Rabu, 29 Januari 2020 | 01.50 WIB
Metro24Jam>News>Ironi di Sekeliling Komplek Megah, Ibunya Sakit Parah, 2 Balita di Lubukpakam Alami Gizi Buruk

Ironi di Sekeliling Komplek Megah, Ibunya Sakit Parah, 2 Balita di Lubukpakam Alami Gizi Buruk

Sabtu, 7 September 2019 - 17:31 WIB

IMG-77615

Kondisi Tia dan kedua anaknya saat disambangi Metro24jam.com, Sabtu (7/9/2019). (Fani Ardana/metro24jam.com)

Loading...

LUBUKPAKAM, metro24jam.com – Tia (34), warga Jalan Keluarga Lingkungan III, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang harus menjalani kehidupan yang sangat pahit.

Selain hidup jauh di bawah garis kemiskinan, ibu dua anak itu kini menderita sakit parah. Dengan kondisi itu Tia juga harus merawat 2 buah hatinya yang diduga menderita gizi buruk, Zaki (4) dan Anisa (15 bulan) terlihat sangat kurus.

Saat ini, Tia dan suaminya Iwan Setiawan (35), bisa dikatakan hidup hanya karena belas kasihan orang lain. Bersama kedua mertuanya, Pomo (65) dan Rodia (64), Tia dan Iwan serta kedua anak mereka tinggal menumpang di salah satu rumah warga di sana.

Namun, kondisi rumah yang sempit, membuat Tia dan suaminya harus membuat kamar tambahan darurat di samping rumah tersebut.

Saat disambangi Metro24jam.com di kediamannya, di tempat tinggal mereka yang sangat tidak layak huni itu, Sabtu (7/9/2019), Tia ditemani sang suami hanya terbaring bersama kedua anaknya di tilam lusuh mereka.

Tia kemudian dipapah dari kamar tidurnya ke ruang tengah kediaman mertuanya dengan kondisi masih gemetaran.

Ketika diwawancarai Metro24jam.com, Tia pun tak lagi mampu banyak berbicara. “Sakit bang,” katanya kepada metro24jam.com.

Saat ini, Tia mengaku hanya ingin berobat. Namun, kondisi perekonomian keluarga yang benar-benar tak mampu membuat dia hanya bisa pasrah.

“Untuk makan saja payah bang, apalagi berobat ke rumah sakit,” tuturnya terbata-bata.

Iwan, suami Tia, yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh lepas, mengaku tidak mampu berbuat apa-apa.

“Mau berobat bang, tapi gak punya apa-apa, kami takut. Ada tetangga depan yang selalu peduli membantu kami tetangga depan yang memberi tahu orang Posyandu kelurahan dan Puskesmas, ada datang juga kemari,” kata Iwan.

Sehari-hari, Tia dan Iwan lebih banyak menerima bantuan dari tetangga depan mereka Lastri yang sangat peduli dengan kondisi keluarga tersebut.

Sang mertua juga tak bisa berbuat banyak, karena hanya bekerja sebagai petugas kebersihan luar di Masjid Taqwa Lubukpakam.

Lastri, yang sehari-harinya berjualan, didampingi tetangga Tia lainnya Rianto dan Erwan, sekitar 5 bulan lalu Tia dan anaknya sudah pernah dibawa ke Posyandu kelurahan.

“Sudah dua kali kami bawa ke Posyandu, tapi ya gak ada perubahan. Sesudah itu, saya kasih tau ke orang Puskesmas, waktu itu dia (pegawai Puskesmas) belanja ke warung saya,” beber Lastri.

“Jadi, saya kasih tau, di depan rumah saya ada yang sakit, ‘kasian sekali tolong ibu lihat’,” imbuhnya sembari mengulang ucapannya kepada staf Puskesmas tersebut.

Kamar Tia dan keluarganya (kiri) di samping rumah tumpangan sang mertua di Jalan Keluarga, Paluh Kemiri. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Setelah kedatangan petugas Puskesmas itu, menurut Lastri, akhirnya diketahui bahwa kedua anak Tia diduga menderita gizi buruk, karena berat badannya tidak normal seperti balita lainnya.

“Langsung kawan saya yang orang Puskesmas itu nelponin teman-temannya dan datang ke rumah Tia dan memberi bantuan kesehatan. Tapi sekarang gak ada lagi bantuan. Mana mamaknya (Tia) itu sakit keras, kasian kali lah bang,” tutur Lastri.

Masih menurut Lastri, berdasarkan keterangan temannya dari Puskesmas itu, berat badan Anisa hanya 4 kilogram.

“Berat anaknya gak normalah bang. Kami juga sering ngasi makanan untuk keluarga Tia. Rumah itu rumah saudara kami. Jadi karena kosong, kami kasi numpang bang, kasian kali bang,” kata Lastri.

Lastri juga sering mengajak Tia untuk berobat. Namun, diduga karena sungkan sudah terlalu banyak menerima bantuan, Tia tak pernah mau.

“Sudah sering kami ajak berobat, biar diinfus. Tapi dia selalu gak mau, kami kasian kali bang,” tutur Lastri sedih.

Lastri berharap, pemerintah dan pihak terkait bisa cepat memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.

“Ini soal keselamatan keluarga Tia. Dia sakit parah, anaknya sakit gizi buruk. Mertuanya Pak Pomo kerjanya hanya kebersihan di Masjid Taqwa Lubukpakam, kalau suaminya mocok-mocok jadi supir, makanya gak bisa buat apa-apa orang itu,” tutur Lastri lagi.

Amatan Metro24jam.com, kediaman keluarga Tia hanya berjarak sekitar 100 meter dari Komplek Perumahan Pejabat Angkasa Pura II Kualanamu dan lebih kurang 600 meter dari Mapolres Deliserdang. Juga tak begitu jauh dari Kantor Bupati Deliserdang. (fan)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:30 WIB

2 Bocah di Karang Sari Disebut Dilarikan Penculik, Satu Orang Melapor Kehilangan HP

Rangga (14) dan Bisma (12) warga Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun, 2 bocah yang sempat viral di YouTube, lantaran ...
Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 19:13 WIB

Kapolres Tapsel Serahkan Bantuan Kursi dan Meja Belajar ke SD 101019 Silangkitang

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, melalui tim Huraba Reaksi Cepat (HRC) Polres Tapsel, menyerahkan bantuan berupa meja dan ...
Oknum Panitera PTUN Medan Jadi Tersangka, Polisi: AR Ditangkap Seorang Diri Bawa Sabu
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:21 WIB

Oknum Panitera PTUN Medan Jadi Tersangka, Polisi: AR Ditangkap Seorang Diri Bawa Sabu

Polisi akhirnya menetapkan AR, oknum Panitera Pengganti di PTUN Medan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Kanit Reskrim ...
Hadirnya Raperda Adminduk Untuk Antisipasi Pelanggaran Sistem
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:16 WIB

Hadirnya Raperda Adminduk Untuk Antisipasi Pelanggaran Sistem

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan diharapkan dapat meminimalisir potensi-potensi terjadinya pekanggaran-pelanggaran sistem dan standar prosedur ...
PT Sentra Akui Mandek Bayar Pesangon Sekuriti, Janji Segera Dicicil Kembali
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 18:10 WIB

PT Sentra Akui Mandek Bayar Pesangon Sekuriti, Janji Segera Dicicil Kembali

Direktur PT Sumber Energi Sumatera (Sentra) Hendra Admaja mengakui bahwa pihaknya tertunda dalam pembayaran pesangon untuk mantan pekerja sekuriti yang ...
Gaji Tenaga Medis Tak Sesuai UMK, Komisi II DPRD Medan Akan Laporkan RS Mitra Medika
Metro 24 Jam - Selasa, 28 Januari 2020 - 17:26 WIB

Gaji Tenaga Medis Tak Sesuai UMK, Komisi II DPRD Medan Akan Laporkan RS Mitra Medika

Komisi II DPRD Medan akan segera melaporkan managemen Rumah Sakit Mitra Medika di Jalan KL Yos Sudarso ke Kementerian Tenaga ...
Loading...

Loading…