Rabu, 29 Januari 2020 | 01.52 WIB
Metro24Jam>News>Berawal dari Kenalan di FB, Pria Penyuka Sejenis di Tanjungbalai Sodomi Remaja 16 Tahun

Berawal dari Kenalan di FB, Pria Penyuka Sejenis di Tanjungbalai Sodomi Remaja 16 Tahun

Rabu, 30 Oktober 2019 - 13:26 WIB

IMG-81417

Agus Salim saat diperiksa petugas di Mapolres Tanjungbalai. (ist/metro24jam.com)

Loading...

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Nona (42) (bukan nama sebenarnya), tersentak bagai disambar petir di siang bolong ketika mengetahui putranya telah disodomi Agus Salim alias Agus (25)–warga Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai. Cerita yang diterimanya dari sang putra berinisial DI (16), perbuatan itu sudah dilakukan sebanyak 3 kali pada September 2019 lalu.

Sang ibu yang tak terima dengan apa yang telah menimpa putranya langsung melaporkan hal itu ke Polres Tanjungbalai, sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/281/X/2019/SU/Res T Balai, tanggal 28 Oktober 2019

Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan langsung menangkap Agus di kediamannya, Selasa (29/10/2019) kemarin.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, aksi cabul Agus terakhir kali dilakukan pada, Minggu (15/9/2019) sekira pukul 00.10 Wib.

“Tersangka selalu melakukan perbuatannya di dalam kamar tidur tempat tinggalnya,” kata Putu Yudha dalam keterangannya, Rabu (30/10/2019).

Cerita berawal ketika DI dan Agus saling berkomunikasi (chatting) lewat Facebook Messenger, awal September 2019 lalu.

“Jadi, selama menjalin komunikasi tersebut, akhirnya korban dan tersangka mengetahui bahwa mereka sama-sama gay (homoseksual),” beber Putu Yudha.

Selanjutnya, pada bulan sama, DI akhirnya sepakat bertemu dengan Agus. “Dari pertemuan pertama, kemudian berlanjut dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya, hingga akhirnya tersangka ada beberapa kali membawa korban ke tempat tinggalnya di Kota Tanjung Balai,” jelasnya.

Namun, Agus membawa DI di kediamannya, dia pun memanfaatkan ketidakcurigaan penghuni rumah untuk melakukan perbuatan cabul remaja itu di dalam kamar.

“Perbuatan tersebut telah terjadi sebanyak 3 kali dan seluruhnya di atas ranjang yang telah terpasang sprei di dalam kamar tersangka, dan terakhir kali pada hari Minggu (15/9/2019) sekira pukul 00.10 Wib. Setiap selesai melakukan sodomi tersebut, tersangka membersihkan alat kelaminnya dengan kapas,” jelas Putu Yudha.

Namun ternyata, setiap kali melakukan hubungan terlarang tersebut, keduanya selalu merekam perbuatan mereka.

Perbuatan itu akhirnya terbongkar setelah ibu kandung DI ketika melihat foto dan video homoseksual di HP android milik putranya.

“Setelah didesak, korban akhirnya mengaku kepada ibunya, bahwa dia telah dicabuli tersangka. Ibu korban kemudian membuat laporan ke Polres Tanjungbalai,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Timsus Gurita dan Penyidik Pembantu Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus Agus dari kediamannya, Selasa (29/10/2019).

“Tersangka mengakui dirinya memiliki sifat homoseksual/menyukai sesama jenis serta ada memberikan hadiah kepada korban berupa vincin dan kalung. Sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual, tersangka dan korban selalu berkomunikasi menggunakan HP masing-masing,” jelasnya.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti 1 unit HP Samsung Galaxy A10, kalung besi putih dengan mainan wayang besi, cincin besi putih, pakaian baju kaos oblong bertuliskan HIPSTER BEFORE warna abu-abu, dan celana kolor pendek warna abu-abu liris hijau, celana dalam warna abu-abu, baju kaos oblong warna merah bertuliskan FORGIVEN dan celana training panjang warna abu-abu liris putih serta celana dalam warna merah, baju kaos oblong warna hitam bertuliskan AHHA dan celana-celana boxer pendek warna biru tua liris hitam bertuliskan DIADORA dan celana dalam warna biru muda yang kesemuanya milik korban.

Sementara itu, dari tersangka Agus, polisi menyita barang bukti sisa kapas wajah, seprei warna merah berlogo Manchester United, sisa minyak zaitun, 1 unit HP merk Xiaomi.

“Saat ini tersangka sudah ditahan di RTP Polres Tanjungbalai. Tersangka diduga telah melanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Ayat (1) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak atau 292 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda paling banyak Rp15 miliar,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu. (Lana)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:13 WIB

Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, melalui tim Huraba Reaksi Cepat (HRC) Polres Tapsel, menyerahkan bantuan berupa meja dan ...
Oknum Panitera PTUN Medan Jadi Tersangka, Polisi: AR Ditangkap Seorang Diri Bawa Sabu
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:21 WIB

Oknum Panitera PTUN Medan Jadi Tersangka, Polisi: AR Ditangkap Seorang Diri Bawa Sabu

Polisi akhirnya menetapkan AR, oknum Panitera Pengganti di PTUN Medan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Kanit Reskrim ...
Hadirnya Raperda Adminduk Untuk Antisipasi Pelanggaran Sistem
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:16 WIB

Hadirnya Raperda Adminduk Untuk Antisipasi Pelanggaran Sistem

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan diharapkan dapat meminimalisir potensi-potensi terjadinya pekanggaran-pelanggaran sistem dan standar prosedur ...
PT Sentra Akui Mandek Bayar Pesangon Sekuriti, Janji Segera Dicicil Kembali
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:10 WIB

PT Sentra Akui Mandek Bayar Pesangon Sekuriti, Janji Segera Dicicil Kembali

Direktur PT Sumber Energi Sumatera (Sentra) Hendra Admaja mengakui bahwa pihaknya tertunda dalam pembayaran pesangon untuk mantan pekerja sekuriti yang ...
Gaji Tenaga Medis Tak Sesuai UMK, Komisi II DPRD Medan Akan Laporkan RS Mitra Medika
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 17:26 WIB

Gaji Tenaga Medis Tak Sesuai UMK, Komisi II DPRD Medan Akan Laporkan RS Mitra Medika

Komisi II DPRD Medan akan segera melaporkan managemen Rumah Sakit Mitra Medika di Jalan KL Yos Sudarso ke Kementerian Tenaga ...
Loading...

Loading…