Selasa, 26 Mei 2020 | 17.21 WIB
Metro24Jam>News>AKD Sah, 6 Fraksi Sesalkan Tindakan Ketua DPRD Deliserdang, Paripurna Memanas

AKD Sah, 6 Fraksi Sesalkan Tindakan Ketua DPRD Deliserdang, Paripurna Memanas

Senin, 13 Januari 2020 - 21:40 WIB

IMG-86561

Pimpinan DPRD Deliserdang minus Ketua bersama pimpinan 6 fraksi saat ,melaksanakan konferensi pers. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Loading...

DELISERDANG, metro24jam.com – Paripurna pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Deliserdang sempat memanas Senin, (13/1/2020) sempat memanas. Tiga dari 9 partai, masing-masing Gerindra, Demokrat dan PKS menolak pembentukan AKD karena dianggap tidak sah. Sementara, Pemkab Deliserdang disebut-sebut memberikan dukungan terhadap keputusan 3 partai tersebut.

Sidang paripurna pembentukan lanjutan AKD untuk Dewan Kehormatan dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) sama tidak dihadiri Bupati Ashari Tambunan, begitu juga ketua DPRD Zaki Sahri (13/1/2020).

Pada paripurna tersebut, tak satu pun perwakilan eksekutif yang hadir, mulai dari kelas pejabat hingga staf.

Kondisi itu membuat beberapa anggota dewan terlihat berang. Bayu Sumantri Agung tampak paling emosi saat itu. Bayu dan rekan-rekannya yang lain berpendapat, ketidakhadiran utusan eksekutif maupun pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menandakan Pemkab juga meragukan apa yang sudah dilakukan para wakil rakyat selama ini.

“Kalau mereka hari ini tidak mau mengakui kita, ke depan kita juga harus sepakat kawan-kawan untuk juga tidak mau mengakui mereka. Hari ini perwakilan eksekutif tidak ada satupun yang hadir termasuk OPD tidak ada yang mau datang hadir,” ketus Bayu saat interupsi di paripurna.

Hal senada juga sempat diucapkan politisi Golkar, Zul Amri yang mempertanyakan apa yang terjadi ini kepada Sekretariat DPRD.

Zul Amri mempertanyakan apakah undangan paripurna telah disampaikan kepada Bupati dan OPD. Mendengar jawaban bahwa undangan sudah disampaikan, dia pun langsung mengajukan keberatan.

“Seyogyanya paripurna itu harus dihadiri oleh eksekutif. Kalau hari ini tidak datang ada apa ini?” kata Zul Amri.

Pada paripurna itu disepakati dan disahkan bahwa untuk jabatan Ketua Bapemperda dipegang oleh Zul Amri (Golkar) dan Wakil Ketua Joni Hendri (PDIP), sedangkan Ketua Badan Kehormatan diisi Siswo Adi Suwito (Golkar) dengan Wakil Ketua Muhammad Adami (PPP) dan anggota Agustiawan (PDIP), Rahman (Golkar) serta Maya Synta Sianturi (Nasdem).

Usai paripurna pembentukan AKD, tiga Pimpinan DPRD dan 6 Ketua Fraksi melakukan konferensi pers di ruang pimpinan. Mewakili Pimpinan, Nusantara Tarigan menegaskan kalau pembentukan AKD sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada.

Setiap pengambilan keputusan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan lantaran sudah lebih dari kuorum.

“Kalau ada yang bilang tidak sah menurut hukum, kami mau tau juga dari lembaga mana yang menyebut tidak sah. Kita sudah minta pandangan dari Biro Otda Pemprov dan Kemendagri, enggak ada bilang enggak sah. Hanya saja disebut seluruh anggota fraksi wajib masuk di AKD. Oleh sebab itu kami ingin sampaikan jika ada yang menilai ini cacat hukum silahkan PTUN kan karena kami sudah berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkas Nusantara.

Sementara itu Ketua Fraksi PPI Misnan Aljawi menegaskan bahwa dirinya mewakili 6 fraksi ingin mengaskan kepada rakyat Deliserdang bahwa pengesahan paripurna AKD sudah sah dan tidak ada cacat hukum, sesuai PP 12 dan Tatib DPRD Deliserdang.

“Kita sangat membantah apa yang dilontarkan oleh Ketua DPRD Deliserdang di media yang mengatakan AKD tidak sah dan anggaran DPRD tidak boleh digunakan. Ini hal yang keliru dan perlu diluruskan,” katanya.

Paripurna AKD, lanjut Misnan, sudah disepakati semua fraksi. “Seluruh ketua fraksi dan 4 pimpinan sudah rapat dan sepakat untuk mengirimkan nama-nama di AKD dan undangan paripurna ditandatangani langsung Ketua DPRD Deliserdang,” jelasnya.

“Namun, 3 fraksi minta pengesahan AKD ini ditunda. Ini tidak masuk di akal, karena menurut kami mereka minta ditunda karena kalah voting ketika pemilihan pimpinan di AKD. Enam fraksi sudah sepakat pemilihan ketua AKD dengan sistem voting,” imbuhnya.

Politikus PPP ini mengatakan, pimpinan DPRD itu bersifat kolegtif kolegial. Artinya ketika Ketua DPRD tidak hadir memimpin rapat paripurna, tetap bisa dilanjutkan dengan dipimpin wakil ketua, dengan kesepakatan bersama 3 pimpinan lain, asalkan jumlah anggota yang hadir sudah quorum.

“Apalagi ketika paripurna AKD kemaren, Ketua DPRD hadir memimpin rapat, tapi meninggalkan ruangan, maka secara atomatis bisa digantikan oleh wakil-wakil ketua, tidak mesti didelegasikan kepada Wakil Ketua 1,” jelasnya.

Memimpin DPRD, lanjut Misnan, tidak seperti memimpin partai. “Kalau kita memimpin rapat di partai tidak ada kolektif kolegial. Ketika pimpinan partai tidak suka, rapat bisa dihentikan, beda dengan DPRD. Ini lembaga negara, ada aturan dan Juknis yang harus di ikuti. (fan)

BACA JUGA:
Paripurna AKD DPRD Deliserdang ‘Tegang’, Pimpinan Sidang dan 3 Fraksi Walk Out

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Bupati Deliserdang Sidak ASN, Prihatin Lihat Kantor Sat Pol-PP, Semangati Damkar

Bupati Deliserdang Sidak ASN, Prihatin Lihat Kantor Sat Pol-PP, Semangati Damkar

Bupati Ashari Tambunan didampingi Wakil Bupati M Ali Yusuf Siregar serta Sekdakab Darwin Zein melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekretariat ...
Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Pertengkaran sepasang suami istri berusia belasan tahun membuat geger warga Dusun III, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang, Minggu (24/5/2020) ...
570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubukpakam Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara memberi remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 kepada ...
Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Pelajar SMA Wahyu Abdilah (16), warga Jalan Perjuangan, Huta VI, Nagori Purba Sari, Tapian Dolok, Simalungun tewas setelah mengalami kecelakaan ...
Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Warga Huta Dolok Sinumbah, Nagori Mancuk, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, digegerkan dengan temuan sesosok mayat pria yang tergantung dengan ...
Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Satuan Reskrim Polres Batubara akhirnya menetapkan 3 tersangka dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian Yunus Nduru (20), di kediamannya di ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…