Selasa, 17 September 2019 | 05.05 WIB
Metro24Jam>News>Ironi di Sekeliling Komplek Megah, Ibunya Sakit Parah, 2 Balita di Lubukpakam Alami Gizi Buruk

Ironi di Sekeliling Komplek Megah, Ibunya Sakit Parah, 2 Balita di Lubukpakam Alami Gizi Buruk

Sabtu, 7 September 2019 - 17:31 WIB

IMG-77615

Kondisi Tia dan kedua anaknya saat disambangi Metro24jam.com, Sabtu (7/9/2019). (Fani Ardana/metro24jam.com)

LUBUKPAKAM, metro24jam.com – Tia (34), warga Jalan Keluarga Lingkungan III, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang harus menjalani kehidupan yang sangat pahit.

Selain hidup jauh di bawah garis kemiskinan, ibu dua anak itu kini menderita sakit parah. Dengan kondisi itu Tia juga harus merawat 2 buah hatinya yang diduga menderita gizi buruk, Zaki (4) dan Anisa (15 bulan) terlihat sangat kurus.

Saat ini, Tia dan suaminya Iwan Setiawan (35), bisa dikatakan hidup hanya karena belas kasihan orang lain. Bersama kedua mertuanya, Pomo (65) dan Rodia (64), Tia dan Iwan serta kedua anak mereka tinggal menumpang di salah satu rumah warga di sana.

Namun, kondisi rumah yang sempit, membuat Tia dan suaminya harus membuat kamar tambahan darurat di samping rumah tersebut.

Saat disambangi Metro24jam.com di kediamannya, di tempat tinggal mereka yang sangat tidak layak huni itu, Sabtu (7/9/2019), Tia ditemani sang suami hanya terbaring bersama kedua anaknya di tilam lusuh mereka.

Tia kemudian dipapah dari kamar tidurnya ke ruang tengah kediaman mertuanya dengan kondisi masih gemetaran.

Ketika diwawancarai Metro24jam.com, Tia pun tak lagi mampu banyak berbicara. “Sakit bang,” katanya kepada metro24jam.com.

Saat ini, Tia mengaku hanya ingin berobat. Namun, kondisi perekonomian keluarga yang benar-benar tak mampu membuat dia hanya bisa pasrah.

“Untuk makan saja payah bang, apalagi berobat ke rumah sakit,” tuturnya terbata-bata.

Iwan, suami Tia, yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh lepas, mengaku tidak mampu berbuat apa-apa.

“Mau berobat bang, tapi gak punya apa-apa, kami takut. Ada tetangga depan yang selalu peduli membantu kami tetangga depan yang memberi tahu orang Posyandu kelurahan dan Puskesmas, ada datang juga kemari,” kata Iwan.

Sehari-hari, Tia dan Iwan lebih banyak menerima bantuan dari tetangga depan mereka Lastri yang sangat peduli dengan kondisi keluarga tersebut.

Sang mertua juga tak bisa berbuat banyak, karena hanya bekerja sebagai petugas kebersihan luar di Masjid Taqwa Lubukpakam.

Lastri, yang sehari-harinya berjualan, didampingi tetangga Tia lainnya Rianto dan Erwan, sekitar 5 bulan lalu Tia dan anaknya sudah pernah dibawa ke Posyandu kelurahan.

“Sudah dua kali kami bawa ke Posyandu, tapi ya gak ada perubahan. Sesudah itu, saya kasih tau ke orang Puskesmas, waktu itu dia (pegawai Puskesmas) belanja ke warung saya,” beber Lastri.

“Jadi, saya kasih tau, di depan rumah saya ada yang sakit, ‘kasian sekali tolong ibu lihat’,” imbuhnya sembari mengulang ucapannya kepada staf Puskesmas tersebut.

Kamar Tia dan keluarganya (kiri) di samping rumah tumpangan sang mertua di Jalan Keluarga, Paluh Kemiri. (Fani Ardana/metro24jam.com)

Setelah kedatangan petugas Puskesmas itu, menurut Lastri, akhirnya diketahui bahwa kedua anak Tia diduga menderita gizi buruk, karena berat badannya tidak normal seperti balita lainnya.

“Langsung kawan saya yang orang Puskesmas itu nelponin teman-temannya dan datang ke rumah Tia dan memberi bantuan kesehatan. Tapi sekarang gak ada lagi bantuan. Mana mamaknya (Tia) itu sakit keras, kasian kali lah bang,” tutur Lastri.

Masih menurut Lastri, berdasarkan keterangan temannya dari Puskesmas itu, berat badan Anisa hanya 4 kilogram.

“Berat anaknya gak normalah bang. Kami juga sering ngasi makanan untuk keluarga Tia. Rumah itu rumah saudara kami. Jadi karena kosong, kami kasi numpang bang, kasian kali bang,” kata Lastri.

Lastri juga sering mengajak Tia untuk berobat. Namun, diduga karena sungkan sudah terlalu banyak menerima bantuan, Tia tak pernah mau.

“Sudah sering kami ajak berobat, biar diinfus. Tapi dia selalu gak mau, kami kasian kali bang,” tutur Lastri sedih.

Lastri berharap, pemerintah dan pihak terkait bisa cepat memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.

“Ini soal keselamatan keluarga Tia. Dia sakit parah, anaknya sakit gizi buruk. Mertuanya Pak Pomo kerjanya hanya kebersihan di Masjid Taqwa Lubukpakam, kalau suaminya mocok-mocok jadi supir, makanya gak bisa buat apa-apa orang itu,” tutur Lastri lagi.

Amatan Metro24jam.com, kediaman keluarga Tia hanya berjarak sekitar 100 meter dari Komplek Perumahan Pejabat Angkasa Pura II Kualanamu dan lebih kurang 600 meter dari Mapolres Deliserdang. Juga tak begitu jauh dari Kantor Bupati Deliserdang. (fan)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 21:20 WIB

Keroyok Polisi Saat Grebek Narkoba di Desa Nenas Siam, 3 Provokator Diringkus

Personel Sat Reskrim Polres Batubara meringkus 3 pria yang diduga merupakan otak pengeroyokan terhadap 7 personel Polsek Medang Deras di ...
Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 20:02 WIB

Permisi Pergi Kerja, Rupanya Janji Sama Supir Angkot, Remaja 19 Tahun Diciduk di Kamar Hotel

Terbuai dengan iming-iming ongkos gratis dan rayuan duda ayah 2 anak, Mawar (19)--sebut saja namanya begitu--akhirnya rela diajak bermesum ria. ...
Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung <i>Basic Trauma Live Support</i>
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 18:09 WIB

Pemkab Labuhanbatu Berperan Aktif Dukung Basic Trauma Live Support

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui salah satu putera terbaiknya, berperan aktif dalam Basic Trauma Live Support (BTCLS), yang digelar Dewan Pimpinan ...
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 17:55 WIB

Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Didesak Usut Mafia Izin Tower di Deliserdang

Massa Forum Anti Korupsi (Forak) kembali berunjukrasa ke kantor bupati dan DPRD Deliserdang, Senin (16/8/2019) sekira pukul 12.00 Wib. Massa ...
Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 16:10 WIB

Pulang Beli Sabu Anak Jalan Asrama-Martoba Ini Dicegat Polisi, Terpaksa Menghayal di Sel!

Rencana Mhd Meizar Suhada Siregar 'fly' dan berhalusinasi memakai sabu buyar seketika. Dia dicegat Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Pematangsiantar, ...
DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama
Metro 24 Jam - Senin, 16 September 2019 - 15:17 WIB

DPC PPP Asahan Buka Penjaringan Balon Bupati, Nurhajizah Marpaung Pendaftar Pertama

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asahan mulai membuka penndaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk ...
Loading...
Kapolres Siantar

Loading…