Categories: Metro 24 Jam

Di Depan Ibunya, Remaja Ini Dikeroyok Puluhan Orang di Pemandian Mariah Bandar (Katanya Diprovokatori Pangulu)

Seorang remaja berinisial DT (17) harus mendapat perawatan di RSU Perdagangan, akibat dikeroyok massa di Pemandian Mata Air, Nagori Mariah Bandar, Minggu (9/8/2020). Peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polsek Perdagangan dan hingga saat ini disebut masih dalam proses penyelidikan polisi.

Ditemui Metro24jam.com, di Pematang Siantar, Selasa (11/8/2020), DT didampingi ibunya Lince Pasaribu mengatakan, aksi pengeroyokan tersebut diprovokatori oleh oknum Pangulu Mariah Bandar, M Simanjuntak.

Peristiwa itu sendiri, menurut DT, merupakan rentetan dari kejadian awal, lebih kurang sebulan sebelumnya. Saat itu, ia pergi ke Pemandian Mariah Bandar lalu terlibat pertengkaran dengan seorang laki-laki bermarga Panjaitan di lokasi tersebut.

“Jadi sekira sebulan lalu, aku berenang ke sana (Pemandian Mariah Bandar). Kawan si Panjaitan ini salto, terus kena kepala ku bang. Bertengkarlah kami di situ,” kata DT.

Saat itu, DT mengaku sempat dikeroyok, namun pertikaian itu berakhir setelah sejumlah warga memisah keduanya. Ia pun kembali ke rumah tanpa mengalami luka.

Selanjutnya pada Minggu (9/9/2020) kemarin, DT bersama ibu dan abangnya kembali mendatangi pemandian tersebut. Tak lama di sana, dia pun kembali bertemu dengan pemuda bermarga Panjaitan lawannya bertikai sebulan lalu.

“Diteror aku bang, dibollanginya (dipelototi) aku terus. Pas naik aku ke atas, ku bilang lah, ‘Apa bang? Kenapa bang? Belum puas abang keroyok aku dulu’, tutur DT sembari mengulang ucapannya kepada pria tersebut.

Tanpa menyahut, pria bermarga Panjaitan itu kemudian pergi. Tapi ternyata persoalan tidak selesai begitu saja, Panjaitan dan teman-temannya menunggu DT di parkiran.

Melihat itu, ia pun memanggil abang dan ibunya agar datang ke parkiran. Namun, lantaran saling ngotot dan tak ada mau mengalah, kedua pihak kembali bertikai.

“Jadi pas keributan itu aku sama mamak (ibu-red) dan abang ku. Ada juga pangulu di situ bang. Pangulu itulah yang menyuruh aku dikeroyok. Dibilang pangulu itu, ‘Ya udah lah, kok gak ada lagi kalian hargai aku di sini, serang aja dia (DT)” sebut DT sembari mengulang ucapan pangulu.

Mendengar ucapan sang pangulu, puluhan massa kemudian langsung memukuli Korban DT hingga tak sadarkan diri. Ibu dan abangnya hanya bisa menyaksikan DT dikeroyok massa.

“Lebih dari 30 orang mukuli aku bang, pangulu itu lah provokatornya,” ungkapnya.

Setelah DT tak berdaya lagi, massa pengeroyok kemudian meninggalkan dirinya dan bubar diri begitu saja. Ibu dan abangnya kemudian membawa DT RSU Perdagangan.

Akibat peristiwa itu, DT juga mengaku kehilangan barang berharga berupa kalung emas, HP dan uang Rp300.000.

Keterangan DT diamini ibunya Lince Pasaribu. Saat kejadian itu dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong putranya.

“Gak terima aku, di depan mata ku lah anak ku di pukuli. Sudah ku peluk dia, tapi tetap di pukuli orang itu, sampai aku pun kena pukul juga,” sebut Boru Pasaribu.

“Pangulu itu lah yang menyuruh anak ku di pukuli. Kami ada saksi kalau pangulu itu menyuru anak ku diserang,” tambahnya.

Wanita itu pun berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku yang mengkroyok putranya. “Kami sudah buat LP minggu itu di Polsek Perdagangan. Karena anak saya ini masih di bawah umur, jadi harus didampingi. Semoga polisi cepat mengungkap para-para pelaku yang menganiaya anak ku,” harapnya.

Terpisah, Pangulu Mariah Bandar, M Simanjuntak, yang berhasil dikonfirmasi membantah semua tuduhan DT, yang mengatakan dirinya menyuruh massa untuk memukuli remaja tersebut.

“Jadi gininya itu. Masalah kan sudah hampir sebulan, sudah didamaikan yang menjaga pemandian itu. Jadi, satu bulan lagi datang orang itu, jadi jumpa lah sama si Panjaitan yang lawannya ini berantam,” katanya.

“Karena banyak kawannya si DT ini, dipukul lagi si Panjaitan ini. Jadi si Panjaitan ini keluar dari pemandian itu, datanglah ke rumah (pangulu),” katanya.

Saat itu Pangulu Maraloh Simanjuntak mengatakan bahwa ia hendak mendamaikan persoalan tersebut.

“Kita panggil lah si DT ini, tapi tak mau datang, di situnya mamaknya,” katanya.

Saat itu, menurut Pangulu M Simanjuntak, sejumlah pemuda setempa emosi karena salah satu teman mereka dipukuli DT. Meski begitu, Pangulu M Simanjuntak mengaku masih berupaya melakukan perdamaian.

“Lagi pula, permasalahan [sebelumnya] sudah didamaikan. Ada saksinya semua lengkap dari kita,” katanya.

“Ku ajak lagi ke rumah, gak mau. Begitu keluar si DT ini, diajaknya main (berantam-red) si Panjaitan ini. Begitu diajaknya, mainlah,” jelasnya.

Saat itu, akhirnya DT dan Panjaitan pun terlibat baku hantam. Melihat itu, Pangulu M Simanjutak mengaku kesal karena kedua belah pihak tak mau didamaikan.

“Jadi ku bilang sama mamaknya, ‘Ya terserah lah kalau gak bisa saya damaikan, gak kalian hargainya aku pangulu’,” sebut Pangulu Simanjuntak mengulang ucapannya pada saat itu.

“Bukan saya menyuruh atau memaksa, nggak. Saya sebagai pangulu di situ pasti bertanggungjawab sama warga saya. Yang menyelamatkan si DT pun pada kejadian [sebulan lalu] itu saya,” imbuhnya.

Saat ditanya jumlah pelaku pengeroyokan berjumlah puluhan orang, Pangulu Simanjuntak tidak menyangkalnya.

“Begitu berantamnya orang itu sama si Panjaitan itu, datanglah kawan-kawannya (Panjaitan). Itupun saya sampai teriak-teriak, ‘Bubar…! Bubar…!” jelas M Simanjuntak.

“Kita pun kan berupayanya supaya nggak ribut antar pemuda. Malamnya itu pun kita ajak [keluarga DT] ke rumah, tapi gak mau,” katanya.

“Datang lah lae ke kantor biar lebih jelas, biar enak kita ceritanya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Perdagangan AKP Josia Simarmata SH saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima pengaduan korban. “Masih kita proses laporannya, nanti saya cek lagi ya,” jawabnya singkat. (zeg)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago