Rabu, 26 Februari 2020 | 13.18 WIB
Metro24Jam>News>Pemkab Deliserdang akan Seragamkan Pakaian Honorer, Tidak Sama dengan ASN

Pemkab Deliserdang akan Seragamkan Pakaian Honorer, Tidak Sama dengan ASN

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:54 WIB

IMG-88720

Wabup Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar dan staf dengan pakaian Korpri. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Loading...

DELISERDANG, metro24jam.com – Pemerintah Kabupaten Deliserdang akan menyeragamkan pakaian yang dikenakan tenaga pembantu atau honorer. Kabag Organisasi Deliserdang, Remus Pardede mengatakan, seluruh honorer tidak lagi mengenakan seragam yang memakai lambang dan atribut PNS.

“Tahun ini semua nantinya honorer tidak lagi memakai seragam seperti ASN atau memakai atribut, seperti pin dan lambang ASN. Ini akan diberlakukan, mudah-mudahan rampung tahun ini, sehingga nanti di Pemkab bisa dibedakan, mana ASN dan honorer,” kata Remus.

Untuk membahas hal itu, pihaknya sudah memanggil dan mengundang seluruh sekretaris masing-masing dinas, badan ataupun pihak kecamatan.

“Untuk honorer, tidak boleh pakai atribut di bagian lengan baju dan dilarang pakai atribut seperti yang dipakai ASN. Kalau untuk papan nama tetap boleh untuk dipakai. Tapi ini bertahaplah diterapkan karena bisa belang juga bajunya kalau langsung dicopot atributnya,” sebutnya.

Ke depannya, lanjut Remus, ASN ataupun tenaga honorer wajib memakai badge nama. Penggunaan itu diwajibkan ketika berada di lingkungan kantor.

“Tapi, yang honorer nanti warna badge namanya beda dengan staf. Kemudian untuk staf juga berbeda warnanya dengan yang punya jabatan. Kartu pengenal ini wajib dipakai jadi ketika ada yang datang ke kantor, orang bisa tau identitasnya dan sebagai apa dia. Identitas publik tidak boleh disamarkan,” tegas Remus.

Diakuinya, penerapan peraturan itu tidak bisa bisa langsung serentak dijalankan, karena berbagai alasan.

“Sekarang ini, kan pakaian seragam ASN ataupun honorer warnanya belum sama. Kalau hari Senin dan Selasa, ada yang warnanya agak gelap dan ada yang terang,” sebut Remus.

“Kita ini tidak seperti TNI dan Polri yang pengadaan pakaiannya satu saja, makanya bisa berbeda-beda warnanya. Biar jangan bias, makanya kita buatlah pertemuan ini dan bisa diatur. Tidak langsung diberlakukan, karena ada yang sudah jahit pakaian. Pemborosan anggaran nanti,” katanya.

Sementara itu, untuk sekuriti yang ada di beberapa kantor, ke depannya tidak diperkenankan lagi memakai baju safari.

“Disepakati, bahwa ke depan harus memakai seragam sekuriti supaya bisa dibedakan dan mudah diketahui tamu. Untuk Rabu pakaian putih hitam dan untuk Kamis dan Jumat memakai pakaian batik tenun khas daerah. Jadi pemakaian baju dinas ASN memang sudah diatur oleh Permendagri nomor 6 tahun 2016,” tandasnya. (fan)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...