Minggu, 6 Desember 2020 | 00.54 WIB
MGID BANNER
Metro24Jam>News>Pabrik Crumb Rubber PT SRI Dituding Buang Limbah Kimia Cair Tanpa Olah ke Bah Bolon

Pabrik Crumb Rubber PT SRI Dituding Buang Limbah Kimia Cair Tanpa Olah ke Bah Bolon

Minggu, 28 Juni 2020 - 06:26 WIB

IMG-96086

Bangunan pabrik crumb rubber PT Sentang Raya Indonesia di bantaran Sungai Bah Bolon. Insert: Syahrul Mustafa. (Suhentra/metro24jam.com)

Reklam Flip
Loading...

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Selama puluhan tahun beroperasi di tengah lingkungan padat penduduk, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar, pabrik Crumb Rubber PT Sentang Raya Indonesia, diduga telah membuang limbah ke Sungai Bah Bolon.

Kekhawatiran terhadap perusahaan penghasil karet ekspor tersebut diungkapkan salah seorang warga setempat, saat ditemui di Lingkungan 7 Kelurahan Perdagangan 1, Jumat (26/6/2020) siang.

“Iya pak, selama belasan tahun beroperasi hingga tahun terakhir ini limbah pabrik berupa zat kimia cair, sudah mencemari lingkungan, karena disalurkan ke Sungai Bah Bolon,” katanya.

Zat kimia cair diduga mencemari lingkungan dan ekosistim perairan Daerah Aliran Sungai Bah Bolon, dikarenakan tidak maksimalnya pengelolaan serta instalasi penyaluran limbah.

“Limbah kimia cair dari pabrik itu, diduga langsung dibuang ke sungai,” sebut warga.

Tak hanya itu, polusi udara dan debu juga menjadi produk samping pengasapan karet.

“Karet yang sudah siap diasap kan diturunkan dari tempat pengasapan. Dijatuhkan aja itu ke lantai gudang, naiklah semua debu-debu itu. Belum lagi dari cerobong asap itu, semua menyebar ke lingkungan pemukiman warga sekitar pabrik,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, RD (46). Mengaku mewakili sebagian warga setempat, kepada Metro24jam.com, pria itu mengatakan, sebelumnya mereka sudah menyampaikan permasalahan limbah tersebut ke pihak menejemen PT Sentang Raya Indonesia.

“Dampak langsung dari pencemaran limbah bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah bantaran Sungai Bah Bolon, ya gangguan kesehatan lah. Selain itu, aromanya menyengat,” katanya.

Menurut dia, air sungai yang biasa digunakan warga dapat menimbulkan gatal-gatal pada kulit.

“Kalau polusi debu pastilah mengganggu pernapasan dan mengotori lingkungan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, saat bertemu dengan pihak perusahaan, warga dalam meminta kompensasi berupa jaminan kesehatan.

Warga juga meminta pada pemerintah setempat dan dinas instansi terkait agar bisa menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Jika perlu, untuk memberi efek jera, cabut saja izin PT Sentang Raya Indonesia tersebut,” tegasnya.

Terpisah, Safety Healthy Eprovment (S.H.E), PT Sentang Raya Indonesia Crumb Rubber, Syahrul Mustofa, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pabrik tersebut memang membuang limbah cair ke Sungai Bah Bolon.

Meksi begitu, ia mengatakan, bahwa manajemen pabrik sudah melakukan cek dan richek disaksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ketika menyalurkan limbah cair ke Sungai Bah Bolon.

“Bahkan sejumlah anggota legislatif periode 2019-2024, baru-baru ini meninjau lokasi pabrik. Selain itu, di masa pandemi Covid-19, pihak perusahaan telah memberikan bantuan paket sembako dari tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Jadi apa lagi yang dipersoalkan?” katanya.

Donasi, sebut Syahrul, mulai didistribusikan kepada warga terdampak Covid-19, khususnya mereka yang masuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di sekitar lokasi PT Sentang Raya Indonesia, di lingkungan 7 dan 8.

Kemudian hal yang di sampaikan warga dan mewakili warga lainya yang menuturkan pada awak media bahwa, warga sekitar lokasi pabrik telah menyampaikan tentang permasalahan limbah dan lainya tersebut ke pihak menejemen, hal itu sudah lama dikeluhkan warga.

“Bukan itu saja, masalah banjir pun ketika hujan, dikeluhkan warga kepada perusahaan,” jelasnya.

Meski begitu, Syahrul mengaku tidak mengizinkan Metro24jam.com untuk melihat lokasi pengolahan limbah dimaksud.

“Kalau untuk Itu, harus ada izin dari kantor Medan pak, jadi saya tidak dapat perlihatkan,” kilahnya.

Syahrul Mustofa juga menjelaskan, perusahaan juga sudah menyerahkan CSR, dalam bentuk tunai maupun bantuan alat berat ekskavator.

“Setiap tahunnya kepada pemerintah kabupaten dan pihak Kecamatan di wilayah itu dilakukan secara selektif,” jelasnya.(age)

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Kasat Lantas Polres Simalungun Ajak Wartawan Edukasi Masyarakat Keselamatan Berlalulintas

Kasat Lantas Polres Simalungun Ajak Wartawan Edukasi Masyarakat Keselamatan Berlalulintas

Menempati jabatan baru sebagai Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendrik F Aritonang SIK, mengajak wartawan mensosialisasikan edukasi keselamatan berlalulintas kepada ...
Air Sungai Kuala Namu Meluap, Puluhan Rumah di Lubukpakam Mulai Terendam Banjir

Air Sungai Kuala Namu Meluap, Puluhan Rumah di Lubukpakam Mulai Terendam Banjir

Debit air Sungai Kuala Namu Kecamatan Lubukpakam terus meningkat sejak Jum'at (4/12/2020) malam hingga Sabtu (5/12/2020). Bahkan saat ini, air ...
Banjir di Aceh Utara Meluas ke Sejumlah Kecamatan, Begini Kondisi Teranyar

Banjir di Aceh Utara Meluas ke Sejumlah Kecamatan, Begini Kondisi Teranyar

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara terus meluas hingga Sabtu (05/12/2020) sore. ...
Hanyut Saat Mandi di Aliran Sungai Bejangkar Ujung Padang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Hanyut Saat Mandi di Aliran Sungai Bejangkar Ujung Padang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Seorang bocah perempuan ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Bejangkar, Huta II Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun, Jum'at ...
Krueng Peuto Meluap, Banjir Rendam Sejumlah Desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh

Krueng Peuto Meluap, Banjir Rendam Sejumlah Desa di Kemukiman Lhoksukon Teungoh

Sejumlah desa di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peutoe di Kemukiman Lhoksukon Teungoh (LT), Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara ...
Dua Pemuda Curi Sapi Kepergok Warga di Bandar Huluan, 1 Tertangkap, 1 Lagi Kabur

Dua Pemuda Curi Sapi Kepergok Warga di Bandar Huluan, 1 Tertangkap, 1 Lagi Kabur

Seorang remaja nyaris dimassa warga setelah tertangkap basah mencuri sapi di Simpang Tiga, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun, ...
Reklam Sticky Ads
Reklam Inread
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
ReklamStore Scroll