Minggu, 29 Maret 2020 | 02.51 WIB
Metro24Jam>News>Narsisnya Reynhard Sinaga, Selalu Berpergian dan Tak Pernah Kehabisan Uang, Hingga Tesis Gagal

Narsisnya Reynhard Sinaga, Selalu Berpergian dan Tak Pernah Kehabisan Uang, Hingga Tesis Gagal

Selasa, 7 Januari 2020 - 08:36 WIB

IMG-86058

Reynhard Sinaga dalam salah satu kunjungannya ke Danau Toba. (Facebook)

Loading...

MANCHESTER, metro24jam.com – Reynhard Sinaga (36), telah dijatuhi vonis 60 tahun penjara oleh pengadilan Great Manchester, Senin (6/1/2020). Dalam putusannya, hakim menegaskan bahwa pria kelahiran Jambi itu wajib menjalani setengah masa hukuman tersebut baru boleh mengajukan permohonan bersyarat.

Reynhard sebelumnya didakwa telah memperkosa 48 pemuda Manchester dengan cara memberikan sejenis obat kepada mereka agar para korbannya itu tertidur. Setelah itu, Reynhard melampiaskan nafsunya kepada para korban dan merekamnya menggunakan ponsel pribadinya.

Perbuatan Reynhard akhirnya terungkap, setelah salah seorang korbannya tersadar dan merampas ponsel yang digunakan untuk merekam adegan mesum tersebut sebelum membuat pengaduan ke polisi.

Para korban awalnya enggan melaporkan peristiwa yang dialami mereka ke pihak kepolisian, bahkan keluarga atau teman dekat. Namun, imbauan pihak kepolisian akhirnya membuat satu per satu para korban berdatangan ke kantor polisi dan mengaku telah menjadi korban keganasan pria yang akrab disapa Rey itu.

“Permintaan pertama saya kepada siapa pun yang mungkin merasa bahwa mereka telah melakukan kontak dengan Reynhard Sinaga adalah mengingat kembali apakah mereka telah keluar pada malam hari dan bertemu seseorang seperti Reynhard Sinaga,” kata Asisten Kepala Polisi Great Manchester, Mabs Hussain, seperti dikutip dari DailyMail, Senin (6/1/2020).

“Kami memiliki tim ahli yang sudah siap menunggu, kami memiliki saluran bantuan di mana semua nomor-nomornya selalu aktif dan kami bekerjasama dengan layanan dari para spesialis termasuk Pusat Rujukan Penyerangan Seksual St Mary, Survivors Manchester dan Victim’s Services,” imbuhnya.

“Pada awal dimulainya investigasi ini, tujuan utama kami selama ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para korban dan saya meminta mereka untuk tampil. Kami memiliki layanan spesialis untuk memberikan dukungan itu,” jelasnya.

“Kami meyakini bahwa Reynhard Sinaga adalah pemerkosa paling produktif di Inggris. Dan alasan saya mengatakan itu, karena pada informasi dan bukti yang kami curigai, ada total lebih kurang 190 orang yang menjadi korban,” bebernya.

“Kami tidak bisa memberi jumlah pasti karena sejumlah alasan. Empat puluh delapan dari mereka telah mendukung penuntutan pidana,” lanjutnya.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Reynhard Sinaga sedang menunggu calon korbannya. (Dok Kepolisian Manchester/SkyNews)

Hussain menjelaskan, dari 190 orang yang diduga telah menjadi korban, ada sekitar 70 yang masih harus diidentifikasi ulang. Dia menjelaskan, petugas melakukan penyelidikan yang sangat sangat sulit karena harus memutar film sebesar 3 terabyte atau setara dengan menonton 1.500 film DVD.

“Salah satu petugas saya menggambarkannya seperti menyusun sebuah jigsaw tanpa gambar, karena tidak jelas bagian mana yang merupakan pelanggaran. Setiap kunjungan ke masing-masing korban ini harus direncanakan dengan cermat dan cermat,” lanjutnya.

Menurut Hussain, Reynhard Sinaga merupakan ‘predator seksual bejat’ yang telah mengambil keuntungan dari rasa percaya para pemuda yang menjadi korbannya.

“Saya pikir kita perlu lebih sedikit berkonsentrasi pada Reynhard Sinaga sebagai individu dan lebih fokus pada setiap individu korban yang telah mendukung penuntutan atau memberikan bukti dan informasi. Saya tidak membayangkan apa yang harus mereka (korban) alami, apa yang harus mereka lalui dan apa yang masih mereka jalani sampai hari ini,” pungkasnya.

Reynhard diketahui datang ke Inggris pada 2007 silam untuk melanjutkan studinya meraih pasca sarjana. Dia kemudian lulus dari University of Manchester pada tahun 2009 dengan gelar MSc dalam Perencanaan dan pada 2011 meraih gelar MA dalam Sosiologi.

Tidak Pernah Menyembunyikan Orientasi Seksual

Seperti dilaporkan mayoritas media ternama di Inggris, tidak ada masalah bersifat seksual, atau lainnya selama dia menjalani studi di universitas. Pria yang selalu hadir di gereja itu tinggal di pusat kota Manchester selama lebih dari satu dekade.

Kondisi kamar tidur Reynhard Sinaga saat digeledah pihak kepolisian. (Dok Kepolisian Manchester/SkyNews)

TheGuardian memberitakan, Rey tidak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya di Manchester, di mana dia biasa mangkal di Canal Street dan di Gay Village. Memberikan bukti dalam persidangan keempat, Sinaga mengatakan menggunakan aplikasi kencan gay termasuk Grindr dan Hornet.

Dia disebut memilih untuk tinggal dekat Gay Village dan Canal Street karena sikap terhadap homoseksualitas di sana sangat berbeda dibandingkan di Indonesia.

Rey juga dilaporkan memiliki sekelompok kecil teman dekat yang percaya bahwa dia ramah dan baik hati.

Teman-temannya mengaku, mereka sama sekali tidak menduga tentang kejahatan Rey. Beberapa dari mereka bahkan menggambarkan, bahwa Rey sempat berubah menjadi pria heteroseksual dan olahragawan.

Dia akan membanggakan diri kepada teman-teman tertentu dari kesalahan seksualnya, seringkali dengan laki-laki heteroseksual yang kemudian diduga telah diperkosanya.

Pada Juli 2015, melalui WhatsApp yang dibacakan kepada juri, Rey memberi tahu seorang temannya bahwa teman apartemennnya sudah pindah. “Kau bisa mendapatkan banyak cowok straight straight,” kata temannya.

Rey kemudian menjawab dengan foto korban terbarunya yang sedang pingsan: “Hahaha. Maksud mu seperti ini?”

“Selalu ada yang baru. Sialan kau, bisa mendapatkan perbedaan langsung setiap minggu,” sahut temannya menambahkan.

Meski begitu, teman-teman mengatakan, Rey selalu tertutup tentang kamarnya. Pada Januari 2015, setelah memperkosa seorang pria berusia 19 tahun, Rey mengatakan melalui grup WhatsApp bahwa ia telah menjemput seorang pria malam sebelumnya yang berdebat dengan pacarnya di Factory Club.

“SuperRey menyelamatkan anak laki-laki hetero dari pacar mereka yang mengerikan,” bualnya sembari mengirim foto korban.

Seorang teman menjawab, “Akhirnya saya bisa melihat bagian dalam kamar Rey, saya selalu dilarang untuk pergi di belakang pintu ajaib hahaha.

“Kamu selalu berteriak, ‘Tidaaaak itu berantakan!’ Lalu kita bercanda mayat laki-laki menumpuk di bawah tempat tidur haha,” tulis temannya tersebut.

Selalu Berpergian

Rey sempat menjalin beberapa hubungan jangka pendek. Seorang teman wanita mengenang seorang pacar yang bekerja di hotel Ibis di seberang apartemennya di Princess Street.

“Dia tidak bisa menerima penolakan dengan baik,” katanya. Karena Rey mengancam hendak meminum cairan pemutih ketika diputus pacarnya.

Barang bukti ponsel yang digunakan Reynhard Sinaga untuk merekam adegan mesumnya. (Dok Kepolisian Manchester/SkyNews)

Sementara teman lainnya mengaku heran dari mana Rey mendapatkan uang. Dia memang pernah bekerja musiman di perusahaan pakaian Next, dan tak lama kemudian menjadi pengawas ujian. Rey disebut tidak bisa bertahan pada satu pekerjaan dan uniknya dia kelihatannya tidak pernah kekurangan uang.

“Dia selalu keluar, selalu pergi berlibur. Kami bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan uangnya karena sepertinya dia tidak pernah bekerja,” kata mereka.

“Dia selalu di [Gay] Village. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang selalu keluar. Dia tidak akan pernah bersama siapa pun [ketika berpergian]. [Tapi] Dia akan menempel terus bersama mu sepanjang sisa malam,” imbuhnya.

Tak Tau Narkoba dan Aktif di Gereja

Ketika kabar bahwa Rey telah ditangkap menyebar di Gay Village, banyak temannya berpikir pasti ada kesalahan–hingga akhirnya mereka bahwa pria itu selalu merekam adegam mesumnya, membuat katalog bersama foto-foto dan mengambil identitas atau kartu bank korbannya.

Kabar Rey telah membubuhi obat bius ke minuman para korbannya, mejadi kejutan lebih lanjut. Teman-temannya dari Gay Village mengatakan bahwa Rey tidak pernah menggunakan narkoba ketika mereka mengenalnya pada awal 2010-an.

Rey juga tidak pernah berbicara tentang pesta Chemsex (pesta seks menggunakan narkoba) atau GHB, tapi hanya selalu menenggak alkohol pada saat dia keluar malam.

Seorang teman dekat yang berkolaborasi dalam proyek fotografi mengatakan, bahwa adalah Rey adalah pria yang manis, bahagia, selalu tersenyum dan tertawa dan disukai semua orang.

Rey yang disebut selalu hadir di Gereja St Chrysostom, dengan bangga akan menyambut semua orang tanpa memandang etnis, usia, status hubungan, kecacatan atau orientasi seksual dan terlepas dari seberapa besar iman yang dimiliki orang tersebut.

Sampai baru-baru ini, Rey masih tampil di blogpost gereja dari 2012, ketika ia membantu proyek Paskah anak-anak dan berbicara tentang anak-anak yang memiliki waktu yang luar biasa.

Pihak gereja memberikan referensi karakter Rey kepada pengadilan, sehingga membuat hakim Suzanne Gooddard QC, berkomentar pada persidangan kedua.

“Hampir tak dapat dipercaya, bahwa seseorang yang menganut Kristen, pada saat yang sama dapat melakukan kejahatan yang luar biasa seperti itu,” sebutnya.

Dua referensi lainnya datang dari ibu kandung dan saudara perempuannya, yang berada di Indonesia. Tapi tak satu pun dari mereka, menurut hakim, yang tahu tentang bahwa Rey adalah pemerkosa dingin, licik dan penuh perhitungan.

Penasehat hukum Rey harus berjuang untuk menyanggah bahwa Rey telah bertindak dengan kemauannya, hingga akhirnya dengan berat hati terpaksa menerima ‘faktor-faktor yang memberatkan dalam kasus tersebut, serta penilaian psikiater dan staf penjara, bahwa Rey sangat berbahaya dan berisiko besar untuk mengulang kembali perbuatannya.

Ajukan Suaka dan Tesis Gagal

Temannya yang lain mengingat bahwa pernah ada seseorang dari gereja berniat membantu Sinaga untuk mendapatkan status pengungsi dengan alasan dia tidak bisa menjadi gay di Indonesia.

Meski begitu, menurut laporan TheGuardian tersebut, apakah benar Rey pernah mengajukan klaim suaka itu masih tidak jelas. Satu hal yang pasti, Rey berhasil terus memperpanjang masa tinggalnya di Inggris dengan melanjutkan studi untuk gelar PhD-nya.

“Dia berusaha menghindari kembali ke Indonesia dan satu cara untuk menghindari itu adalah tetap menjadi siswa selamanya,” kata teman fotografinya.

Setelah meraih dua gelar Master, Rey melanjutkan studi ke Universitas Leeds untuk gelar PhD dalam geografi manusia, yang tidak pernah diselesaikannya.

Pada Agustus 2016, Dia mengajukan tesis berjudul, ‘Seksualitas dan Transnasionalisme Setiap Hari di Antara Pria Gay dan Biseksual Asia Selatan di Manchester’.

Namun, Rey gagal dalam tesis tersebut hingga dia diberi waktu untuk melakukan koreksi.

Sinaga cukup dikenal di antara kelompok temannya. Seorang wanita yang mengenalnya dengan baik hingga 2013 mengatakan, Rey menganggap dirinya sebagai “sedikit Peter Pan”.

Dia terlihat lebih muda dari usianya dan selalu ‘narsis dan agak naif untuk segalanya”. Dia suka mengambil foto narsis dan menjalani kehidupannya online, memposting foto harian.

Foto terakhir diambil pada 1 Juni 2017, sehari sebelum dia ditangkap, menggunakan filter yang memberinya telinga dan kacamata hitam merah muda. (dm/guar/asp)

BACA JUGA:
Reynhard Sinaga, dari Mahasiswa Pasca Sarjana Hingga Jadi Predator Malam Pemuda Manchester
Perkosa 195 Pemuda di Inggris, Pria Batak Asal Jambi Ini Dihukum Penjara 60 Tahun

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Pulang dari Malaysia ‘Meliuk-liuk’, 3 TKI Ilegal ‘Cantik’ Ini Diamankan Polisi Tanjungbalai

Pulang dari Malaysia ‘Meliuk-liuk’, 3 TKI Ilegal ‘Cantik’ Ini Diamankan Polisi Tanjungbalai

Menempuh perjalanan 'meliuk-liuk' (rumit) dari Malaysia, sesuai penampilan mereka, tiga pria berpenampakan wanita diamankan polisi begitu masuk ke Kota Tanjungbalai, ...
Uspika Girsang Sipangan Bolon Imbau Warga Hindari Keramaian

Uspika Girsang Sipangan Bolon Imbau Warga Hindari Keramaian

Unsur pumpinan Kecamatan (Uspika) Girsang Sipangan Bolon (Girsip), mengimbau masyarakat setempat untuk menghindari lokasi keramaian sebagai upaya memutus mata rantai ...
Kerahkan Mobil Water Canon dan Damkar, Kota Tanjungbalai Disemprot Disinfektan

Kerahkan Mobil Water Canon dan Damkar, Kota Tanjungbalai Disemprot Disinfektan

Forkopimda Tanjung Tanjungbalai melakukan penyemprotan disinfektan di pusat kota Tanjungbalai untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Sabtu (28/3/2020). Pelaksanaan ...
Perayaan Akhir Masa Sekolah Berujung Duka, Rekreasi ke Sampuran Pollung, 3 Siswi SMKN Doloksanggul Tenggelam, 1 Tewas

Perayaan Akhir Masa Sekolah Berujung Duka, Rekreasi ke Sampuran Pollung, 3 Siswi SMKN Doloksanggul Tenggelam, 1 Tewas

Perayaan berakhirnya masa sekolah dari sejumlah siswi SMK Negeri 1 Doloksanggul berujung duka. Seorang pelajar tewas setelah tenggelam di Air ...
Pickup Tabrak 2 Motor, Seorang Mahasiswa Sergai Tewas, Temannya Patah-patah, 3 Lagi Luka-luka, TKP: Sei Buluh

Pickup Tabrak 2 Motor, Seorang Mahasiswa Sergai Tewas, Temannya Patah-patah, 3 Lagi Luka-luka, TKP: Sei Buluh

Satu unit mobil pickup menabrak 2 sepedamotor di Jalan Lintas Sumatera Medan - Tebing Tinggi, KM 46-47, tepatnya di jembatan ...
Pemkab Deliserdang Kerahkan Mobil Damkar Semprot Disinfektan di Seluruh Kecamatan

Pemkab Deliserdang Kerahkan Mobil Damkar Semprot Disinfektan di Seluruh Kecamatan

Antisipasi penyebarluasan Virus Corona (Covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Selain sosialisasi kepada masyarakat, Pemkab Deliserdang juga berupaya melakukan pencegahan ...
Loading...