Senin, 6 April 2020 | 02.15 WIB
Metro24Jam>News>Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pemuda 27 Tahun di Batang Kuis Akhiri Hidup dengan Kain Panjang

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pemuda 27 Tahun di Batang Kuis Akhiri Hidup dengan Kain Panjang

Minggu, 22 Maret 2020 - 14:54 WIB

IMG-91115

AKP Simon Pasaribu dan personel Polsek Batang Kuis saat melihat kondisi Soleh di Puskesmas. (ist/metro24jam.com)

Loading...

DELISERDANG, metro24jam.com – Teriakan Muji Lestari (58) dan suaminya Wagimin Suprianto (70) menghebohkan warga tetangganya di Gang Perjuangan 9, Dusun V, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Sabtu (21/3/2020) sabtu malam.

Pasangan suami istri itu kaget bukan kepalang setelah melihat putra mereka, Soleh Afrianto (27), tergantung dengan sehelai kain panjang di dalam kamar tidurnya.

Warga yang mengetahui peristiwa itu segera menghubungi Polsek Batang Kuis. Sejumlah petugas tiba di lokasi tak lama kemudian.

Kapolsek Batang Kuis AKP Simon Pasaribu SH dalam keterangannya menyebutkan, Soleh mengakhiri hidupnya dengan cara menjeratkan lehernya dengan kain selendang yang diikatkan ke broti rabung rumah.

“Menurut ibu korban, sepulang dari pesta sampai di rumah, dia masih melihat putranya menonton TV di ruangan tengah,” katanya.

Sesaat kemudian, Muji keluar untuk membeli gas ke warung terdekat. Namun, sekitar pukul 20.20 Wib, ketika wanita itu kembali ke rumah, dia tidak lagi melihat putranya di depan TV.

Ketika dilihatnya ke sekeliling rumah, Muji pun sontak kaget karena putranya sudah tergantung di jendela kamar dengan seherai kain panjang.

“Saksi kemudian berteriak minta tolong. Warga tetangganya yang mendegar teriakan tersebut langsung ke TKP dan menurunkan korban. Pada saat diturunkan korban masih terlihat bernapas dan sempat diberi minum,” beber Simon.

Warga kemudian membawa Soleh ke Puskesmas untkuk mendapatkan pertolongan pertaman. Namun, sesampainya di Puskesmas Batang Kuis, dokter menyatakan Soleh sudah meninggal dunia.

Sekira pukul 21.15 Wib, AKP Simon Pasaribu dan anggotanya langsung ke Puskesmas Batang Kuis. Setelah melihat kondisi Soleh, polisi kemudian melakukan olah TKP di kediaman korban.

Berdasarkan keterangan Muji Lestari, selama hidupnya putranya itu sangat pendiam.

“Korban ada menderita penyakit tifus dan selama sakit korban tdk mau dibawa berobat. Untuk sementara, motif bunuh diri diduga karena depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh,” beber Simon.

Selanjutnya, kedua orangtua Soleh meminta agar polisi tidak melakukan tindakan otopsi. “Keluarga korban sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya. (Fan)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

Dukung program pemerintah memerangi wabah Corona Virus Disease (Covid-19), Keluarga Besar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut dan Medan membagikan ...
Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Sejumlah warga di Kabupaten Simalungun mengaku resah dengan semakin maraknya judi Toto Gelap alias Togel dan KIM Hongkong. Para bandar ...
Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Tak terlihat penyesalan dari Juprianto Munthe saat ditangkap polisi usai membunuh Dimpu Munthe (13), Kamis (2/4/2020) kemarin. Ketika disidik maupun ...
Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Tom Paulus Situmorang (28) terpaksa tepuk jidat. Bagaimana tidak? Pria yang beralamat di Jalan Tangguk Bongkar 6, Medan Denai itu, ditangkap ...
Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Sejumlah pihak di Kabupaten Batubara diduga telah memanfaatkan rakyat miskin untuk meraup keuntungan ratusan juta setiap bulannya dengan mengatur pembelian ...
Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Dalam waktu singkat, tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Humbahas dan Unit Reskrim Polsek Dolok Sanggul berhasil mengungkap kematian Dimpu ...
Loading...