Rabu, 26 Februari 2020 | 13.56 WIB
Metro24Jam>News>Ada Warga Miskin Tak Dijangkau, Penggunaan Dana Desa dan ADD di Dolok Malela Disoal

Ada Warga Miskin Tak Dijangkau, Penggunaan Dana Desa dan ADD di Dolok Malela Disoal

Selasa, 11 Februari 2020 - 19:13 WIB

IMG-88637

Saldi dan Poniem di kediamannya. (Suhendra/metro24jam.com)

Loading...

SJMALUNGUN, metro24jam.com – Dampak positif peningkatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela menyisakan tanda tanya bagi sejumlah warga di sana. Pasalnya, masih ditemukan warga dengan kondisi hidup memprihatinkan, seperti yang dialami pasangan Saldi (70) dan Poniem (67).

Menurut Suwarjo–seorang warga yang merasa prihatin dengan kondisi Saldi dan Poniem, meski Dana Desa dan ADD sudah meningkat, tetapi ketimpangan di Nagori Dolok Malela malah semakin jelas.

“Inilah contoh, sudah dikasih duit, tapi ketimpangannya meningkat. Pelaksanaan ADD dan DD program bantuan lainya di Dolok Malela untuk mensejahterakan diduga tidak sesuai aturan,” kata Suwarjo sembari mengajak Metro24jam.com menemui pasangan Lansia yang tinggal di Huta II, Nagori Dolok Malela tersebut, Selasa (11/2/2020) siang.

Saat disambangi Metro24jam.com, kediaman Saldi dan Poniem, kondisinya memang sangat memprihatinkan.

“Rumah ini diduga tak pernah mendapat bantuan dari program DD maupun ADD Nagori Dolok Malela. Jadi, bagaimana yang dikatakan mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Lanjut Suwardi, program pemerintah meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa sudah baik. Namun sayang, pada pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan dan penyelewengan sehingga sebagian warga tetap miskin.

“Inilah tanda pengelolaannya tidak baik,” kata dia mencontohkan kehidupan pasangan Saldi dan Poniem.

“Kalau dilihat lagi, malah masyarakat golongan bawah semakin bertambah atau meningkat. Jadi pertanyaannya, apakah DD dan ADD ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum-oknum tertentu dan punya akses?” ketusnya.

Suwardi pun meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait agar melakukan audit untuk menyelidiki dugaan penyelewengan DD dan ADD maupun bantu-bantuan lainya di Nagori Dolok Malela.

Amatan Metro24jam.com, Selasa (11/2/2020) siang, Saldi dan istrinya terpaksa betah untuk bermukim di rumah berukuran lebih kurang 2,5 meter x 3 meter.

Jangankan mendapat penerangan dari listrik PLN serta air bersih dari PDAM, lantai rumah juga hanya beralaskan tanah.

Saat ditanya, Saldi didampingi Poniem mengaku belum mengetahui adanya program kesejahteraan di Nagori Dolok Malela.

“Saya tidak tahu kalau ada bantuan itu. Tahunya pernah didata. Sampai sekarang, nggak pernah dapat bantuan bedah rumah dan program PKH. Cuma dapat bantuan 3 butir telur dan satu karung beras ukuran 10 kilo setiap bulanya,” katanya.

Dia pun berharap bisa mendapatkan program bedah rumah, lantaran bagian dinding dapur sudah sangat memprihatinkan.

“Kalau bisa, ya dapat bantuanlah untuk perbaiki rumah. Kalau untuk perbaiki sendiri rasanya sulit kalilah, karena kerja pun gak tentu. Kalau istri saya tidak kerja,” beber Saldi di kediamannya.

Terpisah, Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu ketika dikonfirmasi melalui Kepala Kesejahteraan Sosial Hamdani enggan komentar banyak.

Menurut Hamdani, pasutri itu belum memenuhi kriteria untuk mendapatkan program bedah rumah.

“Kalau diusahakan pakai Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), lebih baik ditanyakan kepada kepala desa setempat. Pokoknya akan diupayakan. Yang jelas untuk keluarga Saldi dan Poniem (67), tidak memenuhi kriteria bantuan bedah rumah. Sebab lahan yang ditempati bukan miliknya,” sebut Hamdani.

Menurut dia, pihak kecamatan sudah memasukkan aliran listrik ke rumah Saldi.

“Dan sudah masuk hitungan kami, kemungkinan tahun ini mendapat bantuan PKH,” katanya.

Sementara itu, Pangulu Nagori Dolok Malela Surya belum dapat dikonfirmasi. Saat akan ditemui di kantornya, perangkat desa yang belum lama dilantik Bupati Simalungun itu tidak berada di kantornya, meski masih pada jam kerja, Selasa (11/2/2020) siang. (age)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...