Senin, 6 April 2020 | 01.51 WIB
Metro24Jam>News>Hendak Hadiri Pesta di Siantar, Pasutri Asal Kalimantan Kehilangan Koper Pakaian dari Bagasi Bus Paradep, Manajemen: Berdoalah Kita

Hendak Hadiri Pesta di Siantar, Pasutri Asal Kalimantan Kehilangan Koper Pakaian dari Bagasi Bus Paradep, Manajemen: Berdoalah Kita

Jumat, 6 Maret 2020 - 20:38 WIB

IMG-89989

Wilmar (pakai topi putih) bersama istrinya di Loket Bus Paradep Siantar. (Zega/metro24jam.com)

Loading...

SIANTAR, metro24jam.com – Wilmar Situmorang dan istrinya, merasa sangat kecewa dengan layanan yang diberikan Bus Paradep yang membawa mereka dari Bandara Kuala Namu ke Pematang Siantar.

Pasalnya, setiba di Kota Pematang Siantar, pasutri yang baru tiba dari Trenggano, Kalimantan Barat itu kehilangan sebuah koper berisi pakaian dari bagasi Bus Paradep yang mereka tumpangi, Jum’at (6/3/2020) sekira pukul 17.00 Wib.

Hal itu baru diketahui Wilmar saat dia dan istrinya turun dari Bus Paradep jurusan Bandara Kuala Namu-Pematang Siantar, di Jalan Sutomo, Kelurahan Pahlawan, Siantar Timur.

“Kami baru sampai dari Trenggano, Kalimantan Barat di Bandara Kuala Namu menumpang pesawat Lion Air. Setelah sampai di Bandara kami membawa tas dan koper menaiki Bus Paradep, karena kami juga ditawarkan oleh kondekturnya,” kata Wilmar saat ditemui di Loket Bus Paradep.

Setelah menerima tawaran sang kondektur bus, Wilmar kemudian menyerahkan tas dan koper warna hitam miliknya, untuk dimasukkan ke bagasi Bus Paradep yang akan mereka tumpangi.

Menurut Wilmar, biasanya jika datang ke Siantar, dia selalu menumpang taksi dari Bandara. Kali ini kedatangan mereka untuk menghadiri acara pesta keluarga di Pematang Siantar.

“Karena saya ingin memberikan kejutan kepada keluarga saya, jadi saya naiklah. Lagian, sekali-sekalinya naik bus,” imbuhnya.

“Tapi pas sampai sini (Loket Paradep), saya minta koper saya yang warna hitam, kondekturnya bilang tidak ada koper saya. Kemudian mereka bilang kalau tas miliknya kemungkinan dibawa penumpang lain,” ujarnya. 

Menurut Wilmar, isi koper tersebut hanya jas dan kebaya yang rencananya akan dipakai pada saat pesta nanti.

Lantaran sang kondektur Bus Paradep merasa yakin jika koper milik Wilmar terbawa orang lain, dia pun coba mencarinya. Namun, ketika kembali ke Loket Bus Paradep, sang kondektur tetap tidak membawa apa-apa. 

Akibatnya, suasana pun sempat tegang, karena Wilmar merasa keberatan dengan kehilangan itu.

Salah seorang staf Paradep yang diketahui bernama Abdul kemudian berjanji akan mencari koper milik Wilmar dan meminta waktu satu hari.

“Berilah kami waktu sampai besok, berdoalah kita agar kopernya bapak ini ketemu. Kami pun tidak ingin kejadian ini menimpa sama kami,” kata Abdul kepada Wilmar. (zeg)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

Dukung program pemerintah memerangi wabah Corona Virus Disease (Covid-19), Keluarga Besar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut dan Medan membagikan ...
Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Sejumlah warga di Kabupaten Simalungun mengaku resah dengan semakin maraknya judi Toto Gelap alias Togel dan KIM Hongkong. Para bandar ...
Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Tak terlihat penyesalan dari Juprianto Munthe saat ditangkap polisi usai membunuh Dimpu Munthe (13), Kamis (2/4/2020) kemarin. Ketika disidik maupun ...
Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Tom Paulus Situmorang (28) terpaksa tepuk jidat. Bagaimana tidak? Pria yang beralamat di Jalan Tangguk Bongkar 6, Medan Denai itu, ditangkap ...
Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Sejumlah pihak di Kabupaten Batubara diduga telah memanfaatkan rakyat miskin untuk meraup keuntungan ratusan juta setiap bulannya dengan mengatur pembelian ...
Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Dalam waktu singkat, tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Humbahas dan Unit Reskrim Polsek Dolok Sanggul berhasil mengungkap kematian Dimpu ...
Loading...