Categories: Metro 24 Jam

Kolam Tercemar Limbah Disebut dari PT Wika dan PT PP, Peternak Ikan di Biru-biru Merugi, Komisi II DPRD Deliserdang Turun Tangan

Sejumlah peternak ikan di Dusun III Kampung Tengah, Desa Biru-biru, Kecamatan Biru-biru mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, puluhan ribu ternak ikan mereka mati akibat tercemar limbah.

Ikan-ikan tersebut diduga mati akibat dampak dari limbah yang dibuang PT PP dan PT Wika dalam pengerjaan proyek terowongan bendungan Lau Simeme telah mencemari sungai yang merupakan sumber utama air ke kolam milik warga di kawasan itu.

Keluhan peternak ikan itu mendapat perhatian dari anggota Komisi II DPRD Deliserdang dengan melakukan peninjauan ke kolam warga, Selasa (4/8/2020).

Usai melihat langsung kondisi kolam ikan, anggota DPRD Antonius Ginting (Fraksi Partai Nasdem) dan Jhon Hendri Keliat (Fraksi Partai Golkar) memdiasi para peternak ikan dengan kedua perusahaan di kantor PT WIKA di Desa Rumah Gerat, Kecamatan Biru-biru.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Deliserdang Antonius Ginting kepada wartawan ketika dikonfirmasi langsung dilokasi menuturkan setidaknya 3 ton ikan mati akibat air kolam yang bercampur dengan limbah dari pengerjaan bendungan terowongan PT PP Dan Wika.

“Ya benar, kita perkirakan ada 3 ton ikan milik peternak yang mati akibat limbah dari pengerjaan bendungan terowongan PT PP dan PT WIKA mencemari air sungai yang selama ini menjadi sumber utama para peternak ikan dalam pengairan kolam. Sekarang ini, kita carikan solusi bersama agar PT PP dan PT WIKA untuk memberikan ganti rugi kepada para peternak ikan,” sebut Antonius kepada wartawan.

Keterangan senada juga disampaikan wakil rakyat Jhon Keliat.

“Ya, kita menemukan banyak kerugian bagi masyarakat, terutama tadi saya lihat tambak-tambak ikannya. Kita lihat sendiri langsung airnya itu sudah tidak bersih. Ini berdampak dengan banyaknya pengusaha tambak ikan yang rugi dan ikan juga sangat banyak yang mati–berton-ton tadi kata masyarakat,” sebut Jhon Keliat.

“Jadi ini kita akan mengadakan pertemuan dengan pihak kontraktor, Pemkab Deliserdang, kita harapkan solusi yang terbaik buat masyarakat,” imbuhnya.

Saat ditanya, apakah pencemaran kolam terkait dengan kelalaian pihak PT WIKA, Keliat mengatakan, bahwa pihaknya masih akan mempelajari hal itu lebih dulu.

“Dari aspek hukum dan lingkungan hidupnya kita pelajari lebih dulu,” jelasnya.

Terkait tindakan yang diambil Komisi II DPRD Deliserdang, Keliat menjelaskan, bahwa pihaknya akan tetap berpedoman kepada peraturan yang berlaku.

“Kita akan mengikuti peraturan yang berlaku. Kalau memang dia (PT Wika dan PT PP) ada melanggar peraturan, melanggar izin, akan kita tindak,” tegasnya.

Meski begitu, Jhon Keliat mengatakan, hal itu masih akan tergantung pada hasil mediasi yang dilakukan dengan masyarakat.

“Kita lihat pembicaraan siang ini. Kalau di sini bisa ada solusi, mungkin kita pecahkan di sini. Kalau tidak terpecahkan di sini, mungkin kita akan panggil ke kantor DPRD,” tandasnya.

Beberapa peternak ikan yang berusaha dimediasi pun tampak emosi dan mengeluhkan kerugian yang dialami mereka lantaran ikan-ikan yang mati seharusnya akan dipanen dalam waktu dekat.

“Gini rugi lah kami bang! Kolam kami sewa, bibit ikan mahal, peletnya lagi, pas mau panen mati pula semua kena limbah PT WIKA ini,” ujar salah seorang peternak ikan bermarga Ginting.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PT WIKA, Yesaya Sihombing, ketika dikonfirmasi mengaku belum dapat memastikan penyebab matinya ikan-ikan milik peternak di Dusun III Kampung Tengah, Desa Biru-Biru itu.

“Ya belum bisa kami pastikan. Biarlah nanti dari Dinas Lingkungan Hidup yang memastikan,” kata Yesaya saat ditemui wartawan di halaman kantor PT WIKA.

Tampak hadir dalam rapat mediasi tersebut, anggota Komisi II DPRD Deli Serdang Antonius Ginting, Jhon Hendri Keliat, Asisten II Pemkab Deliserdang Putra Jaya Manalu, Kadis Lingkungan Hidup Ir Hartini S Marpaung, Kabag Perekonomian dan SDA Deliserdang Sri Eka Yani, Camat Biru-Biru M Dhani Mulyawan SSos MIP, Wakapolsek Biru-Biru Iptu H Raja Gukguk dan pihak PT PP dan PT WIKA serta kepala desa yang terdampak. (Sam)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago