Jumat, 22 November 2019 | 11.35 WIB
Metro24Jam>News>Truk Pengangkut Rusak, Sampah di Areal PTPN III Kebun Bangun Tebar Bau Busuk

Truk Pengangkut Rusak, Sampah di Areal PTPN III Kebun Bangun Tebar Bau Busuk

Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:55 WIB

IMG-75774

Seorang warga terpaksa menutup hidung saat menunjukkan tumpukan sampah di seputaran Simpang Bahjambi areal PTPN III Kebun Bangun. (Suhendra/metro24jam.com)

metro24jam.com – Masyarakat yang bermukin di seputaran PTPN III Unit Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, mengeluhkan tumpukan sampah yang saat ini berserakan di kawasan itu.

Limbah rumah tangga, mulai dari plastik bekas kemasan detergen, shampo, botol air mineral, hingga limbah pelepah, terlihat menyatu di tumpukan sampah.

Pasalnya, sampah tak dibuang di lokasi semestinya dan hanya ditumpukkan di areal Kebun.

“Sampah sudah lama menumpuk di sini. Kadang dibakar warga, karena tak sedap lagi dipandang mata. Belum lagi aromanya membuat kita tak bisa tidur nyenyak di malam hari,” ketus seorang warga sekitar simpang Bahjambi.

Sudianto (34), warga di sana mengatakan, sampah itu sudah lama menumpuk di areal kebun. Bahkan sering berserakan sampai di tengah jalan di seputaran Desa Serapuh, yang mengakibatkan perkembangan lalat hijau semakin subur seiring dengan aroma busuk menyengat.

“Ini gara-gara pengelolaan sampah sudah diserahkan Dinas Kebersihan Simalingun ke pihak kecamatan beberapa bulan lalu, katanya, Senin (12/2019) siang.

Menurut dia, pernah sejumlah warga mendorong tumpukan sampah ke kawasan lebih jauh di areal kebun PTPN III Kebun Bangun agar aroma busuk tidak sampai ke pemukiman.

“Tetap saja tercium aroma busuknya. Apalagi, petugas kebersihan Kecamatan Gunung Malela seperti tak peduli. Belum lagi ada orang entah dari mana saja, tetap melemparkan sampah ke sana tiap siang dan malam,” ketusnya.

Sementara untuk pihak PTPN III Kebun Bangun, Sudianto menduga, limbah rumah tangga yang dibuang ke areal tanaman kelapa sawit itu tidak menjadi masalah.

“Malah kami rasa, mereka (PTPN III), menganggap sampah itu sebagai pupuk organik. Makanya sampai hari ini, mereka tidak melakukan tindakan pembersihan,” lanjutnya.

Seorang warga lain menjelaskan, penumpukan sampah di sana, karena awalnya seperti ada pembiaran dari pihak PTPN III Kebun Bangun.

Hal itu akhirnya memicu warga lain untuk membuang sampah-sampah rumah tangga ke lokasi tersebut.

“Ditambah lagi dengan tidak adanya kepedulian petugas kebersihan Kecamatan Gunung Malela, jadilah sampah itu makin banyak di sana,” ketusnya.

“Mereka tak peduli! Sementara ada warga main lempar dari mobil atau sepedamotor dari jalan. Karena sudah berbulan-bulan, ya makin numpuk, soal baunya jangan ditanya lagi,” ungkapnya kepada metro24jam.com.

Beberapa orang yang terlihat saat membuang sampah tersebut ketika ditegur malah marah kepada warga yang bermukin di sekitar Simpang Bahjambi.

“Orang yang seenaknya buang sampah ya orangnya itu itu terus, ditambah tidak becusnya pihak kecamatan mengurus. Jadi mereka semakin semaunya sendiri dan tidak menghargai lingkungan sekitar yang awalnya sudah di tata dengan baik,” sebut Usman, warga lainnya.

Usman pun berharap, jika sampah-sampah itu nanti dibersihkan petugas kecamatan dan pihak PTPN III, warga tak lagi membuang sampah di sana.

Sebelumnya, Camat Gunung Malela ketika dikonfirmasi melalui Sekcam Sudiono mengatakan, truk pengangkut sampah sudah lama tidak berfungsi.

“Truk sampah itu sudah lama tak berfungsi, kalau untuk petugas, ditanyakan ke Pak Camat saja,” ucapnya beberapa waktu yang lalu.

Pantauan metro24jam.com, Senin (12/8/2019) siang, tumpukan sampah berserakan tepat di areal PTPN III (Persero), Kebun Bangun Jalan Asahan KM 16, tak jauh dari kantor Puskesmas simpang Bahjambi, Desa Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun.

Manajer tanaman PTPN III (Persero) Kebun Bangun, Ir Syarif Emil, hingga kini tak bersedia memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi.

Pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp, Senin (12/8/2019), terlihat terbaca, tapi yang bersangkutan tidak memberikan jawaban. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Tilapia PT Aquafarm Nusantara Termasuk 6 Besar Produk Ekspor Perikanan Jateng 2019
Metro 24 Jam - Jumat, 22 November 2019 - 10:30 WIB

Tilapia PT Aquafarm Nusantara Termasuk 6 Besar Produk Ekspor Perikanan Jateng 2019

Volume ekspor produk prikanan provinsi Jawa Tengah tahun 2019 terjadi peningkatan. PT Aquafarm Nusantara Semarang merupakan salahsatu pendukung peningkatan produk ...
1 dari 3 Korban Selamat Kapal Tersambar Petir di Nias Selatan Dilaporkan Meninggal Dunia
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 20:52 WIB

1 dari 3 Korban Selamat Kapal Tersambar Petir di Nias Selatan Dilaporkan Meninggal Dunia

Salah seorang awak kapal KM Restu Bundo, yang sebelumnya dilaporkan selamat dilaporkan telah meninggal dunia di Pulau Pini. Informasi yang ...
Kapal Nelayan Disambar Petir di Perairan Nias, 3 ABK Selamat Pakai Jerigen, 4 Masih Dicari
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 19:49 WIB

Kapal Nelayan Disambar Petir di Perairan Nias, 3 ABK Selamat Pakai Jerigen, 4 Masih Dicari

Empat nelayan masih dinyatakan hilang setelah kapal mereka KM Restu Bundo GT5 yang membawa 7 awak termasuk nakhoda, tersambar petir ...
Ayah dan Putrinya Nyaris Terpanggang di Rumah, Katanya Ada Yang Bakar, TKP: Jalan Garu VI
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 19:17 WIB

Ayah dan Putrinya Nyaris Terpanggang di Rumah, Katanya Ada Yang Bakar, TKP: Jalan Garu VI

Sejahtera Eka Putra Ginting alias Putra (48) dan gadis ciliknya Putri Nur Taliyah Ginting (11) nyaris terbakar hidup-hidup di kediaman ...
Dipolisikan Ibunya Karena Curi Sepedamotor dari Rumah, Pemuda Ini dan Penadahnya Gol!
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 18:09 WIB

Dipolisikan Ibunya Karena Curi Sepedamotor dari Rumah, Pemuda Ini dan Penadahnya Gol!

Kesal dengan ulah anaknya, seorang ibu akhirnya memberi pelajaran berharga bagi putranya. Muhammand Waliyuddin dilaporkan ibu kandungnya, Natila Giawa, ke ...
Lompat ke Depan Kereta Api Melintas, Tubuh Pasaaribu Langsung Terbelah Dua
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 17:32 WIB

Lompat ke Depan Kereta Api Melintas, Tubuh Pasaaribu Langsung Terbelah Dua

Warga Jalan Baru, Desa Tembung, Kecamatan Percut Tuan, dihebohkan aksi maut seorang pria, Kamis (21/11/2019) sekira jam 10.00 Wib.Seorang warga ...
Loading...

Loading…