Rabu, 13 November 2019 | 06.01 WIB
Metro24Jam>News>Pengerjaan Jalan Produksi Kebun Bahjambi Dinilai Asal Jadi, SPI PTPN 4 Diminta Tinjau Lokasi

Pengerjaan Jalan Produksi Kebun Bahjambi Dinilai Asal Jadi, SPI PTPN 4 Diminta Tinjau Lokasi

Sabtu, 9 November 2019 - 12:40 WIB

IMG-82047

Perbaikan jalan produksi PTPN 4 Kebun Bahjambi yang dinilai asal jadi. Foto diambil Kamis (7/11/2019). (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Warga dan pengguna jalan di seputaran kawasan PTPN 4 Bahjambi merasa kecewa dengan perbaikan jalan produksi kebun yang dinilai asal-asalan dan bahkan berpotensi menimbulkan korban. Selain itu, material batu padas yang digunakan diduga bekas pakai dan diambil dari tambang Galian C ilegal.

Satuan Pengawas Internal (SPI) PTPN 4 pun diminta meninjau ke lokasi untuk memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan rekanan atau vendor tersebut.

“Direksi harus dapat mempertanggungjawabkan segala aktivitas dan hasil usahanya, contoh kepada pemegang saham, kreditur, masyarakat dan stake holder lainnya,” jelas sumber kepada Metro24jam.com, Kamis (6/11/2019) kemarin.

Untuk itu, menurut dia, SPI harus melakukan pengawasan internal agar laporan yang dibuat, sebagai wujud transparansi, dapat akuntabel dan dipercaya.

Pria bermarga Hasibuan itu menilai, pengerjaan perbaikan jalan produksi di lingkungan PTPN 4 Bahjambi dianggap tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang sudah ditetapkan, karena tidak maksimalnya pengawasan yang dilakukan terhadap pihak rekanan (vendor).

“Tidak adanya sikap tegas dari pihak PTPN 4 untuk aktifitas pengadaan dan pengerjaan tersebut malah menjadi preseden buruk bagi BUMN itu sendiri. Karena perbuatan melanggar hukum seolah dibiarkan saja, pandangan masyarakat menjadi negatif,” tandasnya.

“Lihat aja ini!” ketusnya, sembari menunjuk ke 6 potongan batu padas yang pengerjaannya dinilai tidak sesuai RKS.

“Perbaikan jalan produksi tentu bertujuan untuk kelancaran pengangkutan hasil produksi dari kebun menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Tapi ini pihak unit tidak melakukan pengawasan. Makanya, pengerjaan ini hampir bisa dipastikan tidak sesuai dengan RKS yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

“Rekanan melakukan perbaikan, dengan jumlah batu padas tidak sesuai dengan peruntukannya, misalnya jumlah kubikasi. Karena itu, PTPN 4 harus mengambil langkah tegas dalam pengawasan,” sebutnya lagi sembari 6 potong batu padas di kubangan air di jalan produksi.

Menurut Hasibuan, dari informasi yang diterimanya, pengadaan ratusan kubik material batu padas itu juga tidak melalui proses tender. “Kabarnya ada penunjukan langsung dari petinggi distrik,” katanya.

Bongkahan batu padas yang dipasang dinilai bisa mengakibatkan kecelakaan. (Suhendra/metro24jam.com)

“Rekanan bisa saja membeli [material] dari lokasi legal. Tapi kalau pengambilannya ilegal, tentu proyeknya juga akan bermasalah. Selain kualitas dari material diragukan, maka proyek tersebut juga jadi bermasalah,” imbuhnya lagi.

“Kalau membeli material di tempat ilegal, mau bayar pajak Galian C-nya di mana, dan atas nama tambang apa. Harga jual pun berbeda. Kalau itu terjadi, maka bisa saja ada indikasi markup harga,” ungkapnya

Terkait hal itu, Metro24jam.com coba mengonfirmasi Manajer Distrik 1 PTPN 4 Dasam Saragih maupun Manajer tanaman PTPN 4 Unit Bahjambi Ferry Muhammad Irwansyah Nasution.

Namun, sampai saat ini ditayangkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak dijawab, meski terlihat sudah dibaca sejak Kamis (7/11/2019) malam.

Terpisah, Dirut PT Perkebunan Nusantara 4, Siwi Peni, yang berhasil dikonfirmasi Metro24jam.com, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

“Kami cek ya. Terimakasih infonya,” kata Siwi Peni melalui pesan WhatsApp Sabtu (9/11/2019) pagi.

Sebelumnya diberitakan, pengerjaan perbaikan jalan produksi PTPN 4, diduga menggunakan material bekas pakai, dan dipasok oleh pengusaha tidak berizin alias ilegal. Hal itu terlihat dari temuan sebongkah batu padas yang sudah ditempel semen kering, Senin (28/10/2019) lalu.(age)

BACA JUGA:
Benahi Jalan Produksi, PTPN 4 Kebun Bahjambi Diduga Gunakan Material Bekas dan Ilegal


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Hadirkan 2 Narasumber, Pemkab Labuhanbatu Gelar Pertemuan Antisipasi HIV/AIDS
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 22:37 WIB

Hadirkan 2 Narasumber, Pemkab Labuhanbatu Gelar Pertemuan Antisipasi HIV/AIDS

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar pertemuan dengan Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Labuhanbatu di ruang Data ...
Sat Reskrim Polres Batubara ‘Pamerkan’ Pengoplos Gas Bersubsidi
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 22:26 WIB

Sat Reskrim Polres Batubara ‘Pamerkan’ Pengoplos Gas Bersubsidi

Satuan Reserse Kriminal Polres Batubara memaparkan pengungkapan kegiatan pengoplosan gas dari tabung ukuran 3 kilogram ke tabung non subsidi 12 ...
Pemkab Labuhanbatu Terus Tingkatkan Sinergitas dengan TNI
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 21:50 WIB

Pemkab Labuhanbatu Terus Tingkatkan Sinergitas dengan TNI

Bupati H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT bersama unsur Forkopimda menggelar temu ramah dengan Dandenpom 1/1 Pematangsiantar Letkol CPM Muhammad ...
Jual ‘Mimpi’, Pekerjaan Sampingan Petani Ini Berakhir Jadi ‘Mimpi Buruk’
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 21:42 WIB

Jual ‘Mimpi’, Pekerjaan Sampingan Petani Ini Berakhir Jadi ‘Mimpi Buruk’

Pekerjaan sambilan menjual 'mimpi' yang dilakukan pria bernama Metro Silalahi ini ujung-ujungnya berakhir jadi 'mimpi buruk'. Menawarkan hadiah besar dari ...
Bandar Sabu Sei Jawi-jawi Diciduk dari Belakang Rumahnya
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 21:17 WIB

Bandar Sabu Sei Jawi-jawi Diciduk dari Belakang Rumahnya

Sri Munawan (39) ditangkap polisi di belakang rumahnya di Desa Sei Jawi-jawi, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Asahan, Senin (11/11/2019) sekira ...
Kades Ketangkuhen Disebut Berkepribadian Unik, Kakek dan Ayah Juga Bunuh Diri
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 20:51 WIB

Kades Ketangkuhen Disebut Berkepribadian Unik, Kakek dan Ayah Juga Bunuh Diri

Ratusan warga melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kades Rili Kemit (57), di Balai Desa Ketangkuhen, Kecamatan Sibolangit, Selasa (12/11/2019) ...
Loading...

Loading…