Selasa, 23 Juli 2019 | 01.31 WIB
Metro24Jam>News>Perbaikan Jalan Produksi di PTPN III Kebun Bangun Diduga Gunakan Material Ilegal

Perbaikan Jalan Produksi di PTPN III Kebun Bangun Diduga Gunakan Material Ilegal

Jumat, 12 Juli 2019 - 05:50 WIB

IMG-72974

Material batu padas yang akan digunakan dalam perbaikan jalan produksi di PTPN III Kebun Bangun. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, saat ini sedang melakukan perawatan jalan produksi di lingkungan Afdeling 1, 2 dan 3.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, pengerjaan itu akan berlanjut ke Afdeling 4, kawasan Simbolon. Namun sayang, pihak PTPN III Kebun Bangun ditengarai menggunakan material yang dipasok oleh pengusaha tidak berizin alias ilegal.

Hal itu diungkapkan seorang sumber, yang sebelumnya merupakan pemborong di Pemkab Simalungun, kepada metro24jam.com, saat ditemui di seputaran PTPN III (Persero) Kebun Bangun, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, hal seperti sudah mengangkangi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Mineral, Energi dan Pertambangan (Minerba).

“Tapi bisa hal itu sengaja didiamkan. Sebab, mungkin ada oknum-oknum nakal yang menutup mata dan menerima keuntungan dari proyek itu,” ucap sumber prihatin.

Dijelaskannya, pemerintah melalui aparat penegak hukum sudah mensosialisakan dan mengingatkan kepada BUMN, para kontraktor maupun pemerintahan desa untuk tidak menggunakan material ilegal, khususnya Galian C ilegal, karena bertentangan dengan Undang-undang Minerba.

“Pemerintah selama ini terus sosialisasikan agar setiap proyek pembangunan menggunakan material Galian C resmi bukan material tambang ilegal. Dan Ini juga berlaku bagi proyek di pemerintahan, BUMN dan rekanan maupun kontraktor dalam kegiatan pembangunan, di lingkungan PTPN III (Persero),” tegasnya.

“Jelas sudah diatur, bahwa dapat dipidana setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan dan barang ilegal lainnya. Bagi yang melanggar, maka bisa pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” imbuhnya.

Menurut dia, PTPN III (Persero) Kebun Bangun melalui manajer, sebagai penanggungjawab, memerintahkan bawahannya menelusuri kualitas dan asul-usul bahan material jenis batu padas tersebut serta mempertanyakan izin tambang pengusahan galian C tersebut.

“Sebab seharusnya sebagai penerima manfaat, penanggungjawab serta pengawas proyek perawatan jalan di lingkungan kerjanya, manajer harus menghindari hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan sumber di kepolisan setempat, Kamis (11/7/2019).

“Ancamannya tegas, berdasarkan aturan bagi yang menampung membeli, pengangkutan, menjual diancam 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” sebutnya.

Terpisah, manajer tanaman PTPN III (Persero), Kebun Bangun, Ir Syarif Emil, ketika dikonfirmasi metro24jam.com, membenarkan adanya proyek perawatan jalan di lingkungan PTPN III (Persero), Kebun Bangun.

Menurutnya, PTPN III akan mempertanyakan dan akan melakukan pengecekan serta mempertanyakan soal perizinan penyedia material.

“Kalau masalah kontrak itu semua di kantor pusat. Nanti saya tanyakan pak,” jawab Emil melalui telepon selulernya. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 23:07 WIB

HUT Adhyaksa ke-59, Kajati Sumut Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Fachruddin Siregar memimpin upaca peringatan HUT Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejatisu, Jalan AH ...
Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:57 WIB

Peserta PKH di Gunung Malela Mengaku Dikutip Rp20 Ribu Untuk Pencairan Dana

Dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), masih saja terjadi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela ...
Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:40 WIB

Pasien Bayar Nazar, Tukang Kusuk di Batubara Berangkat ke Tanah Suci

Rezeki bisa datang dari mana saja tanpa pernah diduga. Seperti yang dialami dan dirasakan Kamaluddin bin Mohammad Hafiz alias Ongku ...
Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB

Rumah di Kelurahan Siopat Suhu Tertimpa Pohon Aren, Penghuninya Terpaksa Tidur di Tenda

Satu unit rumah semi permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Jalan Kawal Samudra, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, ...
Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:54 WIB

Jajaran Polrestabes Medan Ringkus 47 Tersangka Curanmor, BB: 56 Unit Motor dan 2 Mobil

Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli hunting ke jalanan dalam sebulan terakhir demi menekan angka kriminalitas di Kota ...
Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!
Metro 24 Jam - Senin, 22 Juli 2019 - 21:40 WIB

Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Tersangka Korupsi, Bamusi: Itu Keliru!

Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS), Herowhin Sinaga, sebagai tersangka ...
Loading...

Loading…


Bupati Padang Lawas
BPKAD Padang Lawas
Dinas Perindag dan UMKM Padang Lawas
Bank Sumut Sibuhuan
Dinas PU & PE Padang Lawas
Bappeda Padang Lawas
Dinas LH dan Hut Padang Lawas
Dinas PMD Padang Lawas