Jumat, 24 September 2021 | 07.52 WIB
Regal Springs
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Proyek LPJU Tenaga Surya di Kerasaan II Terindikasi Menyimpang, Warga Minta ADD/DD 2020 Diaudit

Proyek LPJU Tenaga Surya di Kerasaan II Terindikasi Menyimpang, Warga Minta ADD/DD 2020 Diaudit

Sabtu, 16 Mei 2020 - 13:51 WIB

IMG-94287

Proyek pembangunan LPJU tenaga surya di Kerasaan II. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Warga Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, menduga telah terjadi penyimpangan proyek Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di desa mereka.

Kepada Metro24jam.com, Jum’at  (15/5/2020) siang, seorang warga setempat mengatakan, salah satu proyek yang dicoba ‘digelapkan’ adalah harga satuan proyek pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya di desanya, di areal perkebunan kelapa sawit Divisi III PT Kerasaan Indonesia (Sipef Grup).

“Ini diduga terjadi penyimpangan harga satuan dan merugikan keuangan negara, dan bukan bagian dari kegiatan yang dimusyawarahkan di Nagori Kerasaan II. Tiba-tiba saja anggaran itu sudah ada, masuk dalam APBDes Kerasaan II,” kata pria bermarga Butarbutar tersebut saat ditemui di seputaran lokasi pembangunan proyek pemasangan LPJU tenaga surya, Jum’at (15/5/2020) sore.

Selain dinilai tidak tepat sasaran, 17 titik pembangunan LPJU tenaga surya dengan anggaran Rp 20.000.000 per unit itu, juga diduga merupakan penyimpangan dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

“Dana Desa sangat bisa dipakai, tapi harus musyawarah dengan masyarakat. Dan anggota di desa itu misalnya, menurut mereka itu adalah prioritas, silahkan, tidak jadi masalah! Tapi, jangan kepala desa sendiri yang memutuskan, harus musyawarah dululah dengan masyarakat di situ,” katanya.

Selain itu, proyek pemasangan LPJU tenaga surya tersebut dirasa sangat kontradiktif dengan kondisi sejumlah warga, yang saat ini masih sangat miskin dan harus bersusah payah mengais rezeki mencari lidi demi mendapatkan sesuap nasi.

Proyek yang dikerjakan di HGU perkebunan itu dari Anggaran Alokasi Dana Desa (DD) tahun 2020 itu, menurut pria tersebut, tidak jauh beda dengan proyek pengadaan hewan ternak di desa mereka.

“Nggak ada dipasang RAB dan warga tidak mengetahui dana maupun rekanan yang mengerjakannya,” kata dia.

“Kabar yang kami dengar, pelaksana proyek pemasangan LPJU tenaga surya itu, oknum yang berlindung di salah satu lembaga swadaya masyarakat, dengan harga satuan Rp17.000.000,” bebernya lagi.

Berdasarkan nominal Rp17.000.000 tersebut, sudah selisih harga Rp3.000.000 (fee) untuk oknum penentu pengadaan proyek.

Pada prinsipnya bukan bagian dari kegiatan yang dimusyawarahkan di Nagori Kerasaan II, terangnya.

“Seharusnya, sebagai pangulu (Kades) yang membangun desanya, maka wajib memajang RAB tersebut di balai desa agar semua masyarakat tahu apa saja yang dibangun dan apa saja yang akan dibelanjakan berikut harga satuannya. Bukan sebaliknya, terkesan melaksanakan perintah tempat Pangulu itu bekerja, lanjut warga tersebut.

Seorang pria yang mengaku dirinya adalah salah satu Gamot di Nagori Kerasaan II mengaku tidak dapat memberikan keterangan terkait proyek pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya tersebut.

“Kami Gamot tidak ada dilibatkan dalam kebijakan dan pengelolaan anggaran, kami hanya sebatas usulan di dusun,” katanya berdalih.

Sementara itu, Pangulu Nagori Kerasaan II Rudi Hartono, tak kunjung bisa dikonfirmasi. Beberapa kali coba ditemui di kantornya, Rudi tidak berada di tempat.

Menurut salah seorang tetangganya, Pangulu Rudi memang jarang masuk kantor, lebih banyak berada di kantor perusahaan tempatnya bekerja, bahkan sulit sekali ditemui meskipun di kediamannya. “Pagi pun udah tak nampak,” sebut tetangganya itu.

Dua nomor telepon selulernya yang selama ini digunakan Rudi coba dihubungi, juga tidak direspon, walaupun terdengar aktif. (age)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Aliansi Pemuda Perdagangan (APP) memperindah kampung halaman mereka dengan melakukan pengecatan warna-warni di seputar jembatan pengubung dengan Kabupaten Batubara, Kamis ...
Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Meski polisi telah berkali-kali viral melakukan penindakan terhadap aksi pungli, sepertinya para pelaku tak kunjung jera. Hal yang sama juga ...
Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Aditya Warma alias Adit (23) diadili secara virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9/2021). Warga Jalan ...
Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Komisi 1 DPRD Siantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh Kepala Puskesmas, Kamis (23/9/2021). Dalam rapat tersebut, tercetus kembali ...
Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Pasca bentrok 2 kelompok OKP di Desa Kelapa Satu, Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang pada Selasa (17/8/2021) sekira pukul 21.00 Wib, ...
Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Partogi Adat Simarmata (60), warga Dusun IX, Kelapa Tinggi, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang terluka setelah mengalami kecelakaan, Kamis ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200