Jumat, 23 Agustus 2019 | 13.46 WIB
Metro24Jam>News>Mantan Kepala Koperasi BNI Siantar Dituntut 4 Tahun Penjara, Para Korban Kembali Histeris

Mantan Kepala Koperasi BNI Siantar Dituntut 4 Tahun Penjara, Para Korban Kembali Histeris

Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:51 WIB

IMG-75802

Korban dugaan penipuan oleh terdakwa Rahmad mengadang dan memasang poster di mobil tahanan Kejari Siantar. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Mantan kepala Koperasi BNI Kota Siantar Rahmad, yang duduk di kursi terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jernih Lince Margaretha dengan hukuman 4 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (13/8/2019) siang.

Pantauan metro24jam.com, sidang dipimpin Hakim Ketua Danar Donor didampingi Risbarita dan M Iqbal sebagai hakim anggota.

Sidang juga terlihat dihadiri puluhan warga yang menjadi korban dugaan penipuan oleh terdakwa Rahmad, yang hadir mengenakan pakaian tahanan dan didampingi 3 penasehat hukumnya.

Sesuai fakta-fakta di persidangan, JPU mendakwa Rahmad telah melanggar Pasal 378 KUHPidana tentang Penggelapan.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tegas JPU Jernih Lince Margaretha.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Ketua Danar Dono langsung menunda sidang. Terdakwa Rahmad pun kembali digiring ke ruang tahanan sementara PN Siantar.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siantar Chadafi Nasution menjelaskan, dalam dakwaan, pihaknya menjerat Rahmad dengan pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan dan 378 KUHPidana tentang Penipuan.

“Fakta persidangan, yang terbukti pasal 378-nya, hukuman maksimal yakni 4 tahun penjara,” katanya.

Chadafi menyarankan, jika ingin menuntut ganti rugi, para korban bisa menggugat Rahmad secara perdata.

Korban Mengamuk Pukuli Mobil Tahanan

Sementara itu, seusai hakim menunda persidangan, suasana langsung heboh. Para korban berteriak-teriak saat Rahmad digiring ke mobil tahanan. “Empat tahun? Nggak adil. Nggak adil ini!” teriak sejumlah korban berulang-ulang.

Mereka merasa tidak mendapat keadilan mengingat jumlah kerugian dalam kasus penipuan ini mencapai Rp20 miliar.

“Dua puluh miliar, [tuntutan] cuma 4 tahun. Indonesia memiliki Pancasila. Di mana kemanusiaan yang adil dan beradab?” seru korban lagi.

Para korban membandingkan hukuman yang diancam dalam kasus Rahmad dengan kasus lainnya. “Pencuri pisang lebih berat hukumannya, dihukum 7 tahun,” ucap mereka.

Korban penipuan mengadang mobil tahanan. (Zega/metro24jam.com)

Salah satu korban pun menegaskan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui Komisioner Saut Situmorang.

“Sudah habis uang pensiun kami. Sudah ku lapor ini sama Saut Situmorang. Sudah ku kasih tahu sampai ke Jakarta,” teriaknya.

Hotma Rumansi Sihombing, salah seorang korban menjelaskan, lebih dari 20 orang sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan Rahmad. Kerugiannya mencapai Rp20 miliar.

“Kalau kami, satu keluarga ikut koperasi itu, ada 3 orang. Uang kami [yang digelapkan Rahmad] Rp1,3 miliar,” katanya.

Hotma melanjutkan, hingga kini belum ada ganti rugi dari BNI atas persoalan tersebut.

“Padahal, koperasi ini produk BNI, pegawai [koperasi]-nya pegawai BNI, pakai stempel BNI, kantornya di gedung BNI [Siantar],” ungkapnya.

Hotma membeberkan, dia mulai bergabung ke koperasi itu sejak 2013 lalu. Saat itu, Rahmad menawarkan koperasi tersebut dengan iming-iming bunga sebesar 1,5 persen.

Diberitakan sebelumnya, para korban penipuan itu juga sempat histeris dan sempat mengadang mobil tahanan Kejari Siantar di depan gedung PN Siantar. (Zeg)

BACA JUGA:
Sidang Dugaan Penipuan Oknum Kepala Koperasi BNI Siantar Berakhir Ricuh, Korban Mengamuk dan Hadang Mobil Tahanan


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Disergap di Kebun Durian, Kaki Bandar Sabu Kisaran Ditembus 2 Peluru
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:34 WIB

Disergap di Kebun Durian, Kaki Bandar Sabu Kisaran Ditembus 2 Peluru

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil meringkus 2 pria terduga pengedar sabu, di areal kebun durian, Jalan Durian, Kelurahan ...
Jalin Kerjasama dengan Media dan Wartawan, Polsek Percut Sei Tuan Aktifkan Humas
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:00 WIB

Jalin Kerjasama dengan Media dan Wartawan, Polsek Percut Sei Tuan Aktifkan Humas

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo SIK mengajak para jurnalis makan malam bersama di RM Ayam Penyet Rahmad, yang ...
Gagal Jambret HP di Jalan Gajah Mada, Dua Pria Ini ‘Dipermak’ Massa
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:45 WIB

Gagal Jambret HP di Jalan Gajah Mada, Dua Pria Ini ‘Dipermak’ Massa

Dua pria warga Kecamatan Medan Sunggal terpaksa diboyong ke rumah sakit sebelum ditahan di Polsek Medan Baru, Selasa (20/8/2019) kemarin. ...
Ditabrak Avanza di Jalan Sutomo Siantar, Warga Pria 65 Tahun Kritis di RS
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:27 WIB

Ditabrak Avanza di Jalan Sutomo Siantar, Warga Pria 65 Tahun Kritis di RS

Murli (65)--warga Jalan Serdang, Kelurahan Banjar, Siantar Barat--harus mendapat perawatan intensif di RS Tiara, akibat ditabrak mobil saat menyeberang jalan, ...
Dikibusi Warga Pegang Sabu, Pedagang Emas Keliling Asal Tanjung Tiram Ditangkap di Senio
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:35 WIB

Dikibusi Warga Pegang Sabu, Pedagang Emas Keliling Asal Tanjung Tiram Ditangkap di Senio

Ada-ada saja ulah dua pria yang mengaku sebagai pedagang jual beli emas keliling ini. Di sela-sela kegiatannya merambah ke desa-desa, ...
Tak Kunjung Diberangkatkan ke Negara Suaka, Ratusan Imigran Demo ke Kantor UNHCR Medan
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:15 WIB

Tak Kunjung Diberangkatkan ke Negara Suaka, Ratusan Imigran Demo ke Kantor UNHCR Medan

Para imigran pencari suaka dari berbagai negara berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Jalan ...
Loading...

Loading…