Rabu, 5 Agustus 2020 | 17.30 WIB
Amazon Banner
Metro24Jam>News>Saksi Pembunuhan Ditahan Selama 5 Hari, Warga Geruduk Mapolsek Percut Sei Tuan

Saksi Pembunuhan Ditahan Selama 5 Hari, Warga Geruduk Mapolsek Percut Sei Tuan

Selasa, 7 Juli 2020 - 07:45 WIB

IMG-96436

Warga saat berunjuk rasa di depan Mapolsek Percut Sei Tuan. Insert: Kondisi Sarfan setelah keluar dari Mapolsek Percut Sei Tuan. iist/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Ratusan warga Jalan Sidomulyo, Desa Bandar Klippa, berunjukrasa ke Mapolsek Percut Sei Tuan, Jalan Letda Sujono, Medan, Senin (6/7/2020) sore. Mereka meminta polisi membebaskan Safran (54), yang sebelumnya diperiksa saksi terkait pembunuhan Dodi Sumanto alias Dika (41).

Para pengunjukrasa yang dominan merupakan keluarga besar Safran mengaku keberatan karena polisi telah menahan Safran selama 5 hari.

Diketahui, Dodi Sumanto alias Dika, warga Jalan Sidomulyo, Gang Seriti, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, sebelumnya disebut dibunuh oleh pria bernama Anjar di Jalan Sidomulyo, Gang Gelatik, Kamis (3/7/2020) kemarin.

Ketika itu, Dodi sedang bekerja sebagai kernet bangunan di rumah orangtua Anjar. Setelah mengamankan Anjar, polisi kemudian memeriksa beberapa saksi hingga sore hari di Mapolsek Percut Sei Tuan, termasuk Sarfan,

BACA JUGA:
Disebut Sering Mengancam dan Mengejek, Buruh Bangunan Dicangkul Hingga Tewas

“Sudah 5 hari ditahan dan tidak diperbolehkan pulang. Kami tidak terima, kenapa ayah saya yang ditahan?” kata Muhammad Sardi (29) didampingi adiknya Muhammad Saran (20), anak kandung dair Safran di tengah kerumunan warga.

Muhammad Sardi dan keluarganya mengatakan, mereka berunjukrasa ke Mapolsek Percut Sei Tuan untuk meminta agar Sarfan segera dibebaskan. Mereka juga menuding polisi telah melakukan penganiayaan terhadap Sarfan.

“Ibu saya yang berhasil menerobos membesuk ayah saya, melihat bekas penganiayaan pada tubuh ayah saya,” imbuhnya.

“Ayah saya diperiksa sejak kejadian awal Dia diperiksa bersama warga yang bernama, Mariadi. Pemeriksaan sebagai saksi, namun sudah 5 hari ayah saya belum juga dipulangkan,” serunya.

“Seharusnya Minggu kemarin sudah pulang, tapi diulur terus sama polisinya. Pas ditanya ayah saya banyak luka dan sedang mengalami sakit, katanya akan diobati,” timpal Muhammad Saran (20).

Mereka terus mendesak agar polisi segera memulangkan Sarfan. “Kalau tidak, kami gak akan pulang dan terus berdemo di sini,” tegasnya.

Pantauan di lokasi, terlihat para pendemo terus meneriaki agar polisi mengeluarkan Safran. Mereka juga membentang beberapa tulisan dan permohonan agar Kapoldasu menindak tegas Kapolsek Percut Sei Tuan dan jajaran Unit Reskrim.

Perwakilan warga, Saiman BJ yang juga Kepala Dusun 13, Desa Bandar Klippa, Tuan kemudian dipersilahkan masuk guna menemui Kapolsek Percut Kompol Otniel Siahaan dan jajarannya.

Hampir satu jam melakukan perbincangan, Kapolsek dan perwakilan massa akhirnya keluar.

Dalam pernyataannya, Kapolsek Otniel Siahaan membantah tudingan bahwa pihaknya telah melakukan penganiayaan terhadap Sarfan.

“Selama ini kita minta keterangan sebagai saksi, sebab kita harus dudukkan kasus ini . Dan kemarin, beberapa orang saksi yang kita periksa pernyataannya belum sinkro alias tidak sama. Kemungkinan hari ini akan kita pulangkan (Safran),” sebutnya.

Mendengar Safran akan segera dibebaskan, para pengunjukrasa merasa puas dan berangsur-angsur membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Berselang beberapa waktu, Sarfan akhirnya terlihat keluar dari Mapolsek Percut Sei Tuan. Terlihat wajah pria itu mengalami sejumlah memar dan pada bagian mata mulai menghitam. (asn)

BACA JUGA:
Korban Pembunuhan di Bandar Klippa Dikenal Baik Bermasyarakat, Pelaku Pernah Direhab Narkoba

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Tangkap DPO Bandar Narkoba di Pantai Labu, Mobil BNNK Deliserdang Dirusak Massa, Tersangka Kabur Lagi!
BREAKING NEWS

Tangkap DPO Bandar Narkoba di Pantai Labu, Mobil BNNK Deliserdang Dirusak Massa, Tersangka Kabur Lagi!

Satu unit mobil personel BNNK Deliserdang, dirusak dan dibalikkan warga di Desa Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Rabu (5/8/2020) pagi. Kepala ...
Kenalan dari FB, Ajak Ketemu, Pria Asal Tanjung Morawa Ini Larikan Motor Milik 6 Wanita

Kenalan dari FB, Ajak Ketemu, Pria Asal Tanjung Morawa Ini Larikan Motor Milik 6 Wanita

Hati Sup, sempat berbunga-bunga ketika pria yang dikenalnya melalui Facebook mengajak bertemu alias copy darat. Tapi siapa nyana, hal itu ...
Pukuli Petugas Penagih Leasing PT ABC, Acong Ditangkap Polisi

Pukuli Petugas Penagih Leasing PT ABC, Acong Ditangkap Polisi

Deni Makmuruddin Harahap alias Acong (32), ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Batang Kuis, Selasa (4/8/2020) sekira pukul 21.30 Wib. Pria ...
Bonceng 4, Tak Awas Saat Belok, Mio Tabrak Truk Tangki, 2 Patah Kaki, 2 Lagi Luka-luka

Bonceng 4, Tak Awas Saat Belok, Mio Tabrak Truk Tangki, 2 Patah Kaki, 2 Lagi Luka-luka

Tiga perempuan dan seorang bocah berusia 7 tahun dilarikan ke Rumah Sakit Tere Margaret, Jalan Ringroad, Rabu (5/8/2020) sekira pukul ...
Kolam Tercemar Limbah Disebut dari PT Wika dan PT PP, Peternak Ikan di Biru-biru Merugi, Komisi II DPRD Deliserdang Turun Tangan

Kolam Tercemar Limbah Disebut dari PT Wika dan PT PP, Peternak Ikan di Biru-biru Merugi, Komisi II DPRD Deliserdang Turun Tangan

Sejumlah peternak ikan di Dusun III Kampung Tengah, Desa Biru-biru, Kecamatan Biru-biru mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, puluhan ...
Buka Sampai Pagi, Lokasi Judi Tembak Ikan di Tanjung Morawa Dikawal Oknum Aparat

Buka Sampai Pagi, Lokasi Judi Tembak Ikan di Tanjung Morawa Dikawal Oknum Aparat

Judi tembak ikan kembali marak di Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang. Salah satunya terlihat di sebuah ruko berlantai tiga di Jalan ...
Loading...
Amazon right
Awie

Loading…