Sabtu, 7 Desember 2019 | 15.56 WIB
Metro24Jam>News>Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

IMG-82211

Puskesmas Simpang Bahjambi, Kecamatan Gunung Malela. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan.

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ada sebanyak 37 kasus stunting hanya di Nagori Syahkuda Bayu dan Pematang Sahkuda, Kecamatan Gunung Malela–desa yang masih berdampingan dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Eastern Sumatra Indonesia Palm Oil Mill Bukit Maraja Sipef.

Sedangkan untuk 14 nagori lainnya di Kecamatan Gunung Malela, serta ratusan desa serta kelurahan di 31 kecamatan lainnya di Kabupaten Simalungun, kasus stunting belum diperoleh data pasti.

Diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Anak-anak yang terkena stunting akan tumbuh lebih pendek dibanding anak-anak normal seusianya. Selain itu, stunting akan mengakibatkan anak memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Eni, bidan desa Puskesmas Simpang Bahjambi mengatakan, hingga saat ini dia sudah mencatat ada 17 kasus stunting di desanya.

“Ada tercatat 17 balita saat ini dalam kasus stunting,” katanya saat ditemui Metro24jam.com di kantor Pangulu Pematang Sahkuda, Senin (11/11/2019).

Menurut Bidan Eni, pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi kasus balita stunting di desanya dengan meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil.

“Di antaranya, pemberian uang saku, tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan,” jelas wanita yang juga istri Pangulu Pematang Sahkuda, Suwardi SE.

Namun, menurut beberapa warga di Nagori Pamatang Sahkuda, Dinas Kesehatan Simalungun dinilai masih kurang gencar dalam mensosialisasikan pencegahan stanting.

“Akibatnya, sering terjadi ketidakpahaman atau kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat,” sebut warga yang ditemui di Nagori Pematang Sahkuda.

“Puskesmas juga dianggap kurang berkoordinasi dengan perangkat desa maupun bersosialisasi dalam penerapan pencegahan stunting. Jadinya, beberapa ibu hamil di daerah sini banyak tidak paham soal stunting,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Pangulu Syahkuda Bayu Suyatno mengatakan, kasus stunting di desanya hingga saat ini sudah tercatat 20 kasus.

Menurut dia, kebiasaan warganya yang selama ini masih buang air besar (BAB) di sembarang tempat, terutama kali, yang selalu menjadi tempat MCK, diduga menjadi salah satu penyebab utama kasus stunting.

Untuk pencegahan, saat ini pihaknya dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan memfokuskan pada balita penderita stunting dan ibu hamil. Pihaknya juga sudah membangun 25 unit jamban plus wastafel bantuan dari Kementerian Kesehatan RI.

Jamban warga yang dibangun pihak desa di Nagori Sahkuda Bayu. (Suhendra/metro24jam.com)

“Untuk pencegahan kasus stunting balita, maka penanganan dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan dengan pembangunan sejumlah jamban dan pembuatan wastafel,” kata Suyatno.

Meski begitu, Suyatno tidak merinci biaya dan dana yang diterima pihaknya dari Kementerian Kesehatan RI.

Terpisah, Camat Gunung Malela Andi Syaputra Pasaribu membenarkan bahwa kasus stunting balita terbanyak ditemukan di Nagori Syahkuda Bayu disusul Pamatang Sahkuda.

Namun, Andi berdalih, kasus stunting balita di Kecamatan Gunung Malela tersebut masih tergolong kecil.

“Persentase Kecamatan masih berada di bawah ambang batas, artinya masih di bawah rata-rata,” sebut Andi Pasaribu.

Meski begitu, Andi mengakui bahwa pencegahan kasus stunting balita harus dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan.

“Untuk mencegah dan mengantisipasi kasus stunting balita di antaranya dengan memberikan asupan gizi sejak pertama lahir. Tetapi kesadaran warga terutama ibu-ibu masih kurang untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, terutama mendatangi Posyandu,” katanya.

Metro24jam.com mencoba mengonfirmasi Kepala UPTD Puskesmas Simpang Bahjambi Kecamatan Gunung Malela, Marince Boru Marpaung. Sayang, ketika disambangi ke kantornya, Marince tidak berada di tempat. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Razia Sat Pol-PP Sergai ke Warung Remang, Cewek Asal Kisaran dan 3 Wanita Lainnya Positif Narkoba
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 14:14 WIB

Razia Sat Pol-PP Sergai ke Warung Remang, Cewek Asal Kisaran dan 3 Wanita Lainnya Positif Narkoba

Puluhan perempuan pekerja malam terjaring razia Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan Satuan Polisi pamong Praja (Sat Pol-PP) Serdang Bedagai ...
Suasana Haru Iringi Pelepasan AKBP Eddy Suryantha Tarigan dari Mapolresta Deliserdang
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 13:58 WIB

Suasana Haru Iringi Pelepasan AKBP Eddy Suryantha Tarigan dari Mapolresta Deliserdang

Usai acara penyambutan AKBP Yemi Mandagi dan istri, Polresta Deliserdang melepas AKBP.Eddy Suryanta Tarigan ke tempat tugasnya yang baru, Sabtu ...
Puluhan Perempuan Pekerja Warung Remang Terjaring Razia Sat Pol-PP Sergai
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 13:40 WIB

Puluhan Perempuan Pekerja Warung Remang Terjaring Razia Sat Pol-PP Sergai

Puluhan perempuan pekerja malam dan 3 pria hidung belang terjaring saat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Serdang Bedagai, melakukan ...
‘Turun Gunung ke Bona Pasogit’, Baginda Lumban Gaol Tekad Wujudkan Humbahas yang Maduma
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 12:28 WIB

‘Turun Gunung ke Bona Pasogit’, Baginda Lumban Gaol Tekad Wujudkan Humbahas yang Maduma

Konstentasi Pilkada 2020 di Humbang Hasundutan (Humbahas) semakin ramai dan menarik. Setelah sebelumnya beberapa kandidat bersaing sebagai Bakal Calon ...
Disambut Pedang Pora, AKBP Yemi Mandagi Resmi Jabat Kapolresta Deliserdang
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 12:14 WIB

Disambut Pedang Pora, AKBP Yemi Mandagi Resmi Jabat Kapolresta Deliserdang

AKBP.Yemi Mandagi resmi menjabat sebagai Kapolresta Deliserdang. Kedatangan mantan Kapolres Pelabuhan Belawan itu didampingi istri disambut upacara pedang pora di ...
Dua Pengedar Ekstasi Minion Masing-masing Diganjar 8 dan 9 Tahun Penjara
Metro 24 Jam - Sabtu, 7 Desember 2019 - 10:36 WIB

Dua Pengedar Ekstasi Minion Masing-masing Diganjar 8 dan 9 Tahun Penjara

Dua pengedar 99 butir pil ekstasi berlogo Minion, Sehdo Gautama alias Sedo (28) dan Hendra Frenky alias Hendra (32) dihukum ...
Loading...

Loading…