Rabu, 26 Februari 2020 | 13.29 WIB
Metro24Jam>News>Sering Ganggu dan Gigit Warga, Uspika Girsip Eksekusi 8 Ekor Anjing

Sering Ganggu dan Gigit Warga, Uspika Girsip Eksekusi 8 Ekor Anjing

Selasa, 21 Januari 2020 - 20:29 WIB

IMG-87101

Warga menyaksikan eksekusi di lokasi. (Silalahi/metro24jam.com)

Loading...

PARAPAT, metro24jam.com – Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Girsang Sipangan Bolon (Girsip) membentuk tim eksekusi penyitaan anjing yang dilaporkan seringkali mengganggu dan mengigit masyarakat sekitar. Sebanyak 8 ekor anjing peliharaan Mita br Hutabarat–warga Tigaraja, Parapat, Simalungun–disita petugas, Selasa (21/1/2020).

Kegiatan eksekusi dihadiri Camat Eva Ulyarta Suryati Tambunan, Kasi Trantip Nelson Sinaga, Danramil II Parapat, Kapten Inf Rudianto bersama anggota, Ipda J Manurung mewakili Kapolsek Parapat AKP Irsol, didampingi personel, mewakili Dinas Peternakan Simalungun, Lurah Tigaraja Darmadoni F Silalahi, beserta gamot (kepala dusun) setempat.

Lurah Tigaraja Darmadoni mengatakan, eksekusi hewan peliharaan anjing dilakukan setelah pihaknya menerima laporan keberatan dari sejumlah masyarakat yang menjadi korban gigitan hewan tersebut.

“Awalnya kita mendapat laporan keberatan dari sejumlah warga. Mereka mengaku digigit anjing milik Mita br Hutabarat, tapi lepas dari tanggungjawab. Setelah kita cek lapangan, ternyata benar ada warga kita memelihara anjing di dalam rumahnya, lebih kurang 15 ekor,” jelas Darmadoni di lokasi.

Pihak kelurahan, lanjutnya, sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dengan pemilik anjing agar peliharaannya itu diungsikan atau dijual sehinga tidak mengganggu warga.

“Tetapi pemilik anjing mengabaikan teguran kita. Selanjutnya, masalah ini pun kita sampaikan dalam rapat harungguan, ternyata ada tanggapan dan hari ini dieksekusi,” ungkapnya.

Sementara itu Sekertaris Camat, Maria Susanthy mengamini keterangan Lurah Darmadoni dan mengimbau masyarakat pemilik anjing supaya memberikan suntik vaksin.

“Menanggapi keluhan warga dan laporan dari lurah, pihak Uspika Girsip pun langsung berkordinasi dengan TNI-Polri, selanjutnya disimpulkan membentuk tim eksekusi anjing milik warga. Kita juga mengimbau masyarakat yang memelihara anjing agar dijaga serta disuntik vaksin, sehingga tidak meresahkan orang lain. Apalagi, Parapat ini tempat objek wisata, jadi sorotan nantinya bila ada hal-hal yang mengganggu kenyamanan tamu,” ungkap Maria,

Sementara itu, Danramil Kapten Inf Rudianto didampingi Kanit Reskrim Polsek Parapat, Ipda J Manurung mengatakan, pihaknya tetap mendukung ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Petugas saat mengeksekusi anjing peliharaan milik Mita br Hutabarat. (Silalahi/metro24jam.com)

“Sesuai informasi kita terima, bahwa hewan anjing peliharaan warga ini sudah meresahkan. Informasinya, setiap malam dilepas di luar, bahkan sampai mengigit warga yang kebetulan lewat, tapi tidak ditanggungjawabi oleh pemilik. Kerena dinilai sudah meresahkan, akhirnya disepakati bersama untuk eksekusi. Saya juga berharap daerah kita ini tetap tertib dan nyaman,” harap Kapten Rudianto.

“Kalau personel Polsek Parapat siap mendampingi saja kegiatan eksekusi hewan ini,” timpal Ipda J Manurung.

Amatan di lokasi, sebelum dilakukan eksekusi, awalnya pemilik rumah coba menghalangi petugas yang akan mengeksekusi anjing-anjing tersebut. Pihak Uspika kemudian melakukan tindakan persuasif dibantu Kepling dan masyarakat sekitar hingga akhirnya pemilik anjing bersedia membuka pintu rumahnya.

Dari 15 ekor anjing peliharaan Mita br Hutabarat, hanya 8 ekor yang berhasil dieksekusi, karena pemilik anjing tak bersedia menyerahkan hewan-hewan itu. Tim kemudian sepakat akan menindaklanjuti eksekusi pekan depan. (sil)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Belum Sempat Menjual, Wanita Asal Helvetia Ini Ketahuan Curi Perhiasan Majikan

Pariani (46), warga Jalan Mesjid, Medan Helvetia, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat lantaran ...
Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Kecewa Ditinggal Putrinya, ‘Mandar Sabiji Pe Dang Adong Ditinggalhon’, Pria Asal Dairi Akhiri Hidup di Rumah Kontrakan

Warga Jalan Bunga Rinte, Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, mendadak gempar, Selasa (25/02/2020) pagi, sekira pukul 06.30 Wib.‬  Pasalnya, ...
Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Kedapatan Bawa Test Pack, Siswi SMP di Lae Parira Ketahuan Dicabuli Ayah Tiri

Seorang pria di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi diringkus personel Polsek Parongil setelah perbuatan bejar memperkosa anak tirinya ...
Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Heboh di Amplas! Jasad Bayi Dibungkus Kardus Mie dan Dibuang ke Tempat Sampah

Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas seketika heboh menyusul temuan sesosok orok bayi yang dibungkus dalam kardus mie instan ...
Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Sat Pol-PP Siantar Diminta Tata Ulang Lapak Pedagang di Parluasan

Lapak jualan para pedagang di Pasar Parluasan dinilai semrawut dan perlu penataan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional ...
Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Modus Pacaran, Sering Beri Uang Jajan dan Diajak Jalan-jalan ke Siantar, Pria Ini Cabuli Gadis Putus Sekolah

Tua-tua keladi, begitu pepatah menggambarkan pria satu ini. Meski usianya sudah melewati setengah abad, JFM masih saja suka 'daun muda' ...
Loading...