Rabu, 26 Februari 2020 | 12.55 WIB
Metro24Jam>News>Galian C di Desa Perjuangan Sei Balai Resahkan Warga, Camat: Tak Ada Izin, Tapi Bantu Warga

Galian C di Desa Perjuangan Sei Balai Resahkan Warga, Camat: Tak Ada Izin, Tapi Bantu Warga

Sabtu, 8 Februari 2020 - 09:41 WIB

IMG-88372

Alat berat ekskavator saat mengeruk tanah di lahan galian, Jum'at (7/2/2020). (Taufik/metro24jam.com)

Loading...

BATUBARA, metro24jam.com – Maraknya aktivitas penambangan tanah atau Galian C yang diduga tak memiliki izin di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Batubara, memberikan dampak negatif kepada warga sekitarnya, termasuk bagi warga Desa Sei Balai yang berbatasan langsung dengan desa tersebut.

Aktivitas penggalian tanah menggunakan alat berat ekskavator itu seperti tidak tersentuh oleh instansi terkait, meksi di lokasi bekas galian saat ini sudah menjadi sebuah kolam besar.

Selain itu, truk Galian C yang terus lalu-lalang setiap hari, juga menimbulkan polusi udara. Warga Desa Sei Balai menyampaikan keluhan mereka melalui Kades Elfis.

“Curahan tanah dari truk yang terjatuh di badan jalan menimbulkan banyaknya debu sehingga mengakibatkan polusi udara. Ini kan yang terdampak warga sekeliling yang berada sekitar 4 kilometer dari lokasi galian tanah ini,” kata Elfis.

Selain itu, lanjut Elfis, banyaknya tanah yang tercurah membuat jalan akan sangat berbahaya jika dilintasi kendaraan roda dua, terutama di saat hujan.

“Ini kan, tanah yang terjatuh di badan jalan hotmix pasti berisiko [terhadap pengendara]. Jadi, jangan gara-gara usaha individu, kepentingan umum terganggu,” imbuhnya.

Warga sekitar pun berharap agar instansi terkait tidak tutup mata terkait beroperasinya galian tanah yang disinyalir tidak memiliki izin ini.

“Sore ini barusan warga mendatangi saya,” kata Kades Elfis saat ditemui Metro24jam.com di seputaran gerbang perbatasan desa, Jum’at (7/2/2020) sore.

Dia pun berharap, instansi berwenang bisa mengambil tindakan terhadap pengusaha Galian C. “Bila perlu ditutup, sebab dampaknya sangat meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Kades Sei Balai Elfis saat memberikan keterangan. (Taufik/metro24jam.com)

Terpisah, Camat Sei Balai KRT Hanafi SH ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin Galian C dimaksud.

“Sampai sekarang, dari kecamatan maupun Kades tidak pernah mengeluarkan izin Galian C, kecuali rekomendasi alih fungsi lahan dari perkebunan menjadi persawahan ke Dinas Pertanian,” sebut Hanafi.

Menurut Hanafi, apa yang dilakukan pengusaha tersebut, adalah proses peralihan pencetakan sawah dari sebelumnya lahan perkebunan.

Pekerjaan tersebut menurut Hanafi sudah berjalan sekitar 4 tahun, meski diakuinya belum memberikan kontribusi ke PAD Kabupaten Batubara.

“Demi mendukung Program Ketahanan Pangan, hal itu terbukti sudah mencetak sekitar 100 hektas sawah,” ungkapnya.

Anehnya, hasil kerukan tanah dari lahan pencetakan sawah itu diakui Hanafi dijual kepada warga yang membutuhkan, meski dengan harga yang relatif lebih murah. Meski begitu, dia juga mengakui bahwa dari hasil penjualan tanah tersebut tidak menghasilkan PAD bagi Kabupaten Batubara.

“Dengan adanya tanah urug dari Galian C yang dijual murah, masyarakat tidak kesulitan lagi mencari tanah timbun,” pungkasnya. (Fik)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...