Sabtu, 30 Mei 2020 | 14.31 WIB
Metro24Jam>News>Pengerjaan Jalan Produksi Kebun Bahjambi Dinilai Asal Jadi, SPI PTPN 4 Diminta Tinjau Lokasi

Pengerjaan Jalan Produksi Kebun Bahjambi Dinilai Asal Jadi, SPI PTPN 4 Diminta Tinjau Lokasi

Sabtu, 9 November 2019 - 12:40 WIB

IMG-82047

Perbaikan jalan produksi PTPN 4 Kebun Bahjambi yang dinilai asal jadi. Foto diambil Kamis (7/11/2019). (Suhendra/metro24jam.com)

Loading...

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Warga dan pengguna jalan di seputaran kawasan PTPN 4 Bahjambi merasa kecewa dengan perbaikan jalan produksi kebun yang dinilai asal-asalan dan bahkan berpotensi menimbulkan korban. Selain itu, material batu padas yang digunakan diduga bekas pakai dan diambil dari tambang Galian C ilegal.

Satuan Pengawas Internal (SPI) PTPN 4 pun diminta meninjau ke lokasi untuk memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan rekanan atau vendor tersebut.

“Direksi harus dapat mempertanggungjawabkan segala aktivitas dan hasil usahanya, contoh kepada pemegang saham, kreditur, masyarakat dan stake holder lainnya,” jelas sumber kepada Metro24jam.com, Kamis (6/11/2019) kemarin.

Untuk itu, menurut dia, SPI harus melakukan pengawasan internal agar laporan yang dibuat, sebagai wujud transparansi, dapat akuntabel dan dipercaya.

Pria bermarga Hasibuan itu menilai, pengerjaan perbaikan jalan produksi di lingkungan PTPN 4 Bahjambi dianggap tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang sudah ditetapkan, karena tidak maksimalnya pengawasan yang dilakukan terhadap pihak rekanan (vendor).

“Tidak adanya sikap tegas dari pihak PTPN 4 untuk aktifitas pengadaan dan pengerjaan tersebut malah menjadi preseden buruk bagi BUMN itu sendiri. Karena perbuatan melanggar hukum seolah dibiarkan saja, pandangan masyarakat menjadi negatif,” tandasnya.

“Lihat aja ini!” ketusnya, sembari menunjuk ke 6 potongan batu padas yang pengerjaannya dinilai tidak sesuai RKS.

“Perbaikan jalan produksi tentu bertujuan untuk kelancaran pengangkutan hasil produksi dari kebun menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Tapi ini pihak unit tidak melakukan pengawasan. Makanya, pengerjaan ini hampir bisa dipastikan tidak sesuai dengan RKS yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

“Rekanan melakukan perbaikan, dengan jumlah batu padas tidak sesuai dengan peruntukannya, misalnya jumlah kubikasi. Karena itu, PTPN 4 harus mengambil langkah tegas dalam pengawasan,” sebutnya lagi sembari 6 potong batu padas di kubangan air di jalan produksi.

Menurut Hasibuan, dari informasi yang diterimanya, pengadaan ratusan kubik material batu padas itu juga tidak melalui proses tender. “Kabarnya ada penunjukan langsung dari petinggi distrik,” katanya.

Bongkahan batu padas yang dipasang dinilai bisa mengakibatkan kecelakaan. (Suhendra/metro24jam.com)

“Rekanan bisa saja membeli [material] dari lokasi legal. Tapi kalau pengambilannya ilegal, tentu proyeknya juga akan bermasalah. Selain kualitas dari material diragukan, maka proyek tersebut juga jadi bermasalah,” imbuhnya lagi.

“Kalau membeli material di tempat ilegal, mau bayar pajak Galian C-nya di mana, dan atas nama tambang apa. Harga jual pun berbeda. Kalau itu terjadi, maka bisa saja ada indikasi markup harga,” ungkapnya

Terkait hal itu, Metro24jam.com coba mengonfirmasi Manajer Distrik 1 PTPN 4 Dasam Saragih maupun Manajer tanaman PTPN 4 Unit Bahjambi Ferry Muhammad Irwansyah Nasution.

Namun, sampai saat ini ditayangkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak dijawab, meski terlihat sudah dibaca sejak Kamis (7/11/2019) malam.

Terpisah, Dirut PT Perkebunan Nusantara 4, Siwi Peni, yang berhasil dikonfirmasi Metro24jam.com, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

“Kami cek ya. Terimakasih infonya,” kata Siwi Peni melalui pesan WhatsApp Sabtu (9/11/2019) pagi.

Sebelumnya diberitakan, pengerjaan perbaikan jalan produksi PTPN 4, diduga menggunakan material bekas pakai, dan dipasok oleh pengusaha tidak berizin alias ilegal. Hal itu terlihat dari temuan sebongkah batu padas yang sudah ditempel semen kering, Senin (28/10/2019) lalu.(age)

BACA JUGA:
Benahi Jalan Produksi, PTPN 4 Kebun Bahjambi Diduga Gunakan Material Bekas dan Ilegal

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Puluhan ASN Serdang Jalani Rapid dan Swab Test

Dinas Kesehatan Serdang Bedagai menggelar rapid dan swab test terhadap puluhan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Sergai. Uji rapid dan ...
Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga
BREAKING NEWS

Jambret HP IRT di Atas Betor, 2 Pria Pengendara Vario Berdarah-darah ‘Dipermak’ Warga

Dua pria diboyong dengan kondisi berlumuran darah ke Mapolsek Sunggal, Sabtu (30/5/2020) sekira pukul 11.50 Wib. Informasi yang dihimpun di ...
Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Kecamatan Girsip Terima 1.945 Paket Bahan Pokok dari GTPP Sumut

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkonpincam) Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Simalungun, menerima sebanyak 1.945 paket bahan pokok dari Gugus Tugas Percepatan ...
Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Tabrak Truk Berhenti Remaja 16 Tahun dari Desa Petatal Meregang Nyawa

Diki Pratama (16), tewas seketika setelah mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera KM 129, Dusun 3, tepatnya di depan Puskesmas ...
2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

2 Pekan Usai Curi Motor di Batang Kuis, Kembali Lagi ke Lokasi Aksi, Pria Ini Diamuk Massa

Muhammad Nuh (38), warga Dusun I, Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, babak-belur dihakimi warga di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang ...
Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tikam Rekan Parbetor Hingga Tewas, Pemuda Asal Medan Johor Ditangkap di Batubara

Tersangka pembunuhan, Rizky Wahyudi Sirait (23), ditangkap polisi di persembunyiannya di Jalan Datuk Setia Wangsa, Kelurahan Nenas Siam, Kecamatan Medang ...
Loading...
Irwa Zaini
Dandim

Loading…