Categories: Metro 24 Jam

Soal Listrik di Kampung Titi Payung, Bupati Janji Segera Realisasi, PLN Sudah Tindaklanjut

Pemerintah Kabupaten Deliserdang akan mengupayakan semaksimal mungkin agar Kampung Titi Payung, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa segera dialiri listrik.

Hal itu disampaikan Bupati Ashari Tambunan didampingi Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar seusai mengikuti upacara detik-detik proklamasi HUT RI ke-75 melalui video conference di Aula Cendana, Kantor Bupati Deliserdang, Senin (17/8/2020) pagi.

“Nanti Pemkab tentu akan mengupayakan dengan seluruh kemampuan yang ada agar kampung Titi Payung segera teraliri listrik,” kata Ashari.

Ia mengaku prihatin bahwa masih ada kampung di Deliserdang yang belum dialiri listrik.

“Kita semua prihatin, bahwa kondisi ini masih terjadi di Kabupaten Deliserdang. Saya akan mengusahakan dengan sungguh-sungguh, bekerjasama dengan PLN dan perkebunan di sana untuk bagaimana sesegera mungkin mengatasi permasalahan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar mengatakan bahwa persoalan tersebut akan dibahas bersama-sama. Duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini.

“Kita juga akan menindaklanjuti, duduk bersama dengan yang pihak terkait, mudah mudahan kampung Titi payung ini segera teraliri listrik” kata Yusuf Siregar.

Terpisah, Pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubukpakam melalui Yasmir Lukman mengakui kalau persoalan ini sebenarnya adalah tanggungjawab PLN.

“Kalau di desa atau dusun belum masuk listrik itu tugas dan wewenangnya UP2K. Mereka lah yang akan membangun jaringannya. Semua masalah jaringan perluasan listrik tanggungjawab PLN tapi ada unit-unit tertentu nah kalau masalah ini mereka lah,” sebut Yasmir saat dihubungi via seluler, Senin (17/8/2020).

Ia menjelaskan, pihak UP3 sendiri sudah menerima permohonan warga Kampung Titi Payung pada 10 Juni 2020. Setelah permohonan, pihaknya pun sudah melakukan survei beberapa hari kemudian.

Dari hasil survei lokasi diketahui ternyata lokasinya jauh dari jaringan yang sudah ada dan butuh perluasan 1,9 kilometer.

“Hasil survei itu kemudian kami buatkan gambarnya, perencanaan pembangunan jaringan barunya. Masyarakat belum bisa dilayani memang. Karena konsepnya jaringannya harus ada dulu baru dilayani permohonan pasang barunya. Sudah selesai digambar dengan catatan di situ jaringan yang akan dibangun nanti akan melintasi perkebunan PT Lonsum,” sebut Yasmir.

Ia menjelaskan, jika PLN tidak boleh sembarangan memotong tanaman kebun milik PT Lonsum. Pihaknya harus mendapat izin dari PT Lonsum jika hendak membangun jaringan listrik di kawasan tersebut.

“Dari pengalaman, banyak ditemukan mereka secara lisan setuju, tapi saat eksekusi berontak, makanya harus dilakukan duduk bareng. PLN, untuk yang pertama cuma butuh surat pernyataan PT Lonsum, mereka bersedia tidak pohonnya ditebang untuk akses jaringan listrik PLN,” katanya.

“Musnah habis pohonnya bukan hanya ditebas daunnya, karena ini tanaman produksi. Kalau tanaman buah, sepetti ubi dan jagung, itu tidak apa apa. Kalau sawit, bakal tinggi. Jaraknya pembangunan jaringan kita itu dikasih 3 meter ke kanan 3 meter ke kiri 3 meter ke atas,” urai Yasmir.

Ia juga menjelaskan, PLN sudah pernah menyampaikan ke masyarakat bagaimana teknis PLN bekerja. Yasmir pun berharap, agar masyarakat juga bisa sabar menunggu. Di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini PLN juga harus mengikuti ketentuan yang ada.

“Bulan Juni kita kan sudah kena Covid, anggaran investasi semuanya di blok pemerintah. Kita belum boleh menggunakannya dulu karena ada yang lebih utama yaitu mengutamakan penanganan covid. Makanya semua anggaran investasi APBN itu tidak boleh digunakan dulu sementara,” lanjutnya.

“Pembiayaan semua ditanggung PLN kalau masalah ini. Kalau survei sudah dua kali karena sudah jadi atensi kita pastinya. Pertemuan dengan pihak PT Lonsum pun sudah cuma belum ada bukti tertulis akan diizinkan tapi seolah-olah menggambarkan dibolehkan. Tidak ada tertulis kepada PLN,” jelas Yasmir.

Ia menegaskan, PLN perlu ada pernyataan legal untuk jadi pegangan, sehingga pada saat pekerjaan berlangsung tidak ada ada hambatan lagi.

“Untuk hitungan untuk masuk kabel, butuh sekitar 85 tiang. Ini sudah jadi perhatian PLN karena itu sudah programnya pemerintah, listrik 100 persen tahun 2025. Cumakan program pemerintahan terhalang seperti ini (Covid). Semua program pembangunan jaringan listrik ini terhenti se-Indonesia, gak ada yang lanjut sekarang ini,” tandasnya.

Sebelumnya Warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul Kecamatan Tanjung Morawa yang melakukan aksi unjukrasa ke kantor Bupati Deliserdang. Mereka menuntut agar Kampungnya segera di alirin listrik karena sudah puluhan tahun tidak ada penerangan listrik. (fan)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago