Selasa, 27 Juli 2021 | 10.02 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Proyek LPJU Tenaga Surya Kerasaan II Dibiayai ADD/DD 2020, Banyak Warga Tidak Tahu

Proyek LPJU Tenaga Surya Kerasaan II Dibiayai ADD/DD 2020, Banyak Warga Tidak Tahu

Rabu, 20 Mei 2020 - 20:17 WIB

IMG-94505

Proyek Lampu Penerangan Jalan Umum menuju kebun Divisi 3 PT Kerasaan Indonesia. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sejumlah warga Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun mengaku tak tahu-menahu soal proyek pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tenaga surya di desa mereka. Beberapa warga yang ditemui Metro24jam.com, Senin (18/5/2020) mengaku baru mengetahui bahwa proyek tersebut dibiayai dari Dana Desa setelah membaca pemberitaan di media.

“Kami baru mengetahui lampu jalan tenaga surya itu dipasang di jalur menuju ke Kantor Perkebunan Kelapa Sawit Divisi 3 PT Kerasaan Indonesia (Sipef Grup), ternyata berasal dari Anggara Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) 2020 Kerasaan II, bukan bersumber dari anggaran perusahaan,” kata warga yang minta namanya tidak dicantumkan.

“Makanya, kami mau foto dan catat ini sebagai aset Nagori Kerasaan II. Belum ada penberitahuan dari desa ke kami. Apalagi pemasangan lampu jalan itu dikerjakan malam hari,” paparnya.

Warga tersebut juga protes karena pemasangan lampu jalan itu dinilai hanya memfasilitasi perusahaan perkebunan untuk pengamanan pencurian sawit.

“Proyek LPJU tenaga surya ini tidak terlalu bermanfaat dan tidak efektif dalam mengurangi tingkat kemiskinan,” katanya.

Selain tidak tepat sasaran, 17 titik pembangunan LPJU tenaga surya dengan anggaran Rp 20.000.000 per unit itu dinilai tidak jauh beda dengan proyek pengadaan hewan ternak desa pada tahun sebelumnya.

“Selain itu, kabar yang kami terima, pelaksana proyek ini titipan dari seorang oknum di BPMN dan dalam  pelaksaaan oleh sekelompok oknum yang berlindung di salah satu lembaga swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari anggaran Rp17.000.000 untuk pengadaan proyek pemasangan LPJU tenaga surya tersebut, ada selisih harga Rp 3.000.000 yang disebut sebagai fee untuk oknum penentu proyek.

Warga Kerasaan II pun meminta agar proyek pemasangan LPJU tenaga surya segera dihentikan dan dibatalkan.

“Pada prinsipnya proyek pemasangan LPJU tenaga surya itu tidak bermanfaat, bukan bagian dari kegiatan yang dimusyawarahkan di Nagori Kerasaan II,” tandasnya.

Mereka pun meminta Kemendes, aparat penegak hukum dan Kejari Simalungun mendalami dugaan penyimpangan ADD dan DD yang terjadi di Kerasaan II selama ini.

“Kita minta penyelidikan secepatnya bisa ditingkatkan menjadi penyidikan,” katanya Senin (18/5/2020) siang.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Nagori (BPMN), ketika dikonfirmasi Kabid Robert Silalahi, hingga saat ini belum memberikan penjelasan.

Sedangkan Pangulu Nagori Kerasaan II Rudi Hartono tak kunjung bisa ditemui. Beberapa kali coba ditemui di kantornya, Rudi tidak berada di tempat.

Dua nomor telepon selulernya yang selama ini digunakan Rudi coba dihubungi, juga tidak direspon, walaupun terdengar aktif.

Terpisah, Humas PT Kerasaan Indonesia (Grup Sipef), Suhadi, membenarkan bahwa Pangulu Kerasaan II Rudi Hartono adalah karyawan perusahaan mereka.

“Rudi Hartono benar karyawan PT Kerasaan Indonesia. Kalau masalah LPJU tenaga surya, kita belum tau, nanti kita konfirmasi dulu ke kebun kerasaan,” katanya.

“Yang pasti, tidak ada perintah dari perusahaan. Nanti kita minta info dulu ke kebun (PT Kerasaan Indonesia),” sebut Suhadi. (Age)

BACA JUGA:
Proyek LPJU Tenaga Surya di Kerasaan II Terindikasi Menyimpang, Warga Minta ADD/DD 2020 Diaudit

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
2 Pria Ini Curi Komputer dari Kantor Dinas ESDM Siantar, Pas Ditangkap, Tusuk Polisi!

2 Pria Ini Curi Komputer dari Kantor Dinas ESDM Siantar, Pas Ditangkap, Tusuk Polisi!

Dua pria pelaku pembongkaran Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah 3 di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan ...
Fakta Baru Kasus Jual Beli Jabatan di Pemko Tanjungbalai, Uang Rp1,5M Untuk Penghentian Penyidikan Ternyata Ide Oknum Pengacara

Fakta Baru Kasus Jual Beli Jabatan di Pemko Tanjungbalai, Uang Rp1,5M Untuk Penghentian Penyidikan Ternyata Ide Oknum Pengacara

Kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan Walikota Non Aktif Muhammad Syahrial kini mengungkap fakta ...
Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung, Mantan Kades dan Bendahara Desa Salabuan Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung, Mantan Kades dan Bendahara Desa Salabuan Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Kepala Desa Salabulan, Lebih Tarigan dan Bendahara Desa, Fransiskus Valentino dijatuhi vonis masing-masing 4 tahun penjara serta denda Rp200 ...
Peringati HAN 2021, Kemenkum HAM Sumut Berikan Remisi 23 Andikpas

Peringati HAN 2021, Kemenkum HAM Sumut Berikan Remisi 23 Andikpas

Sedikitnya, 23 Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tanjung Gusta Medan mendapat remisi dari ...
Dibuang Ayahnya ke Teras Rumah Warga, Bayi Hasil Hubungan Gelap Ini Dijemput Neneknya

Dibuang Ayahnya ke Teras Rumah Warga, Bayi Hasil Hubungan Gelap Ini Dijemput Neneknya

Warga Dusun II, Desa Pagar Merbau I, Kecamatan Pagar Merbau, Deliserdang, dibikin heboh dengan temuan sesosok bayi berjenis kelami perempuan, ...
Anggi Maisarah Mengajak Pemuda Terlibat Di Sahabat Pantau KTR

Anggi Maisarah Mengajak Pemuda Terlibat Di Sahabat Pantau KTR

Berbicara tentang bahaya rokok, mungkin sebahagian orang menganggap bukanlah isu yang populer. Terlebih, jumlah perokok di Indonesia begitu tingginya, termasuk ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200