Selasa, 12 November 2019 | 02.54 WIB
Metro24Jam>News>Mantan Kepala Koperasi BNI Siantar Dituntut 4 Tahun Penjara, Para Korban Kembali Histeris

Mantan Kepala Koperasi BNI Siantar Dituntut 4 Tahun Penjara, Para Korban Kembali Histeris

Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:51 WIB

IMG-75802

Korban dugaan penipuan oleh terdakwa Rahmad mengadang dan memasang poster di mobil tahanan Kejari Siantar. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Mantan kepala Koperasi BNI Kota Siantar Rahmad, yang duduk di kursi terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jernih Lince Margaretha dengan hukuman 4 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (13/8/2019) siang.

Pantauan metro24jam.com, sidang dipimpin Hakim Ketua Danar Donor didampingi Risbarita dan M Iqbal sebagai hakim anggota.

Sidang juga terlihat dihadiri puluhan warga yang menjadi korban dugaan penipuan oleh terdakwa Rahmad, yang hadir mengenakan pakaian tahanan dan didampingi 3 penasehat hukumnya.

Sesuai fakta-fakta di persidangan, JPU mendakwa Rahmad telah melanggar Pasal 378 KUHPidana tentang Penggelapan.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tegas JPU Jernih Lince Margaretha.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Ketua Danar Dono langsung menunda sidang. Terdakwa Rahmad pun kembali digiring ke ruang tahanan sementara PN Siantar.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siantar Chadafi Nasution menjelaskan, dalam dakwaan, pihaknya menjerat Rahmad dengan pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan dan 378 KUHPidana tentang Penipuan.

“Fakta persidangan, yang terbukti pasal 378-nya, hukuman maksimal yakni 4 tahun penjara,” katanya.

Chadafi menyarankan, jika ingin menuntut ganti rugi, para korban bisa menggugat Rahmad secara perdata.

Korban Mengamuk Pukuli Mobil Tahanan

Sementara itu, seusai hakim menunda persidangan, suasana langsung heboh. Para korban berteriak-teriak saat Rahmad digiring ke mobil tahanan. “Empat tahun? Nggak adil. Nggak adil ini!” teriak sejumlah korban berulang-ulang.

Mereka merasa tidak mendapat keadilan mengingat jumlah kerugian dalam kasus penipuan ini mencapai Rp20 miliar.

“Dua puluh miliar, [tuntutan] cuma 4 tahun. Indonesia memiliki Pancasila. Di mana kemanusiaan yang adil dan beradab?” seru korban lagi.

Para korban membandingkan hukuman yang diancam dalam kasus Rahmad dengan kasus lainnya. “Pencuri pisang lebih berat hukumannya, dihukum 7 tahun,” ucap mereka.

Korban penipuan mengadang mobil tahanan. (Zega/metro24jam.com)

Salah satu korban pun menegaskan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui Komisioner Saut Situmorang.

“Sudah habis uang pensiun kami. Sudah ku lapor ini sama Saut Situmorang. Sudah ku kasih tahu sampai ke Jakarta,” teriaknya.

Hotma Rumansi Sihombing, salah seorang korban menjelaskan, lebih dari 20 orang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan Rahmad. Kerugiannya mencapai Rp20 miliar.

“Kalau kami, satu keluarga ikut koperasi itu, ada 3 orang. Uang kami [yang digelapkan Rahmad] Rp1,3 miliar,” katanya.

Hotma melanjutkan, hingga kini belum ada ganti rugi dari BNI atas persoalan tersebut.

“Padahal, koperasi ini produk BNI, pegawai [koperasi]-nya pegawai BNI, pakai stempel BNI, kantornya di gedung BNI [Siantar],” ungkapnya.

Hotma membeberkan, dia mulai bergabung ke koperasi itu sejak 2013 lalu. Saat itu, Rahmad menawarkan koperasi tersebut dengan iming-iming bunga sebesar 1,5 persen.

Diberitakan sebelumnya, para korban penipuan itu juga sempat histeris dan sempat mengadang mobil tahanan Kejari Siantar di depan gedung PN Siantar. (Zeg)

BACA JUGA:
Sidang Dugaan Penipuan Oknum Kepala Koperasi BNI Siantar Berakhir Ricuh, Korban Mengamuk dan Hadang Mobil Tahanan


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…