Selasa, 17 September 2019 | 05.55 WIB
Metro24Jam>News>Divonis Hukuman Mati, Kurir 55 Kg Sabu Terdiam

Divonis Hukuman Mati, Kurir 55 Kg Sabu Terdiam

Kamis, 12 September 2019 - 07:38 WIB

IMG-77885

Terdakwa Hendri Yosa saat mendengarkan pembacaan vonis. (Eza/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Terdakwa kurir narkotika jenis sabu seberat 55 kg dan pil ekstasi sebanyak 10.000 butir, Hendri Yosa, hanya bisa terdriam mendengar vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9/2019).

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Hendri Yosa dengan pidana mati,” tandas Ketua Majelis Hakim, Dominggus Silaban di Ruang Cakra IV PN Medan.

Dalam amar putusannya, hakim menilai terdakwa terbukti menjadi kurir atau perantara narkotika golongan satu yang beratnya melebihi 5 gram.

Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hak yang meringankan tidak ada. “Terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas hakim Dominggus.

Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarona Silalahi yang juga menuntut mati Hendri Yosa pada sidang dua pekan lalu.

Terhadap putusan itu, hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk menyampaikan tanggapan, apakah menerima atau banding.

Sesuai dakwaan JPU Sarona Silalahi, pada tanggal 17 Februari 2019, sekitar jam 18.00 WIB, terdakwa dihubungi Bang Adi (DPO) dan menyuruhnya menemani si NEK (DPO) atau orang suruhan Adi mengambil sabu ke tengah laut.

Dengan kata-kata “Jumpai si NEK di Kuala pinggir laut pake boat, tunggu aja di Kuala nanti didatangani si NEK,”.

Setelah itu terdakwa Hendri langsung menuju boat yang letaknya di anak sungai yang jaraknya sekitar 5 menit dari rumah terdakwa menggunakan sepedamotor.

“Setibanya di boat terdakwa melihat ada sebanyak 7 jerigen (ukuran 30 liter) berisi bensin dan 2 jerigen (ukuran 30 liter) berisi solar. Setelah itu terdakwa langsung jalan menggunakan boat ke Kuala, perjalanan dari lokasi boat terdakwa ke Kuala sekitar 5  menit,” ungkap JPU.

Tiba di kuala, terdakwa matikan mesin dan tidak berapa lama berhenti, lalu datang si NEK dengan menggunakan boat sendiri karena terdakwa takut ke tengah laut dan baru bisa bawa boat.

Lalu Hendro mengatakan kepada si NEK kalau boat rusak, kemudian si NEK mengatakan, “Ya udah aku aja yang berangkat”. Lalu NEK meminta minyak yang terdakwa bawa di boat terdakwa untuk dipindahkan ke boatnya.

Kemudian Hendri memindahkan minyak bensin sebanyak 4  jerigen berisi bensin dan 2 jerigen solar, setelah itu terdakwa pulang ke rumahnya. 

“Setibanya di rumah terdakwa menghubungi ADI dan mengatakan terdakwa tidak jadi pergi, yang berangkat ambil barang si NEK sendiri, lalu Bang ADI mengatakan “Ya udah” setelah itu Hendri disuruh datang kerumah ADI yang jaraknya sekitar 500  meter dari rumah terdakwa,” jelasnya.

Lalu Hendri langsung pergi kerumah ADI, setibanya di rumah ADI, terdakwa diberikan uang sebesar Rp. 500.000. Setelah terdakwa menerima uang kemudian terdakwa pulang dan istirahat di rumah.

Kemudian pada 18 Februari 2019, sekitar pukul 03.00 WIB, Hendri kembali dihubungi oleh ADI yang mengatakan terdakwa disuruh pergi ke Kuala untuk ambil sabu sama si NEK.

“Lalu terdakwa langsung berangkat  ke Kuala dengan menggunakan  sepeda motor, saat tiba di kuala pinggir pantai terdakwa bertemu si NEK. Lalu terdakwa mengambil tas paket sabu dan ekstasi namun karena paket tasnya banyak ada sebanyak 5 tas dan tidak bisa dengan sekali membawa dengan sepeda motor sehingga terdakwa membawanya dua kali jemput,” urai Jaksa Sarona.

Jemputan pertama terdakwa membawa 4 tas, setelah empat tas terdakwa bawa ke rumah. Kemudian terdakwa kembali lagi mengambil 1 tas koper lagi dan membawanya.

Setelah 5 tas tersebut semuanya terdakwa ambil kemudian ia menyimpannya di rumah sambil menunggu perintah lebih lanjut dari ADI.

Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB terdakwa dihubungi ADI dan  menyuruh terdakwa mengantarkan barang 5 buah tas yang berisi paket saabu dan pil ekstasi ke Medan.

“ADI mengatakan apa perlu uang, lalu terdakwa katakan nanti tanggal 3   Maret 2019, terdakwa perlu uang untuk cicilan sepeda motor bang, lalu ADI mengatakan ya udah berangkatlah ke Medan pake Bus nanti nomor HP yang menerima barang akan dikirim,” jelasnya.

Lalu sekitar pukul 18.00 WiB, terdakwa berangkat dari rumah dengan sepeda motor ke pinggir jalan lintas dengan membawa 5 tas.

Terdakwa menitipkan tas di warung pinggir jalan lintas, setelah 5 tas terkumpul terdakwa titip sepeda motor terdakwa di warung tersebut, dan selanjutnya sekitar pukul 19.00 WIb, terdakwa menyetop Bus Simpati Star dan langsung berangkat menuju ke Medan.

Lalu pada 19 Februari 2019, sekitar pukul 00.30 WIB, saat tiba di Besitang tepatnya SPBU AKR pinggir Jalan lintas Medan-Banda Aceh kemudian Bus berhenti dan tiba-tiba ada beberapa orang naik ke Bus lalu melakukan pemeriksaan kepada terdakwa.

“Lalu beberapa orang tersebut menanyakan barang bawaan terdakwa lalu menyuruh terdakwa turun dan menunjukkan barang bawaan terdakwa, lalu terdakwa menunjukkan 5  buah tas yang terdakwa bawa,” ungkapnya.

Lalu dilakukan pemeriksaan oleh petugas kemudian menemukan paket narkotika jenis saabu dan ekstasi yang terdakwa bawa.

Selanjutnya terdakwa langsung diamankan ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut dimana terhadap barang bukti setelah dilakukan penimbangan dan penghitungan dengan disaksikan terdakwa  tas tersebut keseluruhannya berisi 55 bungkus plastik dalam kemasan warna hijau dan kuning keemasan sabu seberat 55.000 gram dan berisi 10.000 butir pil ekstasi warna orange gambar ikan. (eza)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 21:20 WIB

Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus

Personel Sat Reskrim Polres Batubara meringkus 3 pria yang diduga merupakan otak pengeroyokan terhadap 7 personel Polsek Medang Deras di ...
Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 20:02 WIB

Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel

Terbuai dengan iming-iming ongkos gratis dan rayuan duda ayah 2 anak, Mawar (19)--sebut saja namanya begitu--akhirnya rela diajak bermesum ria. ...
Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung <i>Basic Trauma Live Support</i>
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 18:09 WIB

Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung Basic Trauma Live Support

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui salah satu putera terbaiknya, berperan aktif dalam Basic Trauma Live Support (BTCLS), yang digelar Dewan Pimpinan ...
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 17:55 WIB

Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang

Massa Forum Anti Korupsi (Forak) kembali berunjukrasa ke kantor bupati dan DPRD Deliserdang, Senin (16/8/2019) sekira pukul 12.00 Wib. Massa ...
Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 16:10 WIB

Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!

Rencana Mhd Meizar Suhada Siregar 'fly' dan berhalusinasi memakai sabu buyar seketika. Dia dicegat Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Pematangsiantar, ...
DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 15:17 WIB

DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asahan mulai membuka penndaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk ...
Loading...
Kapolres Siantar

Loading…