Jumat, 14 Mei 2021 | 13.22 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Pegawai Telkom Tewas di Mobil APV, Diduga Lantaran Pakai Obat Kuat Saat Kencani Teman Wanita Asal Toba

Pegawai Telkom Tewas di Mobil APV, Diduga Lantaran Pakai Obat Kuat Saat Kencani Teman Wanita Asal Toba

Rabu, 22 Juli 2020 - 13:19 WIB

IMG-97279

Kondisi mobil saat ditemukan. Insert: Foto semasa hidup Pereddin Manurung. (Fani Ardana/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

DELISERDANG, metro24jam.com – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian Pereddin Manurung (56), pria yang diketahui beralamat di Jalan Pertahanan, Kampung Senen, Dusun III, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Oknum pegawai Telkom itu diduga tewas gara-gara penggunaan obat kuat saat berkencan dengan teman wanitanya. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi hingga saat ini masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Medan.

Diketahui sebelumnya, Pereddin ditemukan tewas di dalam mobil Suzuki APV BK 1313 ET warna hitam, di Jalan Lintas Medan – Tanjung Morawa KM 11.5, tepatnya di depan Komplek Pergudangan Sky Dex, Gang Benteng, Dusun II, Desa Bangun Sari, Tanjungmorawa, Rabu pagi (8/7/2020) pagi.

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Dimas Adit Sutono, Selasa (21/7/2020) sore mengatakan, kematian pegawai Telkom berusia 56 tahun itu bisa menyeret teman wanita Pereddin, berinisial DS (38) sebagai tersangka.

Pasalnya, sehari sebelum kematian Pereddin, tepatnya Selasa (7/7/2020), ia diketahui menjemput teman wanitanya asal Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba itu, di Loket KBT Medan.

Hingga saat ini, polisi masih mengamankan DS di Mapolsek Tanjungmorawa. “Status masih saksi. Tapi untuk mencegah dia melarikan diri, makanya kita biarkan saja dulu di Polsek (Tanjung Morawa),” sebutnya.

Menurut Dimas, polisi akan memastikan status resmi DS setelah diperoleh hasil otopsi. “Nanti keputusannya setelah ada hasil otopsi, Senin (27/7/2020),” katanya.

Polisi juga masih menyelidiki kaitan DS dengan seorang pria berinisial B, yang turut menjemput dan membawa Perredin Manurung dari salah satu penginapan di Tanjung Morawa.

“Kalau si B ini belum dapat. Untuk status B bisa jadi tersangka atau tidak, tetap nunggu hasil otopsi,” jawabnya.

Berdasarkan pengakuan DS kepada polisi, setelah Pereddin menjemput dirinya di Loket KBT Medan, mereka kemudian pergi ke salah satu penginapan di Tanjung Morawa. Setengah jam kemudian, sekira pukul 14.30 Wib, keduanya tiba di penginapan tersebut dan memesan kamar.

Tiga puluh menit berselang, Pereddin dan DS meminta pindah kamar karena kamar sebelumnya disebut pengap. Setelah pindah kamar, DS makan di kamar tersebut, sedang Pereddin pergi ke kamar mandi. Wanita itu sempat mengajak Pereddin makan, namun ajakan itu ditolak dengan alasan sudah makan dan minum obat.

Setelah keluar dari kamar mandi, Pereddin mengutak-atik handphonenya. Tak berapa lama kemudian, ia pun kejang-kejang dan dari mulutnya mengeluarkan buih. Sesaat kemudian Pereddin terdengar mengorok.

Melihat itu, DS berupaya membantu dengan memberikan pernapasan buatan. Namun, nyawa Pereddin akhirnya tak terselamatkan. DS sempat menangis di dalam kamar. Kemudian, sekitar pukul 16.45 Wib, DS meninggalkan Pereddin di dalam kamar dan pergi ke Lubukpakam.

Di Lapangan Segitiga Lubukpakam, DS bertemu temannya B (50). Kepada B, DS menceritakan kejadian yang dialaminya. Wanita itu kemudian meminta tolong B untuk membawa jenazah Pereddin. Selanjutnya mereka berdua menuju penginapan.

Sekitar jam 21.30 WIB, keduanya tiba di penginapan. B menunggu di depan sedangkan DS masuk ke kamar melihat situasi. Setelah dirasa aman, B masuk dan mengambil mobil milik Pereddin di dalam garasi penginapan.

Selanjutnya, DS dan B memasukan korban ke dalam mobil lalu membawanya keluar menuju Tanjung Morawa.

Setelah berjalan sekitar 200 meter, B menghentikan laju mobil yang dibawanya bersama DS di pinggir jalan. B keluar dari mobil untuk mengambil sepedamotor yang diparkir di samping penginapan.

DS dan B pergi meninggalkan korban di dalam mobil lalu menuju Lubukpakam. Sekitar pukul 23.00 Wib, DS dan B tiba di Lubukpakam. Karena takut, DS memberikan hape milik Pereddin kepada B.

Hari itu juga, polisi berhasil mengamankan DS di kediamannya di Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, sekira pukul 23.00 Wib. (Fan)

BACA JUGA:
Oknum Pegawai Telkom Ditemukan Tewas Dalam Mobil Suzuki APV di Tanjung Morawa

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Regal Springs Indonesia Bantu Korban Banjir di Parapat

Regal Springs Indonesia Bantu Korban Banjir di Parapat

PT Regal Spirings Indonesia membantu korban banjir akibat luapan sungai Batu Gaga Bangun Dolok. Pembersihan bekas material dan lumpur dilakukan ...
324 Narapidana Lapas Klas IIB Lubukpakam Dapat Remisi Idul Fitri

324 Narapidana Lapas Klas IIB Lubukpakam Dapat Remisi Idul Fitri

Sebanyak 324 narapidana di Lapas Klas IIB Lubukpakam mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Upacara pemberian remisi tersebut ...
3 Lokasi di Digrebek Sat Resnarkoba Polres Siantar, 5 Pecandu dan 1 Pengedar Sabu Diciduk

3 Lokasi di Digrebek Sat Resnarkoba Polres Siantar, 5 Pecandu dan 1 Pengedar Sabu Diciduk

Satuan Narkoba Polres Pematang Siantar kembali menggrebek sejumlah lokasi rawan narkoba, Selasa (11/5/2021) sore. Hasilnya, 6 orang diringkus petugas dari ...
Buka di Malam Takbiran, THM ‘ANDA’ Digrebek Kapolres Siantar

Buka di Malam Takbiran, THM ‘ANDA’ Digrebek Kapolres Siantar

Dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Kenaikan Isa Almasih Tahun 2021, ...
Hujan Deras, Sungai Batu Gaga Meluap, Puluhan Rumah di Parapat Terendam Banjir

Hujan Deras, Sungai Batu Gaga Meluap, Puluhan Rumah di Parapat Terendam Banjir

Puluhan rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batu Gaga Bangun Dolok, Parapat. Satu di antaranya mengalami kerusakan parah lantaran diterjang ...
Mengaku Sering Dapat ‘Bisikan Gaib’, Petani di Desa Ujung Labuhan Gantung Diri di Pohon Coklat

Mengaku Sering Dapat ‘Bisikan Gaib’, Petani di Desa Ujung Labuhan Gantung Diri di Pohon Coklat

Sempat mengaku sering mendapat 'bisikan gaib', seorang petani di Dusun 1, Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, mengakhiri hidupnya dengan cara ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200