Jumat, 18 Oktober 2019 | 03.31 WIB
Metro24Jam>News>Pria Baru Menikah di Jalan Purwo Delitua Disebut Ditangkap BNN RI (Katanya, Miliaran Rupiah Disita)

Pria Baru Menikah di Jalan Purwo Delitua Disebut Ditangkap BNN RI (Katanya, Miliaran Rupiah Disita)

Senin, 12 Agustus 2019 - 03:03 WIB

IMG-75657

Ibunda Agam duduk sembari berlinang air mata di teras rumahnya. Insert: Foto pernikahan Agam. (metro24jam.com)

DELITUA, metro24jam.com – Seorang pria yang tinggal di Jalan Purwo, Gang Sahabat, Dusun 1, Desa Suka Makmur, Kecamatan Delitua, dikabarkan dijemput sejumlah petugas berpakaian sipil, Sabtu (10/8/2019) siang kemarin.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com di lokasi, Minggu (11/8/2019) sore, pria berinisial MAZS alias Agam, diduga ditangkap oleh personel BNN RI.

Kedatangan mendadak sejumlah petugas dan langsung melakukan pengepungan di kediaman Agam itu sempat membuat kaget warga sekitar.

“Banyak kali yang datang, lebih mungkin sepuluh orang itu. Macem-macem, ada yang celana pendek, ada yang rambut gondrong, ada yang dikucir, macem lah,” tutur seorang ibu rumah tangga di sekitar lokasi.

“Ada 3 kali orang itu bolak-balik dari sini. Berapa kali kepetuk, padahal aku sengaja nggak melihat. Eh kepetuk lagi kemarin,” sebut warga itu.

Menurut warga, pada penggrebekan siang itu, setidaknya ada delapan mobil mendadak masuk ke kawasan pemukiman mereka dan langsung parkir di sekitar lokasi.

“Ke gang rumahnya kan gak bisa masuk mobil, jadi sampai di sini ajalah. Jadi mobil itu ada yang parkir dekat musholla itu ada dua, di depan ada dua, di belakang pun ada kalau gak salah,” sebutnya lagi.

Penangkapan Agam pun membuat warga setempat terheran-heran. Pasalnya, selama ini Agam dikenal mereka cukup ramah. Warga pun hanya mengetahui bahwa pria yang belum lama menikah itu, sehari-hari bekerja sebagai supir.

“Dia tu orangnya baik sebenarnya, cukup ramah, suka berbagi. Tapi itulah, gak nyangka juga dia gitu kerjanya. Memang dia siang di rumah aja nampaknya, tapi kalau malam baru keluar,” timpal warga lainnya.

Pantauan metro24jam.com di lokasi, Minggu (11/8/2019) sore, ibunda Agam, pasca penggerebekan terlihat duduk di teras rumah mereka sembari menangis. Wanita itu seolah tak menyangka bahwa putranya bakal ditangkap karena diduga terlibat dalam sindikat pengedar narkotika internasional.

Kepala Dusun setempat, Isnin (54), ketika dikonfirmasi metro24jam.com mengaatakan, Agam tidak tercatat sebagai warga di lingkungan tersebut.

Namun dia mengakui, saat penggrebekan itu, ibunda Agam berada di rumah tersebut ketiga petugas masuk menggrebek.

“Sebenarnya kan dia bukan warga kita, hanya berdomisili di sini. Aslinya dia penduduk kotamadya (Medan). Maka, kalau ada apa-apa, kita pun ngak ngerti kali,” sebut Kadus di lokasi.

Rumah yang digrebek tersebut juga masih berstatus warisan orangtua Agam. “Jadi ini rumah warisan, belum dipecah. Jadi rumah ini bukan atas nama dia. Dia pun baru-baru ajalah di sini, semenjak menikah itu lah,” imbuhnya.

Menurut warga, Agam baru beberapa bulan saja menikah dengan wanita warga Jalan Lestari, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Deliserdang. “Istrinya pun lagi hamil muda itu, paling jalan 2 bulan,” kata mereka.

“Waktu si Agam itu didatangi, orang itu (petugas) nanyak. ‘Siapa yang namanya Agam?’ Terus dijawab dia, ‘Saya Agam’,” sebut warga sembari mengulang percakapan petugas dengan Agam.

Saat digiring, tangan Agam disebut diikat dengan lakban. “Bukan digari, tapi pakai itu macam selotip itu,” katanya. Agam juga disebut beberapa kali digiring berkeliling di kawasan tersebut.

“Dibawa ke sana, terus ke belakang, baru ke kuburan. Si Agamnya diam aja gak melawan,” katanya.

Setelah dibawa beberapa kali berkeliling, Agam kemudian pasrah dimasukkan ke dalam mobil bersama seorang terduga lain yang belum diketahui identitasnya.

Menurut warga, saat itu ada seorang pria yang sempat merekam penggerebekan tersebut dengan HP. Namun akhirnya, pria itu dipanggil petugas dan disuruh menghapus rekaman tersebut.

“Udah hebat kau merekam-rekam? Mau jadi artis kau? Kau hapus itu!” sebut petugas tersebut seperti ditirukan warga.

“Dia (perekam) memang bukan orang sini,” timpal warga lainnya.

Dari kediaman Agam, petugas juga disebut mengamankan uang diduga hasil transaksi penjualan barang haram narkotika. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung dan disebut mencapai miliaran rupiah.

“Ada yang dengar-dengar waktu orang itu (petugas) ngitung di dalam. Katanya miliaran lah. Tapi gak taulah, soalnya gak ada yang nampak uangnya,” sebut warga.

Warga pun menduga bahwa Agam selama ini bertugas sebagai pengutip uang setoran hasil penjualan narkoba.

Selain itu, petugas yang disebut dari BNN RI itu juga menngamankan 4 unit sepedamotor, masing-masing 2 unit Yamaha RX-King, 1 unit Kawasaki Ninja dan 2 unit Yamaha Vixion dan sejumlah kartu ATM dari berbagai bank.

“Tapi kayaknya [motor] Ninja-nya gak hidup. Aku dengar ngengkol-engkol orang itu,” jelas warga lagi.

“Malam itu, orang itu (petugas) datang lagi ngambil mobil pickup. Orang itu datang naik mobil Toyota Rush BK 1401…, gak ingat [seri] belakangnya,” timpal warga lagi.

Kepala Desa Suka Makmur, Suyetno (53) ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon Minggu (11/8/2019), membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan personel BNN RI di desanya itu. “Iya ada, dengar-dengar hasil pengembangan itu bang,” kata Kades.

Terpisah, Kepala Biro Humas BNN RI, Kombes Pol Sulistiyo Pudjo ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui hal itu. “Saya akan check, belum tahu,” katanya. (Tim)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:24 WIB

Pulang Belanja Sabu di Gang Kinantan, 2 Sekawan Dicegat Polisi

Belum sempat menikmati sabu yang baru saja dibeli dari Gang Kinantan, dua sekawan ini keburu dicegat polisi, Selasa (15/10/2019) malam.Keduanya ...
Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:44 WIB

Pembagian Kios Pekan Tigaraja Bermasalah, Camat Akan Panggil Pedagang

Pembagian kios di Pekan Tigaraja dinilai merbasalah karena tidak merata. Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Suryati Ulyarta Tambunan SKom MSi ...
Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:29 WIB

Rencana Bertanding di Pilkada 2020 Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Mendaftar ke Perindo

H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Labuhanbatu ke DPD Partai Perindo, Selasa (15/10/2019). Pendaftaran ...
Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:24 WIB

Yuk Bantu Biaya Perobatan Darisa Boru Sianturi, Bayi 8 Bulan Penderita Pneumonia

Darisa boru Sianturi, bayi baru berusia 8 bulan penderita penyakit Pneumonia (radang paru-paru) kini terbaring di RS Haji Adam Malik ...
Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:33 WIB

Beli Sabu dari Tanjungbalai, 3 Warga Sei Dadap Ditangkap Polisi, Rencananya Dijual di Air Batu

Personel Unit Reskrim Polsek Airbatu meringkus tiga terduga pengedar sabu-sabu di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, ...
Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat
Metro 24 Jam - Kamis, 17 Oktober 2019 - 17:27 WIB

Sempat Hilang 2 Hari, Kapal Nelayan Cumi dan 7 Awal Ditemukan Dalam Kondisi Selamat

Tim Basarnas Tanjungbalai-Asahan berhasil menemukan satu unit kapal nelayan cumi-cumi yang mengalami kerusakan di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara, Rabu ...
Loading...
Kombes Andi Rian
Hendrik Marpaung
Kapolres Siantar

Loading…