebut terlihat pos pemantau dengan cat didominasi warna putih serta dijaga ketat para pria. Menurut warga sekitar, pria yang berjaga tersebut adalah preman dari salah wilayah di kecamatan itu.

Gudang yang letaknya di pinggir jalan lintas Pematang Siantar – Kabupaten Batubara itu sangat terlihat jelas oleh siapa pun yang melintas di sana. Apalagi, lokasinya hanya hitungan beberapa ratus meter saja dari Mapolsek Perdagangan Polres Simalungun.

Gudang tersebut saat ini disebut-sebut menjadi tempat penampungan CPO ilegal. Selama dua bulan terakhir, menurut warga sekitar, gudang tersebut bebas beroperasi tanpa pernah mendapat tindakan dari aparat penegak hukum.

Pantauan di lokasi, Rabu (26/8/2020) satu unit truk tangki pengangkut CPO baru saja keluar dari areal gudang. Masih menurut warga, kebiasaan truk-truk tersebut masuk ke lokasi gudang guna menurunkan sebagian muatan minyak sawit.

“Nanti, setelah sebagian minyak sawit dari truk dikeluarkan, kemudian diisi lagi dengan cairan seperti limbah yang dihasilkan dari sisa proses pembuatan minyak kelapa sawit (biasa disebut Palm Oil Mills Effluent (POME)-red),” kata sumber kepada Metro24jam.com

Dengan cara itu, muatan truk tangki akan terlihat tidak berkurang. Namun, bisa dipastikan, kualitas minyak sawit yang dibawa truk-truk tersebut akan mengalami penurunan setelah ‘disuntik’ POME.

“Cairan itu sudah limbah sebenarnya, ‘disuntikkan’ menggantikan CPO. Setelah bercampur, CPO dari pabrik kelapa sawit (PKS) itu akan berkadar asam tinggi dan dipastikan berkualitas rendah. Istilah mereka untuk mengganti muatan ini yang biasa disebut ‘kencing’,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com dari berbagai sumber, POME adalah produk samping dari produksi CPO. Zat ini cukup berbahaya jika dibuang begitu saja ke alam karena kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) yang sangat tinggi di atas 500.000 ppm. POME bisa digunaka untuk produksi biogas dan pupuk organik.

“Di PKS, cairan ini tidak ada yang dibawa keluar, pasti dicuri, karena bagi perkebunan kelapa sawit limbah sawit dijadikan pupuk,” jelas sumber.

“Jadi, jangan heran kalau kualitas dan kemurnian CPO yang sudah masuk ke gudang-gudang ilegal pasti akan lebih rendah dibanding dari pabrik. Sebab, sudah ‘dikolak’ dengan itu (POME) tadi,” urainya sembari tertawa.

Sumber lainnya mengatakan, permainan ‘kolak-mengolak’ CPO tak hanya di gudang yang disebut milik warga keturunan itu saja.

“Ada juga beberapa unit truk CPO yang buang muatannya di daerah Gambus Kabupaten Batubara, baru ditimbun lagi di sini untuk dijual. Ya, kemungkinan ilegal juga,” rincinya.

Proses ‘kencing’ truk-truk pembawa CPO itu disebut berlangsung mulai pagi hingga tengah malam.

“Semua orang disini sudah tau lah, ngak pagi, siang atau malam, truk tangki CPO keluar masuk gudang itu. Pos di depan gudang itu juga ada yang jaga. Merekalah yang mengatur truk-truk tangki itu keluar masuk gudang. Tapi ada juga yang langsung, tapi pasti lempar, dengan istilah uang lintas,” jelas warga tersebut.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah lama, tapi sempat berhenti. Selama itu, sekali pun tak pernah ditindak. Bebas aja truk tangki itu keluar masuk ke gudang itu,” ungkapnya.

Praktek ilegal pengoplosan tersebut, sudah barang tentu merugikan pihak perusahaan pemilik CPO dan negara. Apalagi, jika CPO) tersebut adalah milik perkebunan pemerintah seperti PKS PTPN 4 Bahjambi.

“Berani kali supir-supir itu. Macam tak dianggap lah aparat setempat. Tapi itu pula, macam tak ada yang berani menindak usaha mereka itu,” ujar warga itu.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Perdagangan AKP Josia Simarmata SH, tidak bersedia memberikan penjelasan panjang.

Ia juga meminta Metro24jam.com memastikan kegiatan dugaan CPO ilegal tersebut. “Jadi tolong dipastikan dulu, kegiatan itu apa?” sebutnya.

Tak lama kemudian, perwira balok tiga emas ini, mengirim pesan singkat mengatakan.

“Signal kurang bagus karna saya dalam perjalanan, nyetir,” katanya melalui aplikasi WhastApp, Rabu (26/8/2020) sore. (Age)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago