Rabu, 29 Januari 2020 | 11.18 WIB
Metro24Jam>News>DPRD Medan Minta Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing di Podomoro Deli City dan Hotel

DPRD Medan Minta Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing di Podomoro Deli City dan Hotel

Rabu, 15 Januari 2020 - 07:53 WIB

IMG-86677

Podomoro City Deli Medan. (ist)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Komisi I DPRD Kota Medan meminta pihak imigrasi memperketat pengawasan terkait legalitas Warga Negara Asing (WNA) yang akan menempati apartemen di Podomoro dan hotel-hotel di Kota Medan.

“Kita lihat di Podomoro banyak apartemennya dan saya menduga banyak orang asing yang akan menempati apartemen itu. Jadi saya khawatir bagaimana pengawasan pihak imigrasi dengan legalitas kewarganegaraan mereka,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, R Simangunsong saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Polonia, Selasa (14/1/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan mengatakan, pengawasan ketat dari pihak imigrasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi overstay serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Imigrasi bertugas dalam pengawasan orang asing di Indonesia dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan bangsa, kita sangat berharap kepada imigrasi ini,” ucapnya.

Sitorus juga mengatakan, kunjungannya itu dalam rangka memperkuat koordinasi dengan imigrasi agar lebih maksimal lagi dalam melaksanakan pelayanan di masyarakat.

“Harapan kita dengan pertemuan ini, kita bisa meningkatkan koordinasi dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani, mempertanyakan kelebihan e-Paspor yang akan aktif pengurusannya di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia pada 26 Januari 2020 mendatang.

“Apa bedanya dengan paspor biasa, dan bagaimana persiapan kita untuk e-Paspor ini? Kemudian masalah TKI apa upaya imigrasi mencegah tenaga kita keluar negeri yang tidak sesuai prosedur karena sampai saat ini banyak juga kita kebobolan,” ucapnya.

Menjawab anggota dewan, Plt Kakanwil Imigrasi Kelas 1 TPI Polonia, Sabarita Ginting menjelaskan, bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran terhadap hotel-hotel dan penginapan di Kota Medan dimana mereka harus melaporkan kepada puhak imigrasi tentang status kewarganegaraan tamunya.

“Tapi sampai saat ini hotel-hotel yang masuk di wilayah kerja kami belum ada tamu orang asingnya. Dan kami juga menyisir rumah-rumah penduduk yang menginapkan orang asing,” jelasnya.

Sedangkan untuk apartemen Podomoro, Sabarita mengakui akses imigrasi memasuki gedung-gedung tinggi itu sangat terbatas, sama halnya dengan yang terjadi di Jakarta. Tapi karena ada kerjasama dengan tim Pengawasan Orang Asing (Pora) dengan Pemda setempat, hingga dapat diketahui siapa yang memiliki tempat tersebut.

“Podomoro masuk wilayah kerja Kanim khusus Gatot Subroto, tapi kita barangkali bisa operasi bersama yang dikelola divisi imigrasi dan akan membuat tim lagi dari DPRD untuk mengawasi tamu WNA di Podomoro,” ucapnya.

Ia juga memaparkan total penerbitan paspor periode Januari-Desember 2019 yakni sebanyak 60.284 orang dan 172 orang dilakukan penolakan permohonan karena data TKI non prosedural. Untuk total kedatangan WNI dan WNA sebanyak 116 orang dan tot keberangkatan 265 orang.

“Kalau pelayanan WNA yang masuk ada 203 orang dari 27 kebangsaan yakni paling banyak dari Filipina, Malaysia, China, India dan Korea Selatan. Untuk tindakan keimigrasian yang dideportasi sebanyak 26 orang ada dari China, Bangladesh, Malaysia dan Timor Leste,” paparnya.

Lanjut Sabarita, untuk paspor biasa dan e-Paspor sama-sama berbentuk buku namun perbedaan utamanya adalah pada chip yang terdapat di dalam e-paspor. Melalui chip itu dapat diketahui data biometrik yang meliputi sidik jari dan wajah pemegang paspor yang bisa dilihat lewat mesin pemindai.

“Di paspor biasa, biodata juga hanya tersimpan dalam data Simkim pusat. Tetapi untuk e-paspor, data sudah tersimpan di dalam mikro chip pada paspor itu sendiri dan juga data di Simkim pusat. Selain perbedaan dalam penyimpanan data, pengguna e-paspor yang akan ke Jepang juga bakal mendapatkan fasilitas bebas visa,” ucapnya. (Rom)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 09:12 WIB

Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid

Wakil Ketua DPRD Medan mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membenahi jembatan gantung yang terletak di Jalan Avros ...
Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 08:55 WIB

Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri

Zainuddin alias Udin Tompel, diduga bunuh diri dengan cara bakar diri di kediamannya di Lingkungan VIII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan ...
Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:57 WIB

Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan menerima kunjungan kerja anggota DPRD Batubara, Selasa (28/1/2020). Pertemuan digelar di Ruangan Banmus, Lantai II, ...
Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:32 WIB

Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak

Berulang kali mencuri sepedamotor dari berbagai tempat di wilayah hukum Polrestabes Medan, Andrian Sihombing alias Gembel (22), akhirnya ditangkap personel ...
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:13 WIB

Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, melalui tim Huraba Reaksi Cepat (HRC) Polres Tapsel, menyerahkan bantuan berupa meja dan ...
Loading...

Loading…