Selasa, 12 November 2019 | 03.30 WIB
Metro24Jam>News>Dugaan Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas, 2 Anggota DPRD Tapteng Disidang

Dugaan Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas, 2 Anggota DPRD Tapteng Disidang

Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:12 WIB

IMG-75786

Para saksi yang dihadirkan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Dua anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2015-2020, yang diduga terlibat korupsi perjalanan dinas fiktif, Sintong Gultom dan Sideli Zendrato menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (12/8/2019).

Sintong sempat masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh penyidik Polda Sumut sejak 12 Desember 2018. Dia akhirnya tertangkap pada tanggal 25 Maret 2019 lalu.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rali Dayan Pasaribu dan Arifin, berawal saat adanya perjalanan dinas ke luar daerah sebanyak 49 kali mulai dari tahun 2016 serta 2017.

Adapun jumlah anggaran perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD Tapteng masing-masing pada tahun 2016 sebesar Rp9.583.674.454 dan tahun 2017 sebesar Rp10.538.000.000.

Lalu, Sintong menerima Surat Perintah Tugas dan Surat Perintah Pencairan Dana (SPPD) yang dikeluarkan oleh Sekretaris DPRD.

“Selanjutnya, Sintong menghubungi bendahara keuangan DPRD Tapteng untuk dilakukan realisasi penghitungan anggaran biaya dalam melaksanakan perjalanan dinas ke luar daerah,” ujar JPU.

Setelah direalisasi, bendahara memberikan tiket pesawat, biaya hotel, biaya makan dan uang saku untuk Sintong serahkan kepada anggota dewan yang melaksanakan perjalanan dinas.

Besaran anggaran tersebut mulai 70 hingga 80 persen, dengan sisanya diberikan setelah selesai melaksanakan perjalanan dinas dan melengkapi administrasi dalam kegiatan.

Setelah melakukan perjalanan dinas, Sintong menyerahkan bill hotel kepada Herlina Siregar dan Komalasari Simamora selaku Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat DPRD Tapteng. Hal ini untuk realisasi pengitungan pembayaran penginapan.

“Sintong menerima uang sebagai bentuk pembiayaan pembayaran penginapan sesuai dengan ketentuan penggunaan anggaran dalam melaksanakan perjalanan dinas,” cetus Rali.

Untuk mekanisme pembayaran harus dilengkapi bukti pertanggungjawaban oleh anggota DPRD yang telah selesai melaksanakan perjalanan dinas.

Setelah selesai melaksanakan perjalanan dinas, anggota DPRD menyerahkan semua bukti transportasi dan penginapan kepada Pembantu Bendahara untuk mempersiapkan tanda terima (pelunasan).

Namun, mekanisme tersebut tidak dilakukan oleh kedua terdakwa. Sehingga akibat perbuatan kedua terdakwa, telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang diaudit oleh auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut.

Dalam kasus ini, kedua terdakwa telah melakukan penyimpangan pada biaya penginapan perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Tapteng Tahun Anggaran (TA) 2016 dan 2017 sebesar Rp 92.625.700 serta Rp 121.173.050.

“Perbuatan kedua terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkas JPU.

Usai dakwaan, JPU juga menghadirkan para saksi untuk memberikan keterangan. (*/asp)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan
Metro 24 Jam - Selasa, 12 November 2019 - 00:03 WIB

Soal Tawuran di Tanjung Tiram, Kapolsek Labuhan Ruku: Sudah Berulangkali Kita Amankan

Aksi tawuran berkepanjangan antar kelompok warga di Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, disebut sudah mendapat perhatian dari pihak ...
Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:47 WIB

Stunting Meningkat di Simalungun, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Minim Sosialisasi?

Sepanjang tahun 2019, angka stunting balita di dua nagori (desa) di Kabupaten Simalungun, tercatat mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, ...
Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 23:00 WIB

Cabut Cok Kulkas Dalam Rumah Terendam Banjir, IRT di Tanah Jawa Tersengat Listrik Hingga Tewas

Seorang wanita meninggal dunia di kediamannya di kawasan Afdeling VI Kebun Bah Jambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, ...
CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:43 WIB

CPNS Pemkab Asahan Dibuka, Ini Formasinya!

Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini, mulai Senin (11/11/2019) hingga 24 November ...
Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 22:27 WIB

Dukung Program Peningkatan Pariwisata, Pangulu Sibaganding Gelar Rapat RKP

Pangulu (Kades) Nagori Sibaganding mengundang sejumlah masyarakat dalam Rapat Rencangan Kerja Pemerintah (RKP) TA 2020 dengan tujuan mendukung program pemerintah ...
Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam
Metro 24 Jam - Senin, 11 November 2019 - 21:09 WIB

Kematian Kades Ketangkuhen, Polisi Periksa 2 Saksi Maraton Selama 24 Jam

Kematian Rili Kemit--Kepala Desa Ketangkuhen, Sibolangit, Deliserdang--masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Temuan sebilah pisau yang menancap di dada pria berusia 57 ...
Loading...

Loading…