Sabtu, 25 Januari 2020 | 09.12 WIB
Metro24Jam>News>Ikan Thailand Masuk ke Medan, Distanla Butuh Lab Berjalan Untuk Deteksi Formalin

Ikan Thailand Masuk ke Medan, Distanla Butuh Lab Berjalan Untuk Deteksi Formalin

Selasa, 14 Januari 2020 - 20:08 WIB

IMG-86659

Komisi IV DPRD Medan dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak saat Kunker ke Distanla Medan. (ist/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan laboratorium dan fasilitas pendukung untuk mendeteksi ikan mengandung formalin.

Adanya laboratorium tersebut diharapkan akan membantu petugas mendeteksi ikan-ikan yang diduga mengandung formalin yang beredar di pasar tradisional di Medan.

Hal itu disampaikan Ikhsar saat Komisi IV DPRD Medan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan di Jalan Selambo, Selasa (14/1/ 2020).

“Laboratorium itu penting. Karena, sejauh ini kita kesulitan untuk mendeteksi ikan mengandung formalin yang beredar di Medan,” kata Ikhsar kepada rombongan Komisi IV yang dipimpin Paul Mei Anton Simanjuntak.

Turut dalam kunjungan kerja itu, anggota Komisi IV, M Rizki Nugraha, Hendra DS, Dame Duma Sari Hutagalung, Daniel Pinem serta Antonius Tumanggor.

Saat ini, pengawasan ikan yang dijual di pasaran, menurut Ikhsar, masih dilakukan secara manual. Karena itu, petugas atau pegawai yang membidangi perikanan belum bisa melakukan pengawasan maksimal.

“Mobil laboratorium untuk mendeteksi ikan diduga mengandung formalin menjadi hal yang mendesak. Ini bertujuan agar masyarakat memperoleh ikan dengan kualitas yang baik dan higienis,” bilangnya.

“Ikan yang beredar di pasar tradisional tidak hanya berasal dari Medan saja, tetapi luar Medan juga seperti Sibolga, Tanjungbalai, Serdang Bedagai hingga Aceh. Untuk itu, membutuhkan pengawasan dengan peralatan,” ujar Ikhsar.

Selain itu, ikan-ikan dari Thailand saat ini sudah dijual bebas di pasar-pasar swalayan.

“Sebelum didisitribusikan, ikan yang masuk harusnya diperiksa petugas agar tak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya termasuk formalin. Dengan begitu, tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan karena sudah melalui tahapan pemeriksaan,” terang Ikhsar.

Dia mengatakan, untuk pengawasan ikan berformalin, setidaknya dibutuhkan fasilitas laboratorium berjalan atau mobil yang dilengkapi dengan peralatan laboratorium.

Di kota-kota besar sudah ada mobil laboratorium untuk mendeteksi ikan berformalin. “Apabila sudah ada laboratorium berjalan untuk memeriksa ikan-ikan yang mengandung formalin tentunya akan maksimal,” ucapnya.

Pihaknya saat ini sudah mengajukan pengadaan mobil yang dilengkapi peralatan laboratorium sebanyak dua unit kepada Pemko Medan. Namun, sampai sekarang usulan itu belum disetujui.

Dalam kesempatan itu, Ihksar juga menyebutkan bahwa perlunya dukungan dari DPRD Medan untuk menjadikan PD Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi UPT Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan.

Sebab, di beberapa daerah seperti di Deliserdang, Siantar dan beberapa daerah lainnya di Sumut bahwa RPH berada dibawah naungan Dinas Pertanian.

Menyahuti pernyataan itu, Komisi IV sepakat agar Dinas Pertanian dan Kelautan untuk kembali mengajukan anggaran pengadaan laboratorium pendeteksi ikan berformalin.

Komisi IV mendukung wacana yang diajukan Distanla Medan untuk pengadaan mobil laboratorium. Pun begitu, harus memastikan dan menjamin pemanfaatan fasilitas negara tersebut benar-benar efektif sehingga tidak membuang-buang anggaran.

“Memang perlu itu ada mobil laboratorium Dinas Kelautan untuk mengecek ikan-ikan. Karena, sama-sama kita ketahui ikan yang beredar di pasar tak menutup kemungkinan diduga mengandung formalin,” kata Paul. (Rom)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Perumnas Mandala Memanas, 2 Kelompok Warga Saling Serang, Diduga Buntut Penertiban Lapo Tuak
Metro 24 Jam - Sabtu, 25 Januari 2020 - 03:33 WIB

Perumnas Mandala Memanas, 2 Kelompok Warga Saling Serang, Diduga Buntut Penertiban Lapo Tuak

Ratusan masa dari dua kubu terlibat aksi saling serang mengunakan batu di seputaran Jalan Belibis dan Rajawali, Perumnas Mandala, Kelurahan ...
Pemilik Toko Kelontong Ditikam dan Dirampok, Suami Korban Sempat Bertemu Pelaku
Metro 24 Jam - Jumat, 24 Januari 2020 - 19:43 WIB

Pemilik Toko Kelontong Ditikam dan Dirampok, Suami Korban Sempat Bertemu Pelaku

Ernika Saragih (51), terkapar setelah ditikam perampok di dalam Toko Citra, di Jalan Lintas sumatera Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk ...
Pria Asal Perbaungan Rampok dan Tikam Wanita Pemilik Toko Kelontong di Batubara
Metro 24 Jam - Jumat, 24 Januari 2020 - 19:02 WIB

Pria Asal Perbaungan Rampok dan Tikam Wanita Pemilik Toko Kelontong di Batubara

Ernika Saragih (51), terkapar akibat ditikam seorang perampok di dalam toko kelontongnya di Jalan Lintas sumatera Desa Binjai Baru, Kecamatan ...
Ketua TP PKK Sergai Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan
Metro 24 Jam - Jumat, 24 Januari 2020 - 18:08 WIB

Ketua TP PKK Sergai Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan

Ketua TP PKK Kabupaten Serdang Bedagai Hj Marliah Soekirman meminta warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Imbauan itu disampaikan melalui ...
Resmikan Warkop Jurnalis Lubukpakam, Kombes Yemi: Goreng Pisang Raja dan Kopinya Mantap!
Metro 24 Jam - Jumat, 24 Januari 2020 - 18:00 WIB

Resmikan Warkop Jurnalis Lubukpakam, Kombes Yemi: Goreng Pisang Raja dan Kopinya Mantap!

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi meresmikan Warkop Jurnalis Warung Pohon Seri, di depan Mapolresta Deliserdang, Jalan Sudirman, Lubukpakam, Jum'at ...
Sambut Imlek, Polres dan Forkopimda Tanjungbalai Gelar Gotong-royong
Metro 24 Jam - Jumat, 24 Januari 2020 - 17:45 WIB

Sambut Imlek, Polres dan Forkopimda Tanjungbalai Gelar Gotong-royong

Menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020, personel Polres bersama Forkopimda dan Ormas Lintas Agama Islam, Kristen dan FKUB Kota Tanjungbalai melaksanakan ...
Loading...

Loading…