Rabu, 23 Juni 2021 | 12.17 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Truk Bawa Kayu Gelondongan Sering Melintas Jalinsum di Parapat-Siantar, Illegal Logging di Simalungun Diduga Masih Berlanjut

Truk Bawa Kayu Gelondongan Sering Melintas Jalinsum di Parapat-Siantar, Illegal Logging di Simalungun Diduga Masih Berlanjut

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:39 WIB

IMG-84495

Truk Mitshubishi roda enam BK 8566 TC terparkir di Jalan Lintas Sumatera Parapat-Siantar dengan muatan kayu gelondongan. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Satu unit truk Mitshubishi roda enam membawa muatan puluhan potongan gelondongan kayu yang belum diketahui jenisnya dengan diameter lebih kurang 1 meter, terlihat melintas di sepanjang Jalinsum Parapat-Kota Pematangsiantar, Kamis (12/12/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

Truk roda enam dengan nomor plat polisi, BK 8566 TC, itu sempat diparkir di kawasan Jalinsum, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun.

Metro24jam.com mendatangi lokasi parkir truk dan menemui seorang pria yang mengaku bernama Reyhan (35), warga Jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun.

Saat ditanyai asal dan jenis kayu, pria kurus tersebut mengatakan bahwa kayu tersebut ditebang dari Kecamatan Hatonduhan.

“Kayu Jati sama Sengon bang. Ditebang dari daerah Kecamatan Hatonduhan. Kalau beratnya berkisar 10 ton bang,” katanya, sembari menjelaskan bahwa truk tersebut terpaksa parkir di sana sejak Rabu (11/12/2019) tengah malam kemarin karena mengalami kerusakan.

Dia juga membantah bahwa kayu gelondongan tersebut diambil dari Hutan Sitahoan, di daerah destinasi wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun. “Gak lah bang, kami tebang kayu ini dari Hatonduhan, dan kayu ini kami beli dari warga di sana,” katanya.

Diketahui, bahwa jarak antara Kecamatan Hatonduhan jika harus melalui Kecamatan Girsang Sipangan Bolon menuju Pematangsiantar cukup jauh mencapai seratusan kilometer. Waktu tempuh dari Hatonduhan ke Pematangsiantar melalui Kecamatan Girsang Sipangan Bolon setidaknya bertambah lebih dari 2 jam untuk kecepatan sedang.

Padahal menurut Reyhan, kayu-kayu itu rencananya akan dibawa ke salah satu sawmill di Kota Tebing Tinggi.

Tapi ketika ditanya kenapa truk harus melintas Jalinsum Parapat-Siantar, pria tersebut berdalih bahwa mereka tidak diperbolehkan melintasi jalan umum Tanah Jawa-Siantar karena jembatan di daerah Kecamatan Tanah Jawa dalam keadaan terputus.

“Kami lewat sini karena truk dilarang melintas dari jembatan Tanah Jawa. Makanya jadi mutar-mutar kami.” katanya.

Namun, saat dipertanyakan surat kelengkapan izin penebangan dan pemanfaatan kayu jenis Jati dan Sengon dimaksud, Rayhan akhirnya mengaku bahwa dia bukan supir truk tersebut.

“Kenek (kernet) nya aku bang. Supir tadi pagi pergi manggil toke Jadi gak ngerti ngerti aku kalau soal surat-surat kayu ini. Jika abang tanya surat-surat kelengkapannya kayu ini, langsung sama supir saja,” jawabnya.

“Kami semalam lewat jalan pemotongan tembus ke Simpang kawat, Tiga Dolok,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang warga di sekitar lokasi mengatakan, kayu-kayu tersebut diduga berasal dari aktivitas ‘illegal logging’ alias perambahan hutan tanpa izin di wilayah Simalungun.

“Illegal logging kita akui masih ada. Hanya saja kita tidak bisa banyak berbuat. Kita sudah coba terus berbuat dengan cara melaporkan ke dinas terkait dan penegak hukum,” sebut warga yang ditemui di sekitar lokasi penampakan truk tersebut.

“Namun faktanya, tetap saja ada kita lihat melintas truk dengan muatan kayu gelondongan,” imbuhnya.

Pria itu mengungkapkan, beberapa truk Toyota ‘Buaya’ diduga milik SMT, yang merupakan pemilik sawmill di Kota Pematangsiantar, juga kerap melintas pada jam-jam tertentu di sepanjang Jalinsum Parapat-Siantar, dengan membawa kayu gelondongan.

“Kasus yang paling banyak ditemukan di daerah kami selama ini adalah cukong dan pemilik pengakutan berdalih menebang dan mengangkut kayu rakyat (KR) yang dikatakan bukan berasal dari kawasan hutan, melainkan diberdalih dari kawasan lahan hak penggunaan lain (HPL) yang memiliki potensi kayu alam,” sebut dia.

“Itu bisa saja diambil. Tapi, kan ada proses perizinannya. Namun, tetap saja ada indikasi pemalsuan dokumen. Misalnya, izinnya di sini, tapi mengambil kayunya di tempat lain,” bebernya.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawasan dan melaporkan ke pihak penegak hukum dan Dinas Kehutanan, agar kerusakan hutan di seputaran Parapat akibat illegal logging atau petambahan hutan bisa sedikit berkurang.

“Kita terus lakukan laporan dan pengawasan. Kalau ada yang tertangkap, kita minta ditindak sesuai aturan. Sebab tindak pidana bidang kehutanan adalah perbuatan melanggar ketentuan Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) dengan ancaman sanksi pidana bagi barangsiapa yang secara melawan hukum,” pungkasnya dengan logat daerah yang kental.

Terkait hal dugaan illegal logging tersebut, Metro24jam.com coba mengonfirmasi Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu SIK melalui Kasat Reskrim AKP M Agustiawan SIK. Sayang, perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu terkesan irit memberikan keterangan.

“Siap bang, kita cek, terimakasih infonya,” jawabnya singkat melalui pesan Aplikasi WhatsApp Kamis (12/12/2019) malam. (age)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Golkar Siantar Laporkan Pemilik Akun Murni Purba

Golkar Siantar Laporkan Pemilik Akun Murni Purba

Sejumlah pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Pematang Siantar melaporkan pemilik akun Facebook, Murni Purba, ke Polres Pematang Siantar, Selasa ...
Emosi Disebut Monyet dan Jomblo, Pria Ini Tikam Leher Teman Kerja, Tewas!

Emosi Disebut Monyet dan Jomblo, Pria Ini Tikam Leher Teman Kerja, Tewas!

Pria bernama Zulkarnain ini ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Sunggal lantaran telah membunuh rekan kerjanya, Rendy alias Bagong (22), Sabtu ...
3 Hari Pipa PDAM Pecah, Lalulintas di Jalinsum Tanjung Morawa Macet

3 Hari Pipa PDAM Pecah, Lalulintas di Jalinsum Tanjung Morawa Macet

Pipa PDAM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di samping Rumah Makan Wong Rame, Kecamatan Tanjung Morawa, mengalami kebocoran akibat ...
Siap-siap Pesta Sabu Oknum Pengacara di Siantar dan Rekannya Ditangkap, 1 Lagi Pengedar Ganja

Siap-siap Pesta Sabu Oknum Pengacara di Siantar dan Rekannya Ditangkap, 1 Lagi Pengedar Ganja

Seorang oknum pengancara ditangkap oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar, Sabtu (19/6/2021) kemarin. Ia diciduk bersama rekannya, diduga ...
Kelurahan Lubukpakam III Gelar Vaksinasi Massal

Kelurahan Lubukpakam III Gelar Vaksinasi Massal

Kelurahan Lubukpakam III, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang menggelar vaksinasi massal, Senin (21/6/2021). Kegiatan dilaksanakan di lapangan SD Bertingkat Jalan RA ...
Camat Patumbak Tinjau Kondisi Kerusakan di Jalan Pertahanan

Camat Patumbak Tinjau Kondisi Kerusakan di Jalan Pertahanan

Camat Patumbak, Drs Syahdin Setia Budi Pane didampingi Sekcam Muhammad Kennedy Tarigan SIP MSi dan Kepala Desa Patumbak Kampung, Ahmad ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200