Jumat, 18 Oktober 2019 | 03.14 WIB
Metro24Jam>News>Terkait Kematian Golfrid Siregar, 12 Saksi Diperiksa, 3 Orang Jadi Tersangka Pencurian

Terkait Kematian Golfrid Siregar, 12 Saksi Diperiksa, 3 Orang Jadi Tersangka Pencurian

Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:22 WIB

IMG-80099

Polisi saat melakukan Olah TKP di Under Pass Titi Kuning, Rabu (9/10/2019). (Lana/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Tim gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Delitua, masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian Aktivis Walhi Sumut Golfrid Siregar.

Hingga saat ini, polisi mengaku sudah memeriksa 12 saksi untuk mengetahui penyebab pasti kematian advokat yang disebut ditemukan terkapar di Underpass Titi Kuning, Kamis (3/10/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengungkapkan, dari 12 saksi yang diperiksa secara marathon, penyidik kemudian menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Ketiganya terbukti mencuri barang milik Golfrid.

Dalam laporan keluarga kepada poliis, harta benda milik Golfrid diduga telah dicuri saat dibawa ke rumah sakit.

“Ada tiga saksi ditetapkan sebagai tersangka. Dan salah satunya pengemudi Betor yang membawa korban ke rumah sakit. Mereka terbukti mencuri barang-barang milik korban,” ungkap Eko, Kamis (10/10/2019) pagi.

Menurut Eko, pengemudi betor pada waktu melintas melihat Golfrid tergeletak berdarah di kawasan Under Pass.

“Waktu dia nolong, dia memiliki niat jahat, lalu dibawa ke rumah sakit,” beber Eko.

Selanjutnya, seusai mengantarkan ke RS Mitra Sejati, ketiga orang tersebut mengambil barang-barang milik Golfrid, berupa laptop dan dua unit HP.

“Setelah itu dijual dan dibagi bagi. Yang sempat dijual laptop sama handphone, ada handphone merk Samsung seharga 300. Total kalau ngak salah 550 sama laptop,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, saat ini polisi masih memburu dua tersangka lainnya, yang diduga ikut melakukan pencurian.

Meski begitu, dia mengaku belum bisa memberikan informasi secara rinci terkait hal itu.

“Silahkan konfirmasi lebih lanjut sama Jahtarnas Polda ya, karena yang nangkap mereka semalam,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian Golfrid Siregar. Keluarganya menduga, bahwa Golfrid meninggal karena dibunuh.

“Semalam, tim sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pastinya korban meninggal. Nanti hasilnya akan disampaikan oleh pimpinan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Golfrid Siregar aktivis HAM dan Advokat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut ditemukan terkapar di tepi jalan, Kamis (3/10/2019) dinihari.

Informasi awal menyebutkan, pria itu ditemukan di kawasan Simpang Pos Jalan Jamin Ginting Medan. Namun, setelah polisi berhasil menemukan pengemudi Betor yang mengantarkannya ke RS Mitra Sejati, Golfrid diakui ditemukan di jalur Under Pass Titi Kuning.

Golfrid kemudian menghembuskan nafas terakhirnya setelah 3 hari mendapat perawatan di ruang ICU RSUP H Adam Malik.

Pihak keluarga kemudian membuat laporan ke polisi karena menduga kematian Golfrid tidak wajar, bukan akibat kecelakaan lalulintas seperti yang dikatakan sebelumnya.

Pri itu dinyatakan hilang sejak Rabu, 2 Oktober 2019 sekira pukul 17.00 Wib. Saat itu dia permisi keluar untuk bertemu seseorang di kawasan Marindal. Namun setelah itu, pihak keluarga kemudian tidak bisa menghubungi Golfrid. (tim)

BACA JUGA:
Misteri Kematian Golfrid Siregar, Aktivis Walhi Itu Ternyata Ditemukan di Under Pass Titi Kuning


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:24 WIB

Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi

Belum sempat menikmati sabu yang baru saja dibeli dari Gang Kinantan, dua sekawan ini keburu dicegat polisi, Selasa (15/10/2019) malam.Keduanya ...
Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:44 WIB

Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang

Pembagian kios di Pekan Tigaraja dinilai merbasalah karena tidak merata. Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Suryati Ulyarta Tambunan SKom MSi ...
Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:29 WIB

Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo

H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Labuhanbatu ke DPD Partai Perindo, Selasa (15/10/2019). Pendaftaran ...
Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:24 WIB

Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia

Darisa boru Sianturi, bayi baru berusia 8 bulan penderita penyakit Pneumonia (radang paru-paru) kini terbaring di RS Haji Adam Malik ...
Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:33 WIB

Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu

Personel Unit Reskrim Polsek Airbatu meringkus tiga terduga pengedar sabu-sabu di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, ...
Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 17:27 WIB

Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat

Tim Basarnas Tanjungbalai-Asahan berhasil menemukan satu unit kapal nelayan cumi-cumi yang mengalami kerusakan di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Rabu ...
Loading...
Kombes Andi Rian
Hendrik Marpaung
Kapolres Siantar

Loading…