Rabu, 26 Februari 2020 | 13.21 WIB
Metro24Jam>News>2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

IMG-87709

Rekaman video yang memperlihatkan kedua terduga saat tiba hingga membawa kedua bocah. (ist/metro24jam.com)

Loading...

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran disebut diculik, Sabtu (25/1/2020) kemarin, didampingi orangtuanya membuat laporan resmi ke Mapolsek Bangun, Senin (27/1/2020).

Pangulu Karang Sari, Wito Sembodo mengatakan, terlepas benar atau tidaknya isu penculikan anak yang saat ini terjadi, peristiwa itu kini resah meresahkan warga setempat.

“Setelah peristiwa kejadian itu, korban kehilangan HP merk Oppo. Orangtua korban sudah membuat laporan resmi ke Mapolsek Bangun, Senin (27/1/2020), kemarin,” sebut Wito.

“Saya yang mendampingi orangtua korban, mulai pagi hingga pukul 4 sore saya di Polsek. Kala itu korban didampingi orangtuanya melaporkan kehilangan HP merk Oppo,” ungkapnya saat ditemui di Jalan Anjangsana, Karang Sari, Selasa (28/1/2020) siang.

Wito pun meminta pihak kepolisian respon dan melaksanakan patroli rutin. Menurutnya, kawasan Karang Sari, belakangan ini rawan tindak kejahatan.

“Maka itu, jika ada informasi yang mencurigakan dan ada indikasi kejahatan langsung sampaikan ke pihak desa atau terkait informasi dugaan penculikan anak ini, bisa juga langsung sampikan ke polisi,” katanya.

“Nanti kan polisi bisa menelusuri rekaman video itu lebih jauh, apakah benar ada penculikan atau tidak. Sehingga tidak berkembang liar dan menambah resah masyarakat,” imbuh Wito.

Hal senada juga diungkapkan warga Karang Sari lainnya, Raymanto. Kasus penculikan anak ini, katanya, memang masih sebatas isu, namun dia menyarankan agar para orangtua tetap hati-hati.

“Jika ada orang yang mengatakan ini bukan penculikan anak, maka kami minta, polisi menangkap orang yang menyebar hoax atau video percobaan penculikan anak itu. Sebab kabar penculikan anak sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Namun, jika memang benar ini percobaan penculikan anak, sambung Raymanto, maka hal tersebut menjadi peringatan atau warning untuk masyarakat.

“Oleh karena itu jangan berikan ruang gerak sedikit pun orang melakukan kejahatan penculikan kepada anak. Para orang tua diharuskan mengetahui pola-pola penculikan anak agar dapat mewaspadainya. Terutama pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku, dan itu kami nantikan,” kata Raymanto.

Menurut dia, ada beragam modus dan motif dalam penculikan anak, seperti mengajak bermain, memberi makanan atau minuman dan menanyakan alamat.

“Cara ini dilakukan agar anak mau berinteraksi awal dengan pelaku, sebelum pelaku melancarkan aksinya,” jelas Raymanto.

Diberitakan sebelumnya, satu rekaman video terkait percobaan penculikan anak viral di YouTube, sejak Sabtu (25/1/2020) kemarin. Sejak diunggah akun ‘Keluarga Riza’, hingga Minggu (26/1/2020) sekira pukul 16.45 Wib, video tersebut sudah dilihat sebanyak 10 ribu kali.

Video tersebut diunggah dengan judul Penculik Anak di Karang Sari Kec. Gunung Maligas Kab. Simalungun, pada Sabtu (25/1/2020).

“Tolong dibantu buat memperjelas wajahnya netijen biar qta share pelakunya,” tulis pemilik akun sebagai caption menyertai video tersebut.

Terkait hal ini, Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung SH ketika dikonfirmasi Metro24jam.com, belum memberikan jawaban. (age)

BACA JUGA:
Warga Karang Sari Geger! Terekam CCTV, 2 Bocah Disebut Dilarikan Penculik

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...