Rabu, 29 Januari 2020 | 14.43 WIB
Metro24Jam>News>Lagi, Forum Swakelola Demo, Kantor PU Deliserdang Dijaga Ketat, Wartawan Dilarang Masuk

Lagi, Forum Swakelola Demo, Kantor PU Deliserdang Dijaga Ketat, Wartawan Dilarang Masuk

Rabu, 9 Oktober 2019 - 19:57 WIB

IMG-80034

Massa saat berunjukrasa di halam belakang kantor PU Deliserdang. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Loading...

DELISERDANG, metro24jam.com – Puluhan massa yang menamakan diri Forum Swakelola Terzolimi kembali melakukan aksi unjukrasa ke kantor bupati, PU dan Keuangan Daerah Deliserdang, Rabu (9/10/2019).

Aksi kelima kalinya ini juga menuntut tagihan yang disebut belum dibayarkan Pemkab Deliserdang terhadap pekerjaan yang sudah diselesaikan para pelaku swakelola tersebut.

Pantauan Metro24jam.com, penjagaan ketat dilakukan oleh petugas keamanan ketika massa tiba di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Deliserdang.

Massa akhirnya mencoba masuk dari pintu pagar belakang. Di situ sempat terjadi perdebatan karena petugas melarang massa dan wartawan yang meliput untuk masuk.

Setelah terjadi perdebatan, massa mengatakan mereka sudah resmi melakukan aksi unjuk rasa, pihak sekuriti akhirnya memperbolehkan massa masuk dan berorasi di halaman belakang kantor PU Deliserdang.

Meski begitu, pihak sekuriti sempat melarang para wartawan yang akan meliput unjukrasa itu masuk ke halaman kantor.

“Dari mana bapak, mana identitasnya?” sergah seorang petugas sekuriti.

Seorang satu wartawan TV nasional Sukri dan wartawan analisa Amirul Khair dan Gunawan wartawan elektronik lainya menunjukkan identitas kartu pers dan diperbolehkan masuk.

Sementara di halaman dan kantor PU terlihat dijaga ketat personel Polres Deliserdang, TNI dan POM AD.

Sama seperti aksi sebelumnya, kedatangan massa bertujuan menuntut pembayaran utang swakelola Pemkab Deliserdang tahun 2014 sebesar Rp175 miliar.

Massa kembali datang dengan mengusung dua keranda bertuliskan kecaman terhadap Pemkab Deliserdang yang tak mau membayar hutang proyek pembangunan yang sudah selesai dikerjakan.

Proyek swakelola merupakan program pembangunan Pemkab Deliserdang yang sebelumnya dicanangkan Bupati Amri Tambunan. Namun, setelah pergantian pejabat kepada Ashari Tambunan, program itu akhirnya terhenti dan meninggalkan utang sebanyak Rp175 miliar.

Sejumlah program pemerintah yang dilakukan di antaranya pembangunan jalan, jembatan, parit dan lain lain dan tersebar ke 22 kecamatan di Deliserdang.

Koordinator Aksi Forum Swakelola Terzolimi, Safrin, dalam orasinya mendesak Pemkab Deliserdang agar segera membayar utang tersebut.

“Kami akan terus menuntut hak kami. Bupati zolim yang tak mau bayar utang. Kami hadiahkan dua keranda ini untuk mu sebagai simbol matinya hati nurani mu. Sudah 14 orang rekan kami meninggal namun, uang pekerjaan mereka belum dibayarkan Pemkab Deliserdang,” teriak Safrin di lokasi.

Setelah berorasi dan membacakan tuntutan dari mereka, pihak Dinas PU Deliserdang mempersilahkan beberapa utusan pengunjukrasa beraudensi ke Kadis Donald L Tobing.

Perwakilan massa saat mengajukan tuntutan di hadapan Kadis dan sejumlah staf PU Deliserdang. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Meski begitu, awak media tetap tidak diperbolehkan masuk dan massa lainnya tertahan di luar aula pertemuan di lantai 2 kantor Dinas PU Deliserdang.

Informasi yang dihimpun, pada pertemuan di aula Dinas PU tersebut, Safrin yang mewakili massa Forum Swakelola terzolimi kembali mengajukan tuntutan agar pihak PU Deliserdang membayar utang pekerjaan kepada mereka.

Selain itu, Safrin juga membacakan 21 poin tuntutan tentang GDSM di hadapan Kadis Donald L Tobing serta sejumlah pejabat dan staf PU lainnya.

Menanggapi hal itu, Donald L Tobing kemudian mengatakan, bahwa pihaknya masih menuggu amar putusan hakim, karena hal tersebut sudah masuk ke ranah pengadilan dan hukum.

“Kami ada bagian hukum di Pemkab, silahkan nanti tanya sama pihak hukum kami. Kami masih menuggu amar putusan dari pihak hukum dari permasalahan ini,” kata Donald L Tobing. (fan)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 11:23 WIB

Banjir Tapteng, 3 Orang Meninggal Dunia Termasuk Ortu Anggota DPRD

Hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak Selasa (28/1/2020) sore kemarin. Akibatnya sejumlah kecamatan terendam banjir. Informasi ...
Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 09:12 WIB

Pemko Medan Diminta Segera Perbaiki Jembatan Gantung di Jalan Avros Gang Mesjid

Wakil Ketua DPRD Medan mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membenahi jembatan gantung yang terletak di Jalan Avros ...
Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 08:55 WIB

Berawal dari Cekcok dengan Keluarga, Pria 46 Tahun di Air Joman Bakar Diri

Zainuddin alias Udin Tompel, diduga bunuh diri dengan cara bakar diri di kediamannya di Lingkungan VIII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan ...
Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:57 WIB

Banmus DPRD Batubara Belajar ke DPRD Medan

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan menerima kunjungan kerja anggota DPRD Batubara, Selasa (28/1/2020). Pertemuan digelar di Ruangan Banmus, Lantai II, ...
Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak
Metro 24 Jam - Rabu, 29 Januari 2020 - 07:32 WIB

Curi Motor Polisi dan Mahasiswa, Gembel Spesialis Curanmor Ditembak

Berulang kali mencuri sepedamotor dari berbagai tempat di wilayah hukum Polrestabes Medan, Andrian Sihombing alias Gembel (22), akhirnya ditangkap personel ...
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Loading...

Loading…