Jumat, 23 Agustus 2019 | 13.22 WIB
Metro24Jam>News>Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

IMG-73908

Dedi Sinaga, salah seorang peserta PKH terdaftar namun tidak menerima haknya sejak akhir 2016 hingga saat ini. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela Simalungun.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, Senin (22/7/2019), masih ada oknum nakal mematok tarif Rp20 ribu kepada peserta PKH setiap pencairan dana tunai melalui bank yang bekerja sama dengan program PKH, di triwulan pertama, kedua dan seterusnya.

Alasannya juga tidak masuk akal. Oknum nakal tersebut berdalih, kutipan yang disebut ala kadarnya itu untuk biaya konsumsi makanan dan minum ketika melaksanakan pertemuan.

“Bayarnya memang ala kadarnya. Namun itu kan sudah tugasnya sebagai pelayan masyarakat,” kata seorang peserta PKH, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, jika tidak diberi uang, oknum petugas itu enggan melayani warga, seperti saat pengurusan surat-surat keterangan miskin.

“Karena takut nantinya sering dipersulit, terpaksa ngasih uang jasa agar urusan cepat beres,” ujarnya.

Sementara itu, menurut sumber lain, sejumlah desa di Kecamatan Gunung Malela, disinyalir juga mematok tarif.

Selain itu, ada tudingan, bahwa tim pendamping PKH, seringkali dijadikan sebagai alat politik kelompok tertentu dan ini bukan rahasia lagi di kalangan PKH.

Mereka mengarahkan kepada kelompok tertentu, guna mendulang suara dengan dalih tujuannya untuk mempercepat urusan pada peserta PKH.

Para peserta PKH takut, enggan melapor karena khawatir, akan dipersulit saat berurusan.

“Kalau tidak mau, peserta PKH nantinya dianggap tidak bisa bekerjasama, lalu disuruh menandatangani surat permohon pengunduran diri dari kepesertaan Program Keluargan Harapan (PKH),” sebutnya.

Terkait dugaan tersebut, sejumlah pihak berharap para pendamping PKH sebaiknya dibubarkan saja. Menurut warga, berjalannya PKH cukup didampingi aparatur desa.

“PKH merupakan program nasional yang bergulir sejak tahun 2007 hingga sekarang. Sejumlah pihak beranggapan keberadaan pendamping dianggap tidak efisien dan hanya menghamburkan uang negara,” katanya.

Terkait hal itu, pendamping PKH Kecamatan Gunung Malela Melfi, ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui bahwasanya ada pengutipan terhadap para peserta.

“Itu mungkin kan bisa-bisa saja pak, orang itu (peserta PKH), ketika mereka mengadakan rapat atau ada pertemuan, kan bisa saja mereka untuk makan minum meraka,” sebutnya melalui sambungan telepon, Senin (22/7/2019) siang.

Ketika ditanyakan adanya kekecewan dari dua keluarga peserta yang dicoret dari kepesertaan PKH, yang merupakan penjaga kebun dan pengembala hewan ternak sapi milik seorang, dengan nada meninggi Melfi menepisnya.

“Bukan dicoret, tapi itu mengundurkan diri,” ketusnya sembari memutus sambungan telepon.

Terpisah, Camat Gunung Malela Ir Andi Syahputra Pasaribu, ketika dikonfirmasi terkai dugaan pengutipan dan sejumlah persoalan Program (PKH) di wilayahnya mengatakan, tidak ada biaya untuk pengurusan surat-surat dan pencairan dan PKH.

Camat Gunung Malela Ir Andi Syahputra Pasaribu. (Suhendra/metro24jam.com)

“Seingat saya selama bertugas, semua pelayanan PKH tidak dipungut bayaran alias gratis,” katanya, sembari berjanji akan menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Pasti nanti kita tanyakan petugasnya ke Dinas Sosial. Nanti pangulunya kita panggil dan tanyakan,” tegasnya saat ditemui di sela pertemuaan dengan sejumlah kepala desa, Senin (22/7/2019).

Camat Andi kemudian menanyakan identitas warga yang terdaftar di PKH, namun tidak menerima haknya tersebut.

“Siapa bang, nama warga kita peserta PKH itu, kemarin ada saya baca beritanya,” kata Camat yang baru menjabat di Gunung Malela ini. (age)

BACA JUGA:
Ada Keluarga Miskin di Sahkuda Bayu Tak Dapat Bantuan, yang Tajir Malah Jadi Peserta PKH


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Disergap di Kebun Durian, Kaki Bandar Sabu Kisaran Ditembus 2 Peluru
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:34 WIB

Disergap di Kebun Durian, Kaki Bandar Sabu Kisaran Ditembus 2 Peluru

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil meringkus 2 pria terduga pengedar sabu, di areal kebun durian, Jalan Durian, Kelurahan ...
Jalin Kerjasama dengan Media dan Wartawan, Polsek Percut Sei Tuan Aktifkan Humas
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 22:00 WIB

Jalin Kerjasama dengan Media dan Wartawan, Polsek Percut Sei Tuan Aktifkan Humas

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo SIK mengajak para jurnalis makan malam bersama di RM Ayam Penyet Rahmad, yang ...
Gagal Jambret HP di Jalan Gajah Mada, Dua Pria Ini ‘Dipermak’ Massa
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:45 WIB

Gagal Jambret HP di Jalan Gajah Mada, Dua Pria Ini ‘Dipermak’ Massa

Dua pria warga Kecamatan Medan Sunggal terpaksa diboyong ke rumah sakit sebelum ditahan di Polsek Medan Baru, Selasa (20/8/2019) kemarin. ...
Ditabrak Avanza di Jalan Sutomo Siantar, Warga Pria 65 Tahun Kritis di RS
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:27 WIB

Ditabrak Avanza di Jalan Sutomo Siantar, Warga Pria 65 Tahun Kritis di RS

Murli (65)--warga Jalan Serdang, Kelurahan Banjar, Siantar Barat--harus mendapat perawatan intensif di RS Tiara, akibat ditabrak mobil saat menyeberang jalan, ...
Dikibusi Warga Pegang Sabu, Pedagang Emas Keliling Asal Tanjung Tiram Ditangkap di Senio
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:35 WIB

Dikibusi Warga Pegang Sabu, Pedagang Emas Keliling Asal Tanjung Tiram Ditangkap di Senio

Ada-ada saja ulah dua pria yang mengaku sebagai pedagang jual beli emas keliling ini. Di sela-sela kegiatannya merambah ke desa-desa, ...
Tak Kunjung Diberangkatkan ke Negara Suaka, Ratusan Imigran Demo ke Kantor UNHCR Medan
Metro 24 Jam - Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:15 WIB

Tak Kunjung Diberangkatkan ke Negara Suaka, Ratusan Imigran Demo ke Kantor UNHCR Medan

Para imigran pencari suaka dari berbagai negara berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Jalan ...
Loading...

Loading…