Rabu, 26 Februari 2020 | 13.13 WIB
Metro24Jam>News>Pelaku Perobek dan Pembuang Al-Qur’an di Jalan Sisingamangaraja Ditangkap

Pelaku Perobek dan Pembuang Al-Qur’an di Jalan Sisingamangaraja Ditangkap

Jumat, 14 Februari 2020 - 11:07 WIB

IMG-88697

Kapolrestabes Medan saat memaparkan tersangka perobek dan pembuang Al-Qur'an. (Nst/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Setelah 3 kali menebar kerusuhan dengan lewat penistaan agama dengan merobek kirap suci Al-Qur’an, DIM (44) warga Jalan Utama Medan, akhirnya ditangkap personel Polsek Medan Kota, Kamis (13/2/2020) pagi.

DIM ditangkap warga dan polisi saat melakukan aksinya yang ketiga saat mencuri Al-Quran dari Mesjid Raya Medan. Pria itu kemudian membawa kitab suci tersebut ke kamar mandi masjid lalu mengoyaknya menjadi 4 bagian.

“Selanjutnya, kitab suci Al-Qur’an itu dikantongi lalu dibawa keluar mesjid. Tersangka kemudian menabur potongan Al-Quran ke jalan Sisingamangaraja,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir, didampingi Kapolsek Medan Kota dan Kanit Reskrim saat konferensi pers di Lobby Mapolrestabes Medan, Kamis (13/2/2020) sore.

Dijelaskan Kapolrestabes, gerak-gerik dan aksi DIM mengoyak serta menebar potongan kitab suci tersebut terekam dalam CCTV di Masjid Raya hingga ke Jalan Sisingamangaraja.

“Untuk itu saya juga himbau ke pihak pemerintah kota Medan (Pemko) agar memasang digital security di setiap sudut perkantoran supaya membantu pihak kepolisian dalam upaya mengungkap gangguan yang ada,” sebutnya.

Polisi menduga, DIM tidak bekerja sendirian dan masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Pasalnya, saat DIM ditangkap, polisi menyita uang tunai sebanyak Rp750.000 dari pria itu berikut 1 unit handphone.

“Berikutnya akan kami dalami mengenai motif ataupun tujuan tersangka serta uang yang dijadikan barang bukti tersebut. Kami yakin ini bukan merupakan pelaku tunggal dan kami, kita masih selidiki orang-orang di atasnya,” paparnya.

“Ada kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu kondisi kota Medan akan kita tindak. Tidak ada tempat ruang siapa pun dia yang mencoba mengganggu kekondusifan kota medan, apalagi mengenai isu agama seperti perusakan kitab suci Al-Qur’an ini,” tegasnya. 

Polisi menjerat DIM dengan Pasal 156 (a) KUHPidana, tentang penistaan agama.

“Maksimal ancaman 5 tahun penjara, pungkas, Kombes Johnny saat itu didampingi Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan, Zulkarnain Sitanggang, serta BKM Mesjid Raya, Drs H. Ulumuddin.

Untuk diketahui, DIM menghebohkan warga Kota Medan dengan temuan koyakan lembaran Al-Qur’an di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Hotel Sri Intan Medan.

Lembaran dari potongan kitab suci Al-Qur’an juga ditemukan di Jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Hotel Darma Deli.

Ketua MUI Kota Medan, Dr H Moh Hatta melaui Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Zulkarnain Sitanggang, mengucapkan terimakasih kepada pihak Polrestabes Medan yang telah berhasil menangkap pelakunya.

“Dengan ditemukannya pelaku yang beberapa hari ini membuat heboh umat Islam, kami mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian dan masyarakat. Untuk kasusnya, kami serahkan proses hukumnya kepada pihak yang berwajib. Kita sepakat sama-sama menjaga Kota Medan yang damai, toleran dan sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, BKM Mesjid Raya, Drs H Ulumuddin MS mengakui bahwa keberadaan DIM sempat diketahuinya.

“Memang tersangka ini pernah nampak saya masuk ke Mesjid Raya. Dikala jamaah sudah banyak pulang dan dia mengambil Al-Qur’an, kita sangka dia mau membacanya, rupanya malah merobeknya, entah apa yang merasukinya. Syukurlah polisi menangkapnya,” akunya.

Ke depannya, Ulumuddin berharap agar kejadian serupa tak terulang kembali. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus penistaan agama yang dilakukan DIM.

“Saya berharap, hal ini tidak terjadi lagi, karena cukup meresahkan. Sama-sama lah kita jaga Kota Medan yang pluralisme ini,” sebutnya seraya berharap agar media juga dapat membuat berita yang menyejukkan. (asn)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...