Minggu, 27 September 2020 | 13.51 WIB
Value Impression Banner
Metro24Jam>News>Ada Warga Miskin Tak Dijangkau, Penggunaan Dana Desa dan ADD di Dolok Malela Disoal

Ada Warga Miskin Tak Dijangkau, Penggunaan Dana Desa dan ADD di Dolok Malela Disoal

Selasa, 11 Februari 2020 - 19:13 WIB

IMG-88637

Saldi dan Poniem di kediamannya. (Suhendra/metro24jam.com)

Sky Scrapper Value Impression

SJMALUNGUN, metro24jam.com – Dampak positif peningkatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela menyisakan tanda tanya bagi sejumlah warga di sana. Pasalnya, masih ditemukan warga dengan kondisi hidup memprihatinkan, seperti yang dialami pasangan Saldi (70) dan Poniem (67).

Menurut Suwarjo–seorang warga yang merasa prihatin dengan kondisi Saldi dan Poniem, meski Dana Desa dan ADD sudah meningkat, tetapi ketimpangan di Nagori Dolok Malela malah semakin jelas.

“Inilah contoh, sudah dikasih duit, tapi ketimpangannya meningkat. Pelaksanaan ADD dan DD program bantuan lainya di Dolok Malela untuk mensejahterakan diduga tidak sesuai aturan,” kata Suwarjo sembari mengajak Metro24jam.com menemui pasangan Lansia yang tinggal di Huta II, Nagori Dolok Malela tersebut, Selasa (11/2/2020) siang.

Saat disambangi Metro24jam.com, kediaman Saldi dan Poniem, kondisinya memang sangat memprihatinkan.

“Rumah ini diduga tak pernah mendapat bantuan dari program DD maupun ADD Nagori Dolok Malela. Jadi, bagaimana yang dikatakan mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Lanjut Suwardi, program pemerintah meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa sudah baik. Namun sayang, pada pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan dan penyelewengan sehingga sebagian warga tetap miskin.

“Inilah tanda pengelolaannya tidak baik,” kata dia mencontohkan kehidupan pasangan Saldi dan Poniem.

“Kalau dilihat lagi, malah masyarakat golongan bawah semakin bertambah atau meningkat. Jadi pertanyaannya, apakah DD dan ADD ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum-oknum tertentu dan punya akses?” ketusnya.

Suwardi pun meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait agar melakukan audit untuk menyelidiki dugaan penyelewengan DD dan ADD maupun bantu-bantuan lainya di Nagori Dolok Malela.

Amatan Metro24jam.com, Selasa (11/2/2020) siang, Saldi dan istrinya terpaksa betah untuk bermukim di rumah berukuran lebih kurang 2,5 meter x 3 meter.

Jangankan mendapat penerangan dari listrik PLN serta air bersih dari PDAM, lantai rumah juga hanya beralaskan tanah.

Saat ditanya, Saldi didampingi Poniem mengaku belum mengetahui adanya program kesejahteraan di Nagori Dolok Malela.

“Saya tidak tahu kalau ada bantuan itu. Tahunya pernah didata. Sampai sekarang, nggak pernah dapat bantuan bedah rumah dan program PKH. Cuma dapat bantuan 3 butir telur dan satu karung beras ukuran 10 kilo setiap bulanya,” katanya.

Dia pun berharap bisa mendapatkan program bedah rumah, lantaran bagian dinding dapur sudah sangat memprihatinkan.

“Kalau bisa, ya dapat bantuanlah untuk perbaiki rumah. Kalau untuk perbaiki sendiri rasanya sulit kalilah, karena kerja pun gak tentu. Kalau istri saya tidak kerja,” beber Saldi di kediamannya.

Terpisah, Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu ketika dikonfirmasi melalui Kepala Kesejahteraan Sosial Hamdani enggan komentar banyak.

Menurut Hamdani, pasutri itu belum memenuhi kriteria untuk mendapatkan program bedah rumah.

“Kalau diusahakan pakai Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), lebih baik ditanyakan kepada kepala desa setempat. Pokoknya akan diupayakan. Yang jelas untuk keluarga Saldi dan Poniem (67), tidak memenuhi kriteria bantuan bedah rumah. Sebab lahan yang ditempati bukan miliknya,” sebut Hamdani.

Menurut dia, pihak kecamatan sudah memasukkan aliran listrik ke rumah Saldi.

“Dan sudah masuk hitungan kami, kemungkinan tahun ini mendapat bantuan PKH,” katanya.

Sementara itu, Pangulu Nagori Dolok Malela Surya belum dapat dikonfirmasi. Saat akan ditemui di kantornya, perangkat desa yang belum lama dilantik Bupati Simalungun itu tidak berada di kantornya, meski masih pada jam kerja, Selasa (11/2/2020) siang. (age)

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Bawa Toyota Yaris, Tabrak Truk di Jalinsum Lima Puluh, Personel Polres Batubara Tewas

Bawa Toyota Yaris, Tabrak Truk di Jalinsum Lima Puluh, Personel Polres Batubara Tewas

Seorang personel Polri meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mobil yang dikemudikannya mengalami kecelakaan, Minggu (27/9/2020) sekira pukul ...
Baliho Program Terpancang di Girsip, Warga Tantang Hasim-TPS Teken Kontrak Politik

Baliho Program Terpancang di Girsip, Warga Tantang Hasim-TPS Teken Kontrak Politik

Baliho berisi program kerja pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2, H Muhajidin Nur Hasim dan Tumpak Siregar SH ...
6 Bulan Usai Kuras Harta Benda Keluarga Senilai Rp1 Miliar, Pria Ini Ditangkap Polisi

6 Bulan Usai Kuras Harta Benda Keluarga Senilai Rp1 Miliar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Selama hampir setengah tahun berhasil bersembunyi usai 'menjarah' harta benda dari rumah salah seorang keluarganya, Aman Sentosa (54)--warga Jalan Besar ...
Sat Pol-PP, Polisi dan Dishub Kembali Gelar Razia Masker di Parapat

Sat Pol-PP, Polisi dan Dishub Kembali Gelar Razia Masker di Parapat

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) bersama personel Polsek Parapat dibantu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Simalungun kembali melaksanakan razia ...
Masa Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Beri Keringanan Peserta Mandiri

Masa Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Beri Keringanan Peserta Mandiri

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendapat keringanan melalui Program Relaksasi Tunggakan Iuran di masa pandemi Covid-19.Bagi peserta ...
Pabrik Pengolahan Karet Bekas di Namorambe Dilahap ‘Si Jago Merah’

Pabrik Pengolahan Karet Bekas di Namorambe Dilahap ‘Si Jago Merah’

Pabrik pengolahan karet bekas milik PT Samudera Karet di Dusun III, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe dilahap Si Jago Merah, Sabtu ...
Value Impression
VI Outstream
Value Impression Video
Awie
MGID

Loading…


Jawa Elektrik