Selasa, 17 September 2019 | 05.20 WIB
Metro24Jam>News>Air Bersih Jadi Barang Mewah! Selain Biaya Air Minum, Karyawan PTPN IV Bahjambi Harus Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Untuk Beli Pompa

Air Bersih Jadi Barang Mewah! Selain Biaya Air Minum, Karyawan PTPN IV Bahjambi Harus Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Untuk Beli Pompa

Kamis, 12 September 2019 - 08:21 WIB

IMG-77897

Salah satu rumah dinas karyawan yang kondisinya memprihatinkan. Insert: Pompa air di salah satu rumah dinas. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Air bersih menjadi barang mewah bagi karyawan rendahan di sebagian wilayah kerja PTPN IV Bahjambi. Sebab, untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus membelinya dengan harga mahal.

Selain kondisi rumah yang dinilai sudah tak layak huni, mereka juga harus menyediakan tambahan ekstra hingga Rp3-4 juta untuk membeli pompa air demi mendapatkan air bersih.

Hal itu diungkapkan seorang karyawan PTPN IV Bahjambi di Kecamatan Jawamarja Bahjambi, Simalungun kepada metro24jam.com, Rabu (11/9/2019) siang.

“Selama ini karyawan rendahan PTPN IV Bahjambi penghuni rumah dinas kesulitan air bersih. Imbasnya, kita harus mengeluarkan biaya ekstra mencapai Rp3 sampai 4 juta untuk memperoleh air bersih,” katanya ketika ditemui di seputaran Lapangan Golf Tenera.

Di luar itu, lanjutnya, mereka juga harus merogoh kocek tambahan untuk biaya listrik pompa air dan ratusan ribu rupiah untuk beli air isi ulang.

“Salah satu penyebabnya adalah karena akses mendapatkan air bersih karyawan rendahan diputus dari jalur untuk pimpinan,” kata pria yang minta identitasnya tidak ditulis.

Seorang karyawan lainya berisinial R menceritakan, kondisi tersebut sudah terjadi ketika menempati rumah dinas sejak lebih dari belasan tahun lalu.

Karena tak memiliki uang cukup saat itu, untuk membeli pompa air dan sumur bor, dia mengaku terpaksa meminjam dari koperasi.

“Kadang-kadang jernih, kadang-kadang item. Asin, amis gitu airnya, nggak enaknya itu semuanya, apalagi diminum. Jadi hanya untuk MCK dan terkadang untuk mandi saja,” ungkapnya.

Alhasil setiap bulannya R juga harus mengeluarkan uang mencapai ratusan ribu untuk kebutuhan air minum, belum lagi biaya membayar rekening listrik pompa air.

“Kadang-kadang bayar listrik untuk penerangan lampu rumah dan mesin pompa air bisa Rp150 ribu bahkan bisa lebih. Kalau untuk air minum kita beli Rp50.000 itu yang pabrikan,” bebernya.

“Untuk minum dan masak, empat minggu sudah Rp200 ribu. Bisa sampai Rp450 ribu bayar air dan listrik lampu penerangan dan mesin pompa air sebulannya,” rincinya.

Sementara, untuk harga air minum pabrikan atau isi ulang yang dibeli bervariasi tergantung dengan permintaan dan kualitas.

Dia pun berharap pihak manajemen menghapus perbedaan fasilitas karyawan rendahan dan karyawan pimpinan PTPN IV Bahjambi.

“Sebab, kondisi kami sangat memprihatinkan, apalagi kondisi rumah dinas karyawan seperti ini. Sulitnya akses air bersih sangat membebani, apalagi kami tinggal bersama keluarga, anak dan istri,” kata dia.

Sayang, ketika hal itu coba dikonfirmasi kepada Manajer PTPN IV Bahjambi Ferry Nasution melalui Asisten SDM Fadlan Simatupang, hingga kini belum mendapat jawaban.

Pesan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan Rabu (11/9/2019), tak ditanggapi walaupun terlihat terbaca oleh Fadlan Simatupang. (age)

BACA JUGA:
Kondisi Rumah Dinas Karyawan PTPN IV Bahjambi Memprihatinkan


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 21:20 WIB

Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus

Personel Sat Reskrim Polres Batubara meringkus 3 pria yang diduga merupakan otak pengeroyokan terhadap 7 personel Polsek Medang Deras di ...
Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 20:02 WIB

Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel

Terbuai dengan iming-iming ongkos gratis dan rayuan duda ayah 2 anak, Mawar (19)--sebut saja namanya begitu--akhirnya rela diajak bermesum ria. ...
Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung <i>Basic Trauma Live Support</i>
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 18:09 WIB

Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung Basic Trauma Live Support

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui salah satu putera terbaiknya, berperan aktif dalam Basic Trauma Live Support (BTCLS), yang digelar Dewan Pimpinan ...
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 17:55 WIB

Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang

Massa Forum Anti Korupsi (Forak) kembali berunjukrasa ke kantor bupati dan DPRD Deliserdang, Senin (16/8/2019) sekira pukul 12.00 Wib. Massa ...
Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 16:10 WIB

Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!

Rencana Mhd Meizar Suhada Siregar 'fly' dan berhalusinasi memakai sabu buyar seketika. Dia dicegat Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Pematangsiantar, ...
DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 15:17 WIB

DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asahan mulai membuka penndaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk ...
Loading...
Kapolres Siantar

Loading…