Categories: Metro 24 Jam

Jukir Liar ‘Gentayangan’ di Seputaran Kantor Bersama Samsat dan UPT Dishub Siantar, Ka UPT Saling ‘Buang Badan’

Pungutan liar di seputaran Kantor Bersama Samsat Pematang Siantar dan UPT Dishub Provinsi Sumatera Utara, Jalan Sangnawaluh, Kelurahan Siopat suhu terus menjadi keluhan warga.

Setelah sebelumnya persoalan calo berkedok biro jasa yang mangkal di salah satu ruangan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara UPT Pengawasan dan Pengawasan, warga kini mengeluhkan pungutan parkir yang diduga liar di seputaran kedua kantor tersebut.

Sejumlah oknum melakukan kutipan parkir dengan harga di atas tarif seharusnya di seputaran Kantor Bersama Samsat Pematang Siantar dan UPT Dishub Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Persoalan urusan dokumen kendaraan yang selama ini terkesan berlarut-larut sudah lama menjadi keluhan warga, baik itu dokumen pengujian (KIR), pajak kendaraan maupun pembaharuan STNK, serta lainnya.

“Bingung kita kalau di kantor Samsat ini, parkir diminta Rp5.000,” kata seorang warga berinisial JS kepada Metro24jam.com, Senin (26/7/2020) siang.

Pria itu mengaku dimintai uang parkir saat akan mengurus dokumen KIR tanpa diberikan karcis tanda pembayaran.

“Terpaksa dikasih juga uangnya, malas ribut. Lagi pula bingung mau parkir di mana, takut dirusak orang nanti mobil ini,” katanya.

Keterangan JS tersebut diamini Harahap (34), seorang warga lainya yang juga hendak mengurus dokumen kendaraan ke kantor tersebut.

Warga Kabupaten Batubara itu mengatakan, parkir liar sudah menjadi pemandagan biasa di seputaran Kantor Bersama Samsat Pematang Siantar.

Para oknum yang melakukan pengutipan juga tidak memakai tanda pengenal resmi maupun karcis parkir yang sah dari pemerintah daerah.

“Ini kan komplek perkantoran pemerintah, lokasi pengecekan kendaraan bermotor, kok ada kutipan dan parkir. Kami minta pada pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Perhubungan dan kepolisian agar segera melakukan penertiban,” katanya.

Harahap mengaku sedang berurusan ke Kantor Samsat Bersama Pematang Siantar karena hendak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepedamotornya.

“Kalau tidak ada manfaatnya untuk peningkatan PAD dan tidak masuk dalam syarat resmi perparkiran Pemko Pematang Siantar, maka harus ditindak. Jangan ada pembiaran, Rp5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk kendaraan roda dua kalau dikalikan ratusan kendaraan, sudah berapa banyak kutipan setiap har?” katanya.

Menurutnya, Sat Pol-PP dan Dishub sebagai pengelola perparkiran Pemko Siantar terkesan mengabaikan masalah ini.

“Kita sudah taat bayar pajak, api macam nggak ada yang tanggung jawab soal kutipan liar ini. Sampai di luar kantor, masih dipungli parkir,” kesalnya.

Kepala Kantor Samsat Bersama Pematang Siantar, Fuad Ghazalie Damanik SSTP ketika dihubungi, mengaku tak bisa melakukan penindakan terhadap pungutan parkir liar tersebut.

“Itu bukan wewenang kita, itu sudah di luar batas kewenangan kita. Ada batasnya tembok. Tetapi kendaraan yang parkir di lingkungan kita, itu bisa kita tanggapi, coba ditanyakan kepada Dishub,” katanya dari telepon seluler.

Terpisah, Plt Kepala UPT UPPKB Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Wilayah II Pematangsiantar Muksin ketika mengaku area parkir yang dimaksud sudah dipinjampakai Kantor Pengujian dan Perbengkelan Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Dishub Kota Siantar.

“Itu sudah wewenang Dishub Kota Siantar, sudah dipinjam pakai. Wewenang kita hanya sebatas kantor (UPT UPPKB Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Wilayah II Pematangsiantar). Coba ditanyakan ke sana,” katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyurati Dishub Provinsi Sumut terkait para calo berkedok biro jasa yang mangkal di gedung eks timbangan kendaraan bermotor dan di ruangan Kantor UPT Dishub.

Sementara itu, Kasi Teknis Sarana dan Prasarana Dishub Kota Pematang Siantar, Moslen Sihotang, ketika dikonfimasi melalui Kasi Pengujian dan Perbengkelan Ronald Siregar, mengatakan telah memperketat aturan di kantornya.

“Sejak saya menggantikan Pak Limin, pegawai harus mengikuti aturan yang ada. Tidak boleh lagi ada main-main. CCTV ada 4, langsung online ke ruangan Pak Kadis,” katanya.

“Jadi untuk praktik pungutan liar parkir ini, saya tidak setuju dan sudah mengingatkan kepada pemilik kendaraan suapya jangan mau membayar parkir,” tegasnya.

“Saya juga kesal, salah satu pelaku pencurian televisi d iruang tunggu kantor ini pelakunya tukang parkir itu. Jadi saya tidak setuju, pungutan parkir liar ini. Saya sudah ingatkan,” katanya saat ditemui di Kantor Pengujian dan Perbengkelan Pengujian Kendaran Bermotor.

Saat ditanya apakah sudah sepatutnya pihak Pengujian dan Perbengkelan Pengujian Kendaran Bermotor mengambil inisiatif untuk melarang dan melaporkan kepihak Kepolisan segala bentuk pungutan liar yang terjadi.

“Nanti saya lapor dulu sama pimpinan,” pungkas Roland. (tim)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago