Rabu, 12 Agustus 2020 | 21.57 WIB
Amazon Banner
Metro24Jam>News>Tuntut Rekan Mereka yang Sudah Sebulan Dirawat Dipulangkan, Warga Tanjung Hataran Unjukrasa ke RSUD Perdagangan

Tuntut Rekan Mereka yang Sudah Sebulan Dirawat Dipulangkan, Warga Tanjung Hataran Unjukrasa ke RSUD Perdagangan

Senin, 6 Juli 2020 - 21:38 WIB

IMG-96411

Warga Nagori Tanjung Hataran saat berunjukrasa ke RSUD Perdagangan. (Suhendra/metro24jam.com)

Loading...

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Ratusan warga Nagori (Desa) Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, berunjukrasa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan, Kecamatan Bandar, Senin (6/7/2020).

Dalam aksi yang mendapat pengawalan dari kepolisian serta Sat Pol-PP tersebut, massa mempertanyakan mengenai kondisi sejumlah warga desa mereka yang sudah sebulan dirawat, namun tak kunjung dipulangkan pihak rumah sakit.

Meski diguyur hujan, massa tetap bertahan di depan pagar rumah sakit untuk menyampaikan aspirasi mereka. Warga menuding adanya kejanggalan di RSUD Perdagangan karena penanganan pasien dinilai ala kadarnya, walau sudah beberapa kali dilakukan test swab.

“Kalau tidak ada perubahan harusnya warga tersebut dirujuk ke rumah sakit lain yang berpotensi untuk menambah daya tahan tubuh (imun),” sebut Horas M Sitorus mengaku mewakili dari keluarga pasien dimaksud.

Kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun, pengunjuk rasa mempertanyakan kejelasan nasib 17 orang teman mereka yang sudah sebulan diisolasi di RSUD Perdagangan.

Selama dalam perawatan, warga menerima kabar bahwa teman mereka yang diisolasi tersebut dalam keadaan sehat walafiat.

Para pengunjukrasa merasa kecewa, karena 4 warga Nagori Tanjung Hataran, lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19, Batu 20, Kecamatan Panombean Panei, Simalungun, sudah sembuh dari Covid-19 dan sudah pulang ke rumah setelah menjalani isolasi selama 18 hari.

Dari penuturan dua warga yang baru dipulangkan tersebut, YN dan IN, sedikit terkuak tabir penanganan pasien positif Covid-19 di Simalungun.

“Selama kami diisolasi, tidak ada perawatan khusus yang kami terima. Kesehatan kami di sana stabil, setiap hari kami hanya dikasih dua butir vitamin C, seharusnya bila warga dibawa ke rumah sakit sudah melebihi 14 hari dipulangkan,” jelas keduanya.

Persoalan lain yang muncul dari penanganan tersebut, banyak anak-anak yang terlantar akibat orangtuanya diisolasi di rumah sakit.

Menurut warga, mereka hanya mendapat jatah beras sebanyak 5 kilogram dari pemerintah selama menjalani isolasi di rumah, sedangkan kebutuhan pangan pokok lain tidak diberikan.

Bahkan banyak anak-anak yang tak bisa mendafar sekolah akibat orangtuanya diisolasi.

Menurut warga, ada 13 orang lagi yang masih diisolasi di RSUD Perdagangan dan 22 orang di RS Batu 20 dan semuanya dalam keadaan sehat walafiat.

“Warga yang diisolasi semuanya keadaan sehat bang. Kalau tak percaya, sama-sama kita video call,” katanya sembari menghubungi pasien yang diisolasi.

Dari sambungan video call tersebut, kondisi RO terlihat cukup bugar saat berbicara. “Kami di sini semuanya sehat-sehat dan ingin segera pulang,” katanya.

Sebelumnya, Nagori Tanjung Hataran masuk daerah cluster paparan Covid-19 dengan jumlah pasien terbanyak di Kabupaten Simalungun. Ada sekitar 40 orang telah dinyatakan positif Covid-19 dan puluhan orang lainnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dalam unjuk rasa itu, warga berteriak meminta Pemkab dan GTPP Covid-19 Simalungun agar tidak menjadikan daerah mereka sebagai percontohan yang bersifat negatif terkait virus mematikan itu.

Warga juga mengaku tidak yakin dengan kinerja GTPP Covid-19 Simalungun dalam penetapan pasien positif. Dengan alasan itu warga mendesak Pemkab Simalungun dan GTTP Covid-19 untuk memulangkan setiap orang yang disebut pasien Covid-19.

Pada kesempatan itu, para pengunjukrasa juga meminta agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memberikan perhatian pada rakyat Simalungun yang saat ini merasa terzolimi.

“Kami berharap Pak Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini dan meminta agar memberi tindakan,” sebut warga dalam orasinya.

Menanggapi aspirasi warga, Plt Kadis Kesehatan Simalungun Dr Lidya Saragih mengatakan, status 2 warga tersebut sudah 5 kali dilakukan pemeriksaan Swab, hasilnya terkonfirmasi positif.

“Sehingga sampai saat ini mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya. (age)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Siap-siap Kerja, Pas Angkat Jerigen Racun, Pria 61 Mendadak Tak Sadarkan Diri, Lalu Tewas!

Siap-siap Kerja, Pas Angkat Jerigen Racun, Pria 61 Mendadak Tak Sadarkan Diri, Lalu Tewas!

Soman--warga Jalan Veteran Lingkungan III Perum BIP Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun--mendadak pingsan di rumah majikannya, Manaor Simanjuntak di Jalan ...
Minta Rp15 Juta Modus ‘Uang Keamanan’ di Patumbak, 2 Pria Diangkut ke Polrestabes Medan

Minta Rp15 Juta Modus ‘Uang Keamanan’ di Patumbak, 2 Pria Diangkut ke Polrestabes Medan

Dua pria warga Desa Marindal diboyong ke Polrestabes Medan karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang warga, Senin (10/8/2020) sekira pukul ...
Betor Terseret Air ke Parit, Marolop Butarbutar Hanyut di Gorong-gorong Jalan Selam V

Betor Terseret Air ke Parit, Marolop Butarbutar Hanyut di Gorong-gorong Jalan Selam V

Seorang pria dilaporkan hanyut setelah tersedot ke dalam parit di jembatan Jalan Selam V, Kelurahan TSM I, Kecamatan Medan Denai, ...
Kabar Gembira Bagi ASN Aceh Utara, Gaji ke-13 Segera Cair

Kabar Gembira Bagi ASN Aceh Utara, Gaji ke-13 Segera Cair

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan segera mendapat gaji ke-13. Pemkab Aceh Utara akan mulai membayarkan ...
Kades Tanjung Purba di OTT Polisi, Diduga Minta Uang Perpanjang Kontrak Kaur Pemdes

Kades Tanjung Purba di OTT Polisi, Diduga Minta Uang Perpanjang Kontrak Kaur Pemdes

Kepala Desa Tanjung Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang HP terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Reskrim Polresta Deliserdang Selasa ...
Di Depan Ibunya, Remaja Ini Dikeroyok Puluhan Orang di Pemandian Mariah Bandar (Katanya Diprovokatori Pangulu)

Di Depan Ibunya, Remaja Ini Dikeroyok Puluhan Orang di Pemandian Mariah Bandar (Katanya Diprovokatori Pangulu)

Seorang remaja berinisial DT (17) harus mendapat perawatan di RSU Perdagangan, akibat dikeroyok massa di Pemandian Mata Air, Nagori Mariah ...
Loading...
Amazon right
Awie

Loading…