Categories: Metro 24 Jam

Buah Sawit Tidak Dipanen, PTPN III Kebun Bangun Dinilai Buang-buang Duit

Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Unit Kebun Bangun dinilai kurang tanggap terhadap hasil panen sawit. Sejumlah buah siap panen masih dibiarkan di pohon hingga masak berguguran di lokasi kebun.

Hal itu terlihat di areal Tanaman Menghasilkan (TM) M12A. Sejumlah buah siap panen masih dibiarkan di pohon hingga akhirnya berjatuhan ke tanah.

Selain itu, puluhan hektar lahan sawit terlihat ditumbuhi semak belukar. Pelepah sawit dan berondolan (buah) kelapa sawit berserakan dan tidak dikutip sebagaimana mestinya.

Kondisi PTPN III Kebun Bangun belakangan ini dinilai sudah mengalami krisis akibat kurangnya pengawasan dari manajemen. Akibatnya, PTPN III kemungkinan besar akan mengalami kerugian yang tak sedikit.

“Tahun 2020, kepemimpinan yang baru ini bakal menjadi momen mengawatirkan bagi induk PTPN III, khususnya Kebun Bangun. Serangkaian upaya yang disiapkan demi menyehatkan induk usaha diperkirakan masih jauh dari harapan,” kata M Kulon (58), mantan staf BUMN yang ditemui seputaran areal PTPN III Kebun Bangun, Jum’at (21/8/2020) siang.

Ia mengatakan, untuk mengejar laba, PTPN III seharusnya memperbaiki perawatan tanaman untuk meningkatkan produksi sekaligus melakukan upaya efisiensi lainya.

Beberapa langkah peningkatan produktivitas, antara lain perbaikan sistem panen, hingga pemeliharaan tanaman dan replanting program (penanaman kembali).

“Karena harga [komoditas hasil kebun], seperti harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), tidak bisa dikontrol. Jadi bagaimana caranya untuk mengejar laba, harus meningkatkan produktivitas dengan cara perbaikan sistem panen, perawatan dan areal tanaman terbebas dari limbah apapun,” sebut Kulon prihatin.

Papan aturan sanksi yang dipasang di lokasi kebun. (Suhendra/metro24jam.com)

Pantauan di lokasi, PTPN III telah membuat sanksi denda terkait buah yang terbuang saat panen, maupun yang tidak dipanen sama sekali. Namun, kurangnya pengawasan diduga membuat pekerjaan pemanenan terkesan asal jadi.

Terkait hal ini, Metro24jam.com coba mengonfirmasi Kepala Bagian Tanaman PTPN III, Budi Susilo. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim tidak mendapat balasan.

Sebelumnya diberitakan, kebun karet milik PTPN III Unit Kebun Bangun, Huta Rambung, Nagori Laras 2, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun juga terlihat seolah ditelantarkan.

Dari sejumlah lahan Tanaman Menghasilkan (TM) 2008-2010 di daerah itu, terlihat gulma lompong tumbuh subur. (age)

BACA JUGA:
Gulma Tumbuh Subur, Karet di Kebun PTPN III Unit Bangun Terancam Kurus

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

8 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

11 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

11 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

12 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

12 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

14 jam ago