Senin, 25 Mei 2020 | 22.41 WIB
Metro24Jam>News>Protes De’ Glass Residences, Pengembang Dituntut Ganti Rugi Bangunan Warga yang Rusak

Protes De’ Glass Residences, Pengembang Dituntut Ganti Rugi Bangunan Warga yang Rusak

Selasa, 3 Desember 2019 - 21:09 WIB

IMG-83751

Kuasa Hukum Dwi Ngai Santoso Sinaga SH bersama warga memprotes bangunan apartemen De' Glass Residences. (Rom/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Pembangunan apartemen De’ Glass Residences kembali menuai protes dari warga Jalan Gelas, Kelurahan Sei Putih Tengah, Medan Petisah. Aksi protes dilakukan puluhan warga saat itu yang sangat kecewa dengan sikap pengembang, Selasa (3/12/2019).

Menurut warga, selama tiga tahun pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences tidak peduli dengan nasib warga sekitar.

“Kami sudah sejak awal menolak pembangunan apartemen De’ Glass Residences karena tidak melakukan sosialisasi dan tidak mendapatkan persetujuan dari kami sebagai warga sekitar,” kata sejumlah warga saat itu yang melakukan protes.

Dalam aksinya warga mendapatkan pendampingan dari kuasa hukum warga, Dwi Ngai Santoso Sinaga SH yang juga Direktur LBH IPK Sumut.

Dwi dengan tegas mendesak agar Abdul Muis selaku pimpinan PT Nusantara Makmur Permai Indah selaku pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences dapat bertanggung jawab atas kerusakan bangunan milik warga.

“Kita mendesak agar pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences dapat bertanggung jawab atas kerusakan bangunan milik warga ,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikap pengembang yang tidak peduli atas apa yang dialami warga.

Menurut Dwi, pihaknya sudah berungkali menyurati pengembang apartemen De’ Glass Residences tapi hingga saat ini belum mendapatkan hasil.

“Sudah sangat jelas dalam hal ini pihak pengembang terlalu sepele.Karena surat kami sebagai kuasa hukum pin sudah tidak dihargai,” tegas Dwi saat itu langsung mendesak seluruh pekerjaan keluar dari area bangunan dan menghentikan seluruh aktivitas.

Imbasnya saat itu seluruh pekerjaan pun tak melanjutkan aktivitasnya.

Dwi dengan tegas mendesak agar pimpinan PT Nusantara Makmur Permai Indah Abdul Muis selaku pengembang apartemen De’ Glass Residences agar bertanggungjawab.

Wiliam, salah satu kontraktor apartemen saat itu menemui warga dan berjanji akan kembali.

Selama tiga jam lebih warga melakukan aksi hingga akhirnya sejumlah aparat dari Brimob turun ke lokasi.

Wiliam pun akhirnya hadir saat itu serta menyatakan bahwa Direktur sedang melaksanakan umroh.

Pernyataan,Wiliam ini langsung mendapat protes warga bahwa yang disampaikan tersebut tidak benar.

“Yang saudara sampaikan itu umroh bukan direktur, tapi saudara Devi selaku Humas. Anda jangan buang badan,” teriak warga saat itu.

Fernando Sihombing, salah satu warga mengatakan bahwa warga sudah lama melakukan protes atas bangunan apartemen De’ Glass Residences,tapi hingga kini tidak ada itikad baik.

“Hampir tiga tahun kami menderita lihat bagaimana rumah milik kami, seluruh dindingnya retak-retak,tapi tanggungjawab dari pihak pengembang tidak ada.Dan jangan anda katakan Dirut lagi umroh karena yang lagi umroh itu saudara Devi selaku Humas,” ucapnya.

Sihombing merasa kesal, karena pihaknya sudah berungkali mengadu, tapi selalu berjumpa dengan Devi selaku Humas.

“Yang kami butuhkan itu saudara Abdul Muis atau Nyoman harus mau menemui warga,bukan selalu Devi yang tak pernah mendapatkan jawaban yang pasti, selalu membuat sakit hati warga ,” katanya.

Menurut Sihombing, warga sangat kecewa dengan sikap seluruh pihak baik Kepling, lurah maupun camat yang tak peduli akan nasib warga. “Persoalan ini sudah kami protes hingga sampai ke Poldasu. Kami hanya mau tanggung jawab terkait bangunan kami yang rusak,” ucapnya.

Sedangkan Dwi Ngai Sinaga selaku kuasa hukum warga mengatakan bahwa warga sudah melakukan protes tapi hingga kini juga tak diindahkan.

“Saya selaku kuasa warga sudah menyampaikan surat keberatan, tapi tidak pernah digubris. Dan seluruh aksi protes kami melalui surat juga tak pernah digubris, serta saudara Devi pun tak pernah memberikan jawaban yang pasti,” tegasnya.

Sejumlah aparat dari Brimob saat itu mencoba melakukan mediasi agar warga bisa menghentikan aksi protesnya.

“Kami minta seluruh aktivitas pekerjaan dihentikan sampai ada solusi yang terbaik. Dan bila masih ada aktivitas dikawasan ini saya minta warga agar menyampaikan kepada saya.Dan tegas kita sampaikan hentikan aktivitas seluruh bangunan,” tegas Dwi.

Dia juga mengatakan agar warga mendirikan posko untuk memantau aktivitas di kawasan tersebut. (Rom)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Bertengkar dengan Istri di Hari Raya, Pria Muda Gantung Diri di Pohon Karet, Untung Ditolong!

Pertengkaran sepasang suami istri berusia belasan tahun membuat geger warga Dusun III, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang, Minggu (24/5/2020) ...
570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

570 Napi Beragama Islam di Lapas Lubukpakam Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubukpakam Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara memberi remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 kepada ...
Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Ban Mendadak Gembos, RX King Tabrak Ninja di Jalan Medan, Pelajar SMA Tewas

Pelajar SMA Wahyu Abdilah (16), warga Jalan Perjuangan, Huta VI, Nagori Purba Sari, Tapian Dolok, Simalungun tewas setelah mengalami kecelakaan ...
Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Pria di Huta Bayu Raja Ini Akhiri Hidup dengan Kawat Duri, Diduga Stres Karena Banyak Utang

Warga Huta Dolok Sinumbah, Nagori Mancuk, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, digegerkan dengan temuan sesosok mayat pria yang tergantung dengan ...
Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Pemuda 20 Tahun Tewas Dianiaya Keluarga Sendiri di Batubara, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Satuan Reskrim Polres Batubara akhirnya menetapkan 3 tersangka dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian Yunus Nduru (20), di kediamannya di ...
Tiap Hari Minum Tuak, Penyakit Kambuh Pas BAB, Pria Ini Ditemukan Membusuk di Selokan

Tiap Hari Minum Tuak, Penyakit Kambuh Pas BAB, Pria Ini Ditemukan Membusuk di Selokan

Warga Jalan Mangga Ujung, Desa Siabal-abal, Kelurahan BP Nauli, Siantar Marihat, dihebohkan dengan temuan sosok mayat dengan kondisi sudah mulai ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…