Minggu, 8 Desember 2019 | 20.20 WIB
Metro24Jam>News>Siswi SMP Ditawarkan Rp10 Juta ke Polisi, Tante dan Muncikari Ditangkap di Hotel Milala

Siswi SMP Ditawarkan Rp10 Juta ke Polisi, Tante dan Muncikari Ditangkap di Hotel Milala

Selasa, 23 Juli 2019 - 07:19 WIB

IMG-73919

Korban (tengah) bersama tantenya dan sang muncikari. (ist/metro24jam.com)

SUNGGAL, metro24jam.com – Dua wanita masing-masing SA alias Sri (40) dan SZ (23), warga JalanĀ Kesatria, Kelurahan Satria, Binjai, diringkus personel Polsek Sunggal, Rabu (17/7/2019) sekira pukul 20.00 Wib.

Keduanya ditangkap polisi yang menyamar untuk membongkar praktik perdagangan manusia karena akan menjual gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP. Ironisnya, satu dari kedua wanita itu adalah tante sang gadis remaja.

Kanit Reskri Polsek Sunggal Iptu M Syarif Ginting mengatakan, gadis remaja yang akan dijual adalah DPS (14), warga Langkat. Remaja berkulit kuning langsat itu ditawarkan seharga Rp10 juta. Beruntung, penerima tawaran adalah polisi.

“Kita mendapat informasi dari masyarakat ada anak di bawah umur yang akan dijual untuk melayani laki laki,” jelas Syarif, Senin (22/7/2019).

Menerima informasi itu, personel Unit Reskrim Polsek Sunggal dipimpin Iptu M Syarif Ginting langsung mengatur siasat untuk meringkus pelaku trafficking tersebut.

Polisi kemudian menyamar sebagai pembeli dan melakukan kontak dengan kedua tersangka. Selanjutnya disepakati bahwa gadis itu akan diserahkan di Hotel Milala, Jalan Binjai KM 13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Polisi kemudian bergerak ke Hotel Milala dan bertemu dengan kedua pelaku. Sesampainya di sana, kedua wanita tersebut kemudian meminta uang Rp10 juta sebagai uang jasa untuk mendapatkan layanan DPS.

“Jadi, mereka jual Rp10 juta. Tapi kita kasih Rp5 juta dan berjanji akan membayar via rekening untuk kekurangannya. Begitu kedua pelaku hendak pergi dengan uang tersebut, keduanya langsung kita ringkus,” jelas Syarif.

Hasil interogasi polisi diketahui, bahwa AS alias Sri adalah muncikari alias germo yang akan menjual korban. Sementara SZ adalah adik dari orangtua korban yang menyerahkan gadis belia itu untuk dijual Sri.

Keduanya kini meringkuk di sel tahanan Polsek Sunggal dengan barang bukti uang tunai Rp5 juta.

Hingga kini, menurut Syarif, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

“Keduanya kita persangkaan dengan pasalĀ 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (adi)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
H Surya Komit Tak Ambil Fee Proyek dan Entaskan Kemiskinan di Asahan (Tapi Belum Kantongi Data)
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 18:14 WIB

H Surya Komit Tak Ambil Fee Proyek dan Entaskan Kemiskinan di Asahan (Tapi Belum Kantongi Data)

Plt Bupati Asahan H Surya BSc menegaskan komitmennya tidak menerima fee atas pengadaan barang maupun proyek pembangunan yang menggunakan APBD ...
Puluhan Warga Keracunan di Desa Lubuk Palas, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Sisa Makanan
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 18:03 WIB

Puluhan Warga Keracunan di Desa Lubuk Palas, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Sisa Makanan

Unit Reskrim Polsek Airjoman melakukan meminta keterangan dari para korban keracunan guna keperluan penyelidikan, di Puskesmas Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman, ...
Muhammad Ridwan Siap Bersaing dengan Senior di Pilkada Labuhanbatu 2020
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:52 WIB

Muhammad Ridwan Siap Bersaing dengan Senior di Pilkada Labuhanbatu 2020

Muhammad Ridwan SIP (32), ikut meramaikan kontestasi Bakal Calon Bupati Labuhanbatu untuk Pilkada 2020 mendatang. Sebagai generasi milenial, Ridwan ...
Ribuan Warga Siantar Ikuti Jalan Santai Car Free Day Peringatan Hari Ibu
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:33 WIB

Ribuan Warga Siantar Ikuti Jalan Santai Car Free Day Peringatan Hari Ibu

Walikota Pematangsiantar Hefriansyah SE MM melepas ribuan peserta gerak jalan santai Car Free Day bertajuk 'Peringatan Hari Ibu' dari depan ...
Nyambi Bantu Bandar Sabu, Buruh Bangunan di Desa Pon Ini Tertangkap Sendirian, Bosnya Kabur
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 17:16 WIB

Nyambi Bantu Bandar Sabu, Buruh Bangunan di Desa Pon Ini Tertangkap Sendirian, Bosnya Kabur

Menyambi untuk mendapatkan penghasilan tambahan memang tak dilarang. Tapi apa yang dilakukan pria bernama Taupik Rahman ini terbukti menjadi petaka ...
Maju Kembali di Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Ingin Obati Hati Rakyat
Metro 24 Jam - Minggu, 8 Desember 2019 - 16:52 WIB

Maju Kembali di Labuhanbatu, dr Tigor Panusunan Ingin Obati Hati Rakyat

Konstentasi di Pilkada Labuhanbatu 2020 sepertinya akan menjadi persaingan sengit. Sejumlah tokoh ikut bursa pertarungan politik tersebut, termasuk Bupati Labuhanbatu ...
Loading...

Loading…