Sabtu, 4 Juli 2020 | 06.23 WIB
Metro24Jam>News>Suspek Difteri, 2 Hari Dirawat di RSUP Adam Malik, Mahasiswi FK USU Asal Malaysia Meninggal Dunia

Suspek Difteri, 2 Hari Dirawat di RSUP Adam Malik, Mahasiswi FK USU Asal Malaysia Meninggal Dunia

Selasa, 24 September 2019 - 21:58 WIB

IMG-78910

Ilustrasi. (ist)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran USU asal Malaysia dilaporkan meninggal dunia diduga lantaran terserang penyakit difteri, Sabtu (21/9/2019) kemarin.

Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy SSos MIKom, ketika dikonfirmasi Metro24jam.com membenarkan kematian mahasiswi berusia 20 tahun itu.

“Benar RSUP H Adam Malik merawat pasien wanita suspect difteri,” katanya dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (24/9/2019) malam.

Dijelaskannya, pasien masuk ke RSUP HAM pada Kamis (19/9/2019) sekira pukul 18.30 WIB.

“Pasien rujukan dari RS USU, dengan keadaan umum lemah, sesak napas, sulit menelan, air liur selalu keluar dan ditemukan pembengkakan pada leher kiri. Riwayat demam juga dialami pasien sejak tanggal 13 September 2019,” urainya.

Selanjutnya, pihak rumah sakit menempatkan pasie ndi ruang isolasi infeksius.

“Penanganan terhadap pasien suspect difteri langsung dilakukan, antara lain dengan pemberian antibiotik, vaksin ADS (antidifteri serum), terapi cairan dan pengambilan sampel swab hidung dan tenggorokan,” urai Dorothy.

Namun, sehari dirawat di RSUP H Adam Malik, kondisi sang mahasiswi terus menurun. “Pasien meninggal dunia pada tanggal 21 September 2019 pukul 02.30 Wib,” jelasnya.

Secara klinis, sambung Dorothy, gejala yang diderita pasien sudah mengarah ke difteri.

“Akan tetapi hal ini masih harus dipastikan melalui hasil pemeriksaan sampel swab hidung dan tenggorokan pasien yang dikirim ke Litbangkes Jakarta. Diperkirakan hasilnya akan keluar dalam 7 hari kerja,” bilangnya.

Sekedar informasi, difteri adalah infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai oleh munculnya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel.

Bila tidak ditangani, bakteri difteri bisa mengeluarkan racun yang dapat merusak sejumlah organ, seperti jantung, ginjal, atau otak. Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa, namun bisa dicegah melalui imunisasi.

“Penyakit ini memang sudah jarang muncul, tapi sifatnya akut dan menular,” pungkas Dorothy. (Lana/adi)

KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Lainnya
Rumah Kontributor Metro TV Siantar Dibobol Maling, 2 Unit HP dan Kunci Mobil Raib

Rumah Kontributor Metro TV Siantar Dibobol Maling, 2 Unit HP dan Kunci Mobil Raib

Andika Aritonang (34) ditemani sejumlah awak media mendatangi Mapolsek Siantar Martoba, Jum'at (3/7/2020) sekira pukul 10.00 Wib. Pria yang bekerja ...
Digrebek Pas Nyabu, Pecatan Polisi Angkat Garpu Sampah dan Parang, Dorr..!

Digrebek Pas Nyabu, Pecatan Polisi Angkat Garpu Sampah dan Parang, Dorr..!

Personel Medan Timur menggerebek sebuah rumah Jalan Bukit Barisan, Gang Pandan, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Jum'at (3/7/2020) ...
OK Arwindo: Besarkan AMPI di Namorambe

OK Arwindo: Besarkan AMPI di Namorambe

Ketua DPD AMPI Deliserdang OK Arwindo SH MBA didampingi Sekretaris Dharma Syahputra Purba meminta pengurus AMPI Namorambe untuk membesarkan organisasi ...
Regal Springs Indonesia Bantu Water Tank ke Sekolah, Gereja dan Hotel di Ajibata dan Girsip

Regal Springs Indonesia Bantu Water Tank ke Sekolah, Gereja dan Hotel di Ajibata dan Girsip

PT Aquafarm Nusantara Regal Springs Indonesia membagikan water tank kepada sejumlah sekolah, tempat ibadah serta perhotelan di Kecamatan Ajibata, Kabupaten ...
Korban Pembunuhan di Bandar Klippa Dikenal Baik Bermasyarakat, Pelaku Pernah Direhab Narkoba

Korban Pembunuhan di Bandar Klippa Dikenal Baik Bermasyarakat, Pelaku Pernah Direhab Narkoba

Dodi Sumanto alias Dika (41), korban pembunuhan sadis di Jalan Sidomulyo, Gang Seriti, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan ...
Kabaharkam Polri Bantu 240 Paket Sembako Bagi Korban Bencana Puting Beliung di Langkat

Kabaharkam Polri Bantu 240 Paket Sembako Bagi Korban Bencana Puting Beliung di Langkat

Kabaharkam yang juga Pembina Pujakesuma Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH menyalurkan bantuan bagi korban puting beliung di delapan ...
Loading...
Awie

Loading…