Minggu, 8 Desember 2019 | 20.53 WIB
Metro24Jam>News>Lebih Rp30 M Dilarikan, Nasabah dan Karyawan BMT Amanah Ray Mengadu ke Polrestabes Medan

Lebih Rp30 M Dilarikan, Nasabah dan Karyawan BMT Amanah Ray Mengadu ke Polrestabes Medan

Selasa, 10 September 2019 - 18:17 WIB

IMG-77779

Puluhan nasabah dan karyawan BMT Amanah Ray saat mendatangi Mapolrestabes Medan. (Nst/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Puluhan nasabah dan karyawan lembaga keuangan mikro syariah Badan Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Amanah Ray datangi Polrestabes Medan, Selasa (10/9/2019) siang.

Mereka hendak melaporkan pemilik atau penanggungjawab koperasi simpan pinjam BMT Amanah Ray yang memiliki sekitar 8 kantor cabang di Kota Medan. Para nasabah menduga bahwa uang mereka telah dilarikan.

Tak hanya itu, beberapa karyawan BMT Amanah Ray juga mengaku tertipu lantaran belum menerima gaji serta tunjangan seperti yang dijanjikan.

“Jumlah nasabahnya banyak bang. Ini baru sebagian yang datang. Jadi untuk seluruh uang kami yang dilarikan lebih dari Rp30 miliar,” kata nasabah bernama Letti boru Barasa kepada wartawan.

Pedagang kelapa di Pasar Sikambing ini mengaku bahwa uang tabungannya saja di BMT Amanah Ray tersebut berjumlah Rp 65 juta. Lain lagi uang anaknya yang berjumlah lebih dari Rp360 juta.

“Kami sudah datangi kantornya, tapi sejak hari Sabtu (7/9/2019) kemarin, kantornya yang di Jalan Setia Budi, Medan sudah tutup. Semua pegawai dan pemiliknya menghilang. Uang tabungan saya dan anak saya sekitar Rp700 juta di situ,” sebut wanita 65 tahun itu.

Dia tak menyangka lembaga usaha mikro itu melakukan penipuan, karena Letti sudah mempercayakan uangnya di situ selama 10 tahun.

“BMT itu yang saya tahu sudah sekitar 14 tahunan. Padahal uang tabungan saya itu untuk masa hari tua saya,” keluhnya.

Menurut para nasabah yang datang dan rata-rata berprofesi sebagai pedagang itu, setiap hari marketing BMT-lah yang mendatangi mereka mengutip uang tabungan.

“Karena sudah biasa, pihak marketingnya yang mengutip uangnya saat kami berjualan di pajak. Uang yang dikutip gak dipatokkan, terserah berapa mau nabung. Nyetor ke kantornya langsung juga bisa,” katanya.

Tak beda jauh dengan Letti, nasib serupa dialami Ade Naniwati (52). Harapannya untuk berangkat umroh, pupus sudah. Sebab, uang tabungan sang anak yang rencananya digunakan untuk berangkat umroh sudah tak ada kabar.

Beberapa tahun menabung, putranya Ahmad Nazirol telah menyetor dana sebesar Rp40 juta. Ibu rumah tangga yang beralamat di Jalan Amaliun Medan ini juga ikut-ikutan menabung sebanyak Rp5 juta.

Dia sempat syok begitu mendengar kabar kalau BMT Amanah Ray yang berkantor di Setia Budi Medan telah ditutup sejak Sabtu kemarin.

Hampir seminggu itu, ia bersama para nasabah lainnya melihat kantor simpan pinjam itu tak berpenghuni.

“Pintu kantornya pun sudah digembok. Bahkan beberapa kantor cabang lainnya juga sudah tutup. Padahal saya berencana mau umroh bulan depan (Oktober 2019),” sebut wanita berhijab ini.

Kekecewaan juga dirasakan, Sriwiyatni. Wanita berusia 55 tahun ini nyaris tak semangat membuka usaha giling bakso yang digelutinya.

“Kami sampai gak berjualan hari ini. Uang saya sudah masuk untuk deposito sebanyak Rp250 juta. Saya nabung sejak tahun¬†2014,” kata wanita yang membuka usaha di Pasar Sikambing ini.¬†

Sementara itu, temannya Nurul yang berdagang daging ayam di lokasi yang sama, juga harus menghela nafas. Wanita 45 tahun yang mengaku sudah mendepositokan uang sebanyak Rp500 juta di BMT tersebut, tak tau harus menuntut ke mana.

Kekecewaan serupa juga dirasakan Amiruddin (43), warga Jalan Bhayangkara, Gang Pribadi, Kelurahan Indrakasih, Medan Tembung.

Meski mengaku tidak begitu kaget, Amir sudah merasa curiga ketika mendengar kantor cabang BMT Amanah Ray di Jalan Sutrisno, Medan Area, sudah tutup.

Hal itu diketahuinya, setelah marketing BMT Amanah Ray selama beberapa hari terakhir tak mendatanginya di Pasar Sukaramai untuk mengutip uang.

“Biasanya dikutip setiap hari sama marketingnya Rahmi. Ini kok yang ngutip gak datang. Setelah saya tanya, rupanya pemiliknya udah kabur dan kantornya tutup. Saya pun gak menyangka, soalnya sudah lebih dari 11 tahun saya nabung di situ. Sekarang uang saya Rp32 juta,” beber pedagang ikan tersebut.

Menurut Amiruddin, Rahmi mengakui melakukan pengutipan dari Cabang BMT Amanah Ray di Jalan Sutrisno. Setiap harinya, Rahmi mengutip dengan mendatangi para nasabah yang mayoritas para pedagang.

Mereka telah menemui Rahmi, tapi wanita itu mengaku tak mampu berbuat banyak karena dirinya juga menjadi korban penipuan BMT Amanah Ray. Rahmi mengaku seharusnya mendapat gaji sebesar Rp1,8 juta. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini gajinya tak dibayar.

Bahkan iming-iming Tunjangan Hari Raya (THR) dan sebagainya belum didapatkan wanita yang sudah setahun bekerja di BMT tersebut.

“Ada 100 orang yang saya kutip setiap hari bang. Sebenarnya saya sudah gak mau bekerja, karena sebelumnya ada beberapa nasabah juga yang komplain. Tapi saya bekerja di sini, menggantikan orang sebelum saya,” katanya.

Karyawan lainnya yang merasa tertipu adalah Lisa Saputri. Wanita berusia 22 tahun yang tinggal di kawasan Amplas Medan ini juga tak menerima sisa gajinya dari BMT Amanah Ray untuk Agustus 2019 lalu.

Meski mengaku mengalami sedikit kerugian, akan tetapi rasa kemanusiaan dan empati terhadap para nasabah dapat dirasakannya sehingga mau ikut bersama para anasabah mendatangi Polrestabes Medan.

“Saya hanya Costumer Service dan baru 7 bulan bekerja di situ, jadi saya gak mau juga disalahkan nasabah,” ungkapnya.

Pun begitu, Lisa yang selama ini bekerja di kantor, sebelumnya sudah memberitahukan kepada para nasabah jika dia sudah tak berkomunikasi dengan pemilik BMT Amnah Ray.

“Pemiliknya Ir Rusdiono MM. Katanya, ada yang melacak nomornya kalau pemiliknya ini sudah berada di Jakarta. Kalau saya bekerja di kantor pusat di Jalan TB Simatupang, Medan. Kantornya ada 8 di Medan. Semua sudah tutup, termaksud Cabang Delitua, Setia Budi, Lubukpakam, Marelan, Sutrisno, Pinang Baris sama TB Simatupang. Informasinya masih ada yang buka di Binjai,” bebernya.

Pantauan di Polrestabes Medan, beberapa nasabah dan karyawan BMT Amanah Ray ramai-ramai menunggu di depan pintu masuk. Sementara beberapa perwakilan mereka masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). (asn)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
H Surya Komit Tak Ambil Fee Proyek dan Entaskan Kemiskinan di Asahan (Tapi Belum Kantongi Data)
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 18:14 WIB

H Surya Komit Tak Ambil Fee Proyek dan Entaskan Kemiskinan di Asahan (Tapi Belum Kantongi Data)

Plt Bupati Asahan H Surya BSc menegaskan komitmennya tidak menerima fee atas pengadaan barang maupun proyek pembangunan yang menggunakan APBD ...
Puluhan Warga Keracunan di Desa Lubuk Palas, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Sisa Makanan
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 18:03 WIB

Puluhan Warga Keracunan di Desa Lubuk Palas, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Sisa Makanan

Unit Reskrim Polsek Airjoman melakukan meminta keterangan dari para korban keracunan guna keperluan penyelidikan, di Puskesmas Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman, ...
Muhammad Ridwan Siap Bersaing dengan Senior di Pilkada Labuhanbatu 2020
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:52 WIB

Muhammad Ridwan Siap Bersaing dengan Senior di Pilkada Labuhanbatu 2020

Muhammad Ridwan SIP (32), ikut meramaikan kontestasi Bakal Calon Bupati Labuhanbatu untuk Pilkada 2020 mendatang. Sebagai generasi milenial, Ridwan ...
Ribuan Warga Siantar Ikuti Jalan Santai Car Free Day Peringatan Hari Ibu
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:33 WIB

Ribuan Warga Siantar Ikuti Jalan Santai Car Free Day Peringatan Hari Ibu

Walikota Pematangsiantar Hefriansyah SE MM melepas ribuan peserta gerak jalan santai Car Free Day bertajuk 'Peringatan Hari Ibu' dari depan ...
Nyambi Bantu Bandar Sabu, Buruh Bangunan di Desa Pon Ini Tertangkap Sendirian, Bosnya Kabur
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:16 WIB

Nyambi Bantu Bandar Sabu, Buruh Bangunan di Desa Pon Ini Tertangkap Sendirian, Bosnya Kabur

Menyambi untuk mendapatkan penghasilan tambahan memang tak dilarang. Tapi apa yang dilakukan pria bernama Taupik Rahman ini terbukti menjadi petaka ...
Maju Kembali di Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Ingin Obati Hati Rakyat
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 16:52 WIB

Maju Kembali di Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Ingin Obati Hati Rakyat

Konstentasi di Pilkada Labuhanbatu 2020 sepertinya akan menjadi persaingan sengit. Sejumlah tokoh ikut bursa pertarungan politik tersebut, termasuk Bupati Labuhanbatu ...
Loading...

Loading…