Rabu, 30 September 2020 | 09.26 WIB
Value Impression Banner
Metro24Jam>News>Dua Pengedar Ekstasi Minion Masing-masing Diganjar 8 dan 9 Tahun Penjara

Dua Pengedar Ekstasi Minion Masing-masing Diganjar 8 dan 9 Tahun Penjara

Sabtu, 7 Desember 2019 - 10:36 WIB

IMG-84013

Kedua terdakwa saat mendengarkan pembacaan putusan. (ist/metro24jam.com)

Sky Scrapper Value Impression

MEDAN, metro24jam.com – Dua pengedar 99 butir pil ekstasi berlogo Minion, Sehdo Gautama alias Sedo (28) dan Hendra Frenky alias Hendra (32) dihukum masing-masing selama 9 dan 8 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Putusan terhadap dua warga Jalan Kapten Patimura Gang Saoh Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru tersebut dibacakan di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jum’at (6/12/2019).

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Sehdo selama 9 tahun penjara. Sedangkan Hendra divonis 8 tahun penjara. Keduanya dikenakan untuk membayar denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” tegas majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Terdakwa Sehdo juga sudah pernah dihukum. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya.

“Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas hakim Dominggus.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina yang menuntut masing-masing selama 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Menanggapi putusan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya maupun JPU Rahmi menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini bermula saat Sehdo dihubungi seseorang yang akan membeli ekstasi pada Juli 2019. Saat pembeli ingin memesan ekstasi sebanyak 200 butir, Sehdo berkata bahwa barang haram tersebut belum ada dan akan dikabari apabila sudah ada.

Menanggapi pesanan tersebut, pria berstatus residivis itu menghubungi Hendra untuk menanyakan persediaan ekstasi tersebut pada 7 Juli 2019 sekira pukul 23.30 WIB, Hendra kemudian menghubungi Sehdo dan mengatakan bahwa ekstasi sudah ada dengan harga per butir Rp130 ribu dari harga si penjual.

Namun, kedua terdakwa menaikan harga ekstasi kepada pembeli dengan harga per butir Rp 150 ribu. Apabila laku terjual sebanyak 100 butir, maka kedua terdakwa akan mendapatkan masing-masing Rp 1 juta.

Keesokan harinya, pembeli datang bertemu dengan Sehdo di Gang Saoh dan mereka hendak menjemput ekstasi itu. Lantas, kedua terdakwa dan pembeli berjumpa di Jalan Kuali tepatnya pinggir jalan.

Setelah itu, Hendra menyerahkan sebuah bungkusan plastik tembus pandang berisi ekstasi warna hijau kepada pembeli. Melihat itu, pembeli langsung mengaku adalah seorang polisi yang menyamar dan menangkap kedua terdakwa.

Dari pengakuan kedua terdakwa, mereka mendapatkan ekstasi itu dari seorang temannya bernama Dian. Kedua terdakwa bersama barang bukti dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut. (eza)

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Digrebek Simpan Sabu-sabu di Rumah, Cewek Simpang Bahjambi Ini Ngaku Dapat dari Sini…

Digrebek Simpan Sabu-sabu di Rumah, Cewek Simpang Bahjambi Ini Ngaku Dapat dari Sini…

Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun meringkus seorang wanita yang diduga mengedarkan sabu-sabu di kawasan Simpang Bahjambi, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung ...
Kunjungi Warga Nagori Ambarisan, Ini Pesan H Anton Achmad Saragih

Kunjungi Warga Nagori Ambarisan, Ini Pesan H Anton Achmad Saragih

H Anton Achmad Saragih didampingi politisi Partai NasDem sekaligus anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik mengunjungi Nagori Ambarisan, Kecamatan Sidamanik, Selasa ...
Wanita Dibunuh di Desa Sait Nihuta Humbahas Ternyata Asal Patumbak, Ini 3 Terduga Pelaku!

Wanita Dibunuh di Desa Sait Nihuta Humbahas Ternyata Asal Patumbak, Ini 3 Terduga Pelaku!

Mayat wanita korban pembunuhan yang ditemukan di Dusun Lumban Sonang, Desa Sait Nihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Senin ...
Jenazah Wanita Dimandikan 4 Pria, HMI Siantar Tuntut Dirut RSUD Dr Djasamen Saragih Dicopot dan Diproses Hukum

Jenazah Wanita Dimandikan 4 Pria, HMI Siantar Tuntut Dirut RSUD Dr Djasamen Saragih Dicopot dan Diproses Hukum

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pematang Siantara berunjukrasa ke RSUD Dr Djasamen Saragih, Jalan Sutomo, Selasa (29/09/2020).Dalam ...
Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, Begini Inisiatif Bripka P Tarigan

Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, Begini Inisiatif Bripka P Tarigan

Seorang personel Unit Lantas Polsek Sunggal terlihat melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya Covid-19 bagi masyarakat, Selasa (29/9/2020). Kegiatan tersebut dimaksudkan ...
Dituding Coba Cabuli Remaja Perempuan di Desa Gedangan, Pria Ini Nyaris Diamuk Warga

Dituding Coba Cabuli Remaja Perempuan di Desa Gedangan, Pria Ini Nyaris Diamuk Warga

Seorang pria paruh baya nyaris diamuk warga di Desa Gedangan, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Selasa (29/09/2020).Pria tersebut dituding hendak ...
Value Impression
VI Outstream
Value Impression Video
Awie
MGID

Loading…


Jawa Elektrik