Rabu, 29 Januari 2020 | 13.02 WIB
Metro24Jam>News>Mau Menikah Wanita Ini Ngaku Gadis, Suami Sah dan 3 Anak Muncul di Gereja, Pemberkatan Bubar!

Mau Menikah Wanita Ini Ngaku Gadis, Suami Sah dan 3 Anak Muncul di Gereja, Pemberkatan Bubar!

Selasa, 15 Oktober 2019 - 19:34 WIB

IMG-80430

Rina saat diamankan petugas dari acara pemberkatan pernikahan di Gereja HKBP Delitua. (ist/metro24jam.com)

Loading...

DELITUA, metro24jam.com – Pada undangan dan pihak keluarga yang hadir pada acara pemberkatan pernikahan sepasang mempelai di gereja HKBP, Jalan Besar Ardakusema, Gang HKBP, Kelurahan Delitua Timur, mendadak heboh, Selasa (15/10/2019) pagi.

Seorang pria tiba-tiba muncul di tengah acara dan mengaku sebagai suami mempelai wanita dengan membawa bukti pernikahan mereka. Alhasil, acara pemberkatan pun bubar!

Informasi yang dihimpun, awalnya acara itu seyogianya akan menjadi momen bahagia bagi RAS (30) dan RN (26).

Keduanya sepakat menikah setelah RN mengaku masih single alias perawan tingting kepada Roni dan keluarganya.

Namun belakangan diketahui, bahwa RN ternyata minggat dari rumahnya di Jalan Madura Bawah, Gang Jaspen, Keluraha Bantan, Siantar Barat. Mirisnya, wanita itu meninggalkan sang suami Eka Agustama dan 3 orang buah hati mereka.

Singkat cerita, RN kemudian tinggal di salah satu rumah keluarga dari RAS, calon suami barunya.

Sementara itu, EA yang ditinggalkan Rina merasa kelimpungan karena harus mengurus ke-3 buah hati hasil pernikahannya dengan Rina.

Dia pun terus berusaha mencari keberadaan istri yang dinikahinya 8 tahun lalu itu hingga akhirnya mendapat kabar bahwa RN akan melangsungkan pernikahan di Gereja HKBP Delitua.

Selanjutnya, Selasa (15/10/2019) pagi, ditemani keluarganya, EA mendatangi Polsek Delitua meminta polisi menggagalkan pernikahan istrinya.

Rina dan suaminya Eka serta pihak keluarga Roni dimediasi di Mapolsek Delitua. (ist/metro24jam.com)

“Dari semalam kami sudah di sini untuk menunggu pernikahan istri saya. Begitu pernikahan hendak dilangsungkan, saya langsung masuk dan meminta agar pernikahannya jangan dilanjutkan,” beber supir bus Antar Lintas Sumatera ini.

Pertikaian pun sempat terjadi di dalam gereja. Pihak keluarga mempelai laki-laki meminta bukti bahwa RN telah bersuami.

EA kemudian memperlihatkan buku nikah dirinya dengan RN yang sebelumnya menikah secara agama Islam, kartu keluarga, serta 3 anak hati buah dari pernikahan mereka.

Alhasil, pihak mempelai laki-laki pun tak bisa berkata apa-apa dan terpaksa membatalkan pernikahan tersebut.

Puluhan petugas kepolisian kemudian memasuki gereja HKBP dan memboyong kedua mempelai ke Mapolsek Delitua.

Pihak keluarga mempelai laki-laki yang melihat RN diboyong polisi pun langsung menyumpahi wanita itu. Mereka mengatakan akan menuntut RN karena sebelumnya mengaku masih perawan tingting.

“Kami tak tahu kalau dia itu membohongi kita. Katanya dia masih perawan dan mau menikah dini,” beber Boru Sitorus (38), salah seorang keluarga mempelai laki-laki.

Dijelaskannya, sebelum keduanya melangsungkan pernikahan secara agama, Rina sempat tinggal di rumah keluarga RAS (mempelai laki-laki), di Jalan Pelita, Desa Marindal, Kecamatan Patumbak.

“Yang laki-laki kan tinggal di Padang, Sumatera Barat. Dan keluarga kitalah dibuatnya sebagai orangtua angkatnya di sini,” kata Boru Sitorus.

Puluhan keluarga RAS pun ikut mengarak RN ke Mapolsek Delitua, seusai acara pernikahan dibubarkan. Wanita itu kemudian duduk di ruangan Unit Binmas dengan tenang seperti tidak ada masalah.

“Lihat itu, seperti tidak ada beban. Tega dia membilang perawan, padahal anaknya sudah 3,” ketus salah seorang anggota keluarga RAS yang melihatnya di Mapolsek Delitua.

Sementara itu, Pendeta Doli Simon Gultom yang coba dikonfirmasi lari dari kejaran wartawan dan langsung diamankan ke salah satu rumah dinas polisi di samping Mapolsek Delitua.

“Tolong jangan kalian tanyai pendeta, karena belum sempat dipasu-pasu,” pinta salah seorang petugas kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun Metro24jam.com, RN ternyata menjadi mualaf ketika menikah dengan EA.

Namun, belum diketahui dengan pasti, bagaimana pertemuannya dengan RAS terjadi, sehingga keduanya sepakat menikah secara agama Nasrani.

Polisi kemudian melakukan mediasi di Mapolsek Delitua, hingga ketiga pihak mencapai kata sepakat.

Kapolsek Delitua Kompol Efianto dalam keterangannya mengatakan, RAS dan RN bersedia membatalkan pernikahan mereka dan menyatakan tdk mempunyai hubungan apapun.

Pihak Gereja HKBP Delitua terlihat melakukan rapat, Selasa (15/10/2019) malam. (Sam/metro24jam.com)

“Antara pihak ke-II (suami yang sah) dan pihak ke III (pengantin wanita) sepakat menyelesaikan permasalahan msreka bersama keluarga merek di Pematangsiantar dengan cara baik-baik tanpa kekerasan,” katanya.

Selanjutnya, ketiga pihak yang terlibat dalam pertikaian itu akhirnya menandatangani pernyataan bersama yang isinya bersedia menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa kekerasan.

Pantauan Metro24jam.com di Gereja HKBP Delitua, Selasa (15/10/2019) malam, petinggi gereja disebut masih melakukan rapat internal untuk membahas ‘kecolongan’ peristiwa tersebut.

Meski begitu, belum diperoleh bagaimana pihak gereja bisa sampai kecolongan dan bersedia melakukan pemberkatan terhadap pasangan tersebut. (sam)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 11:23 WIB

Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD

Hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak Selasa (28/1/2020) sore kemarin. Akibatnya sejumlah kecamatan terendam banjir. Informasi ...
Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 09:12 WIB

Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid

Wakil Ketua DPRD Medan mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membenahi jembatan gantung yang terletak di Jalan Avros ...
Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 08:55 WIB

Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri

Zainuddin alias Udin Tompel, diduga bunuh diri dengan cara bakar diri di kediamannya di Lingkungan VIII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan ...
Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:57 WIB

Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan menerima kunjungan kerja anggota DPRD Batubara, Selasa (28/1/2020). Pertemuan digelar di Ruangan Banmus, Lantai II, ...
Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:32 WIB

Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak

Berulang kali mencuri sepedamotor dari berbagai tempat di wilayah hukum Polrestabes Medan, Andrian Sihombing alias Gembel (22), akhirnya ditangkap personel ...
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Loading...

Loading…