Senin, 6 April 2020 | 02.34 WIB
Metro24Jam>News>Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Selasa, 25 Februari 2020 - 22:34 WIB

IMG-89458

Kondisi lapak jualan yang dinilai semrawut. (Zega/metro24jam.com)

Loading...

SIANTAR, metro24jam.com – Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional itu. Untuk itu, Sat Pol-PP Siantar diminta menata kembali lapak para pedagang.

Hal itu disampaikan Mikael, seorang pedagang kelontong pemilik grosir di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Dwikora, Siantar Utara, kepada awak media, Selasa (25/2/2020) sekira jam 16.00 Wib.

Menurut Mikael, susunan lapak pedagang persis di depan rukonya sangat menghalangi aktivitasnya berjualan.

Pantauan di lokasi, terdapat dua meja berukuran besar milik pedagang berada persis di depan ruko milik Mikael. Kondisi ini membuat sulitnya akses keluar masuk kendaraan roda tiga atau becak guna kegiatan bongkar muat dilakukan di toko tersebut setiap harinya.

“Kita gak minta mereka digusur bang, kita juga tau mereka bedagang. Tapi maunya ditatalah biar kami juga bisa jualan. Masa untuk keluar masuk becak kami saja sulit sekali. Dulu kami gak pernah begini,” kata Mikael kepada wartawan.

Sebelumnya, menurut Mikael, persis di depan rukonya tersedia akses jalan yang mengarah ke toko kelontong miliknya. Jalur itu bisa dilalui roda tiga atau becak keluar masuk melakukan aktifitas bongkar muat.

Gara-gara lapak tersebut, Mikael mengaku sempat terjadi cekcok antara pedagang sayur-mayur yang membuka lapak di depan toko itu dengan keluarganya. Bahkan, permasalahan sampai ke kantor polisi. Padahal menurutnya, jika pihak terkait serius mengatur lapak dengan rapi, hal itu tak bakalan terjadi.

“Sempat ribut bang. Mereka pedagang mengaku berhak di sana karena sudah membayar sewa. Tapi jadi jalan (becak) ke toko kami sulit. Kan gak boleh gitu. Kami cuma minta kasih lah jalan becak kami biar bisa keluar masuk, cuma itu aja,” ujarnya.

Lapak Pedagang Dibandrol Rp 4,5 Juta

Sementara itu, Boru Silitonga, yang berjualan di depan ruko milik Mikael mengaku sudah membayar Rp 4,5 juta per tahun, sebagai biaya sewa lapak di lokasi tersebut. Biaya ini diakuinya disetorkan ke pria bermarga Tambunan.

Wanita itu tak menampik bahwa dirinya sempat cekcok dengan pemilik toko. Namun menurutnya, kondisi itu terjadi lantaran pemilik toko meletakkan becak persis di depan dagangannya.

Meski begitu, dia membantah ada ruang jalan persis depan ruko. “Tapi setelahnya, meja ini sudah kami gesernya bang. Abang lihat lah sudah bergeser meja jualan ku ini,” katanya. (zeg)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

PHDI Sumut & Medan Bagikan 1000 Botol Hand Sanitizer, 1 Ton Beras dan Semprot Disinfektan  

Dukung program pemerintah memerangi wabah Corona Virus Disease (Covid-19), Keluarga Besar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut dan Medan membagikan ...
Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Di Tengah Wabah Covid-19, 2 Bandar Judi Togel Asal Medan Disebut Launching di Simalungun

Sejumlah warga di Kabupaten Simalungun mengaku resah dengan semakin maraknya judi Toto Gelap alias Togel dan KIM Hongkong. Para bandar ...
Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Pembunuhan di Dolok Sanggul, Pelaku Diduga Psikopat Sempat Sodomi Korban

Tak terlihat penyesalan dari Juprianto Munthe saat ditangkap polisi usai membunuh Dimpu Munthe (13), Kamis (2/4/2020) kemarin. Ketika disidik maupun ...
Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Pulang Beli Sabu dari Jalan Jermal XV Dibuntuti Tekab Medan Baru, Pria Ini Gagal ‘Fly’

Tom Paulus Situmorang (28) terpaksa tepuk jidat. Bagaimana tidak? Pria yang beralamat di Jalan Tangguk Bongkar 6, Medan Denai itu, ditangkap ...
Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Pengelola e-Waroeng di Batubara Akui Terpaksa Terima Pasokan Bahan Pangan Kedaluarsa

Sejumlah pihak di Kabupaten Batubara diduga telah memanfaatkan rakyat miskin untuk meraup keuntungan ratusan juta setiap bulannya dengan mengatur pembelian ...
Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Remaja 13 Tahun Dibunuh di Dolok Sanggul, Dubur Ditusuk Kayu Lalu Dibenam ke Lumpur, Ini Motifnya!

Dalam waktu singkat, tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Humbahas dan Unit Reskrim Polsek Dolok Sanggul berhasil mengungkap kematian Dimpu ...
Loading...