Rabu, 12 Agustus 2020 | 22.09 WIB
Amazon Banner
Metro24Jam>News>Pukat Trawl ‘Bergerilya’ di Tengah Pandemi Covid-19, Nelayan Tradisional Sergai Menjerit

Pukat Trawl ‘Bergerilya’ di Tengah Pandemi Covid-19, Nelayan Tradisional Sergai Menjerit

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 21:00 WIB

IMG-97697

Irul, nelayan Desa Sentang sedang mengumpulkan ikan hasil tangkapan, ,Sabtu (1/8/2020). (ist/metro24jam.com)

Loading...

SERGAI, metro24jam.com – Maraknya kapal-kapal pukat trawl mmebuat nelayan tradisional di Kabupaten Serdang Bedagai semakin menderita pada saat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Selain hasil tangkapan yang terus menurun akibat harus berjibaku di tengah cuaca tak bersahabat, para nelayan juga terpaksa menurunkan harga ikan di pasaran.

Hal itu diungkapkan Irul (41), warga Dusun 1, Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, yang sudah 20 tahun bekerja sebagai nelayan tradisional.

Irul mengatakan, penghasilannya selama pandemi Covid-19 jauh menurun dibanding tahun sebelumnya. Penyebab utama diduga akibat turunnya daya beli masyarakat lantaran faktor ekonomi.

“Harga ikan sempat anjlok karena minimnya pembeli. Ini karena kondisi ekonomi masyarakat kesulitan selama pandemi Covid-19,” katanya.

Selain itu, kondisi cuaca juga kurang bersahabat di tengah perubahan musim. Hujan di hujan, angin dan petir membuat nelayan kesulitan mencari ikan di tengah laut.

“Terkadang kalau cuaca tidak bersahabat kami tidak melaut. Kadang sudah sampai ke tengah laut, tapi tak bisa menebar pukat,” ungkap Irul.

Kondisi itu makin diperparah dengan bergerilyanya sejumlah pukat trawl yang menebar jaring di zona nelayan tradisional.

“Salah satu yang paling mengganggu nelayan tradisional lagi, maraknya kapal pukat trawl,” imbuhnya.

Diketahui, pukat trawl selain menjaring seluruh ikan besar dan kecil, juga merusak terumbu karang merupakan tempat ikan berkembang biak.

Ia pun berharap, pemerintah memberikan solusi agar nasib nelayan tradisional lebih diperhatikan nasibnya. (ap)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Siap-siap Kerja, Pas Angkat Jerigen Racun, Pria 61 Mendadak Tak Sadarkan Diri, Lalu Tewas!

Siap-siap Kerja, Pas Angkat Jerigen Racun, Pria 61 Mendadak Tak Sadarkan Diri, Lalu Tewas!

Soman--warga Jalan Veteran Lingkungan III Perum BIP Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun--mendadak pingsan di rumah majikannya, Manaor Simanjuntak di Jalan ...
Minta Rp15 Juta Modus ‘Uang Keamanan’ di Patumbak, 2 Pria Diangkut ke Polrestabes Medan

Minta Rp15 Juta Modus ‘Uang Keamanan’ di Patumbak, 2 Pria Diangkut ke Polrestabes Medan

Dua pria warga Desa Marindal diboyong ke Polrestabes Medan karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang warga, Senin (10/8/2020) sekira pukul ...
Betor Terseret Air ke Parit, Marolop Butarbutar Hanyut di Gorong-gorong Jalan Selam V

Betor Terseret Air ke Parit, Marolop Butarbutar Hanyut di Gorong-gorong Jalan Selam V

Seorang pria dilaporkan hanyut setelah tersedot ke dalam parit di jembatan Jalan Selam V, Kelurahan TSM I, Kecamatan Medan Denai, ...
Kabar Gembira Bagi ASN Aceh Utara, Gaji ke-13 Segera Cair

Kabar Gembira Bagi ASN Aceh Utara, Gaji ke-13 Segera Cair

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan segera mendapat gaji ke-13. Pemkab Aceh Utara akan mulai membayarkan ...
Kades Tanjung Purba di OTT Polisi, Diduga Minta Uang Perpanjang Kontrak Kaur Pemdes

Kades Tanjung Purba di OTT Polisi, Diduga Minta Uang Perpanjang Kontrak Kaur Pemdes

Kepala Desa Tanjung Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang HP terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Reskrim Polresta Deliserdang Selasa ...
Di Depan Ibunya, Remaja Ini Dikeroyok Puluhan Orang di Pemandian Mariah Bandar (Katanya Diprovokatori Pangulu)

Di Depan Ibunya, Remaja Ini Dikeroyok Puluhan Orang di Pemandian Mariah Bandar (Katanya Diprovokatori Pangulu)

Seorang remaja berinisial DT (17) harus mendapat perawatan di RSU Perdagangan, akibat dikeroyok massa di Pemandian Mata Air, Nagori Mariah ...
Loading...
Amazon right
Awie

Loading…