Rabu, 26 Februari 2020 | 14.24 WIB
Metro24Jam>News>Galian C di Desa Perjuangan Sei Balai Dipastikan Tak Punya Izin

Galian C di Desa Perjuangan Sei Balai Dipastikan Tak Punya Izin

Rabu, 12 Februari 2020 - 19:40 WIB

IMG-88676

Alat berat ekskavator saat mengeruk tanah di lahan galian, Jum'at (7/2/2020). (Taufik/metro24jam.com)

Loading...

BATUBARA, metro24jam.com – Penambangan galian C di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Batubara, yang sudah beroperasi selama 4 tahun terakhir dipastikan tidak memiliki izin apapun.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perizinan Batubara Rosdiana Damanik melalui Kasi Non Retribusi Bambang Kurniawan, kepada wartawan di kantornya, Rabu (12/0/2020).

Bambang mengatakan, pihaknya telah pernah mempertanyakan perizinan Galian C di Desa Perjuangan tersebut.

“Pihak pengelola ketika itu mengatakan, bahwa mereka mengeruk tanah sendiri untuk menimbun tanah sendiri juga, bukan untuk diperjualbelikan,” jelas Bambang.

Namun, pernyataan itu bertentangan dengan penjelasan Camat Hanafi SH ketika dikonfirmasi wartawan sebelumnya.

Saat itu Camat mengakui tanah hasil galian C di Desa Perjuangan dijual kepada warga sekitar dengan harga yang lebih murah.

Kepada awak media, Bambang menegaskan, setiap usaha penambangan termasuk galian C dengan dalih apapun harus memiliki izin.

Hal itu sesuai dengan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 36 ayat (1-4) mengharuskan usaha pertambangan harus memiliki izin lingkungan hidup.

“Bahkan bila ada perseorangan atau korporasi yang mengelola penambangan tanpa izin dapat dikenakan sanksi pidana paling singkat 2 tahun denda minimal Rp1 miliar maximal 3 tahun dengan denda Rp1 miliar sesuai UU No 32 Tahun 2009 pasal 109,” katanya.

Bambang menegaskan, jika ada usaha melanggar perundang-undangan atau Perda, maka Sat Pol-PP wajib melakukan penertiban.

“Bahkan pihak kepolisian bisa menindaklanjuti secara hukum,” pungkas Bambang. (fik)

BACA JUGA:
Galian C di Desa Perjuangan Sei Balai Resahkan Warga, Camat: Tak Ada Izin, Tapi Bantu Warga

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...