Jumat, 22 November 2019 | 12.04 WIB
Metro24Jam>News>Perbaikan Jalan Produksi di PTPN III Kebun Bangun Diduga Gunakan Material Ilegal

Perbaikan Jalan Produksi di PTPN III Kebun Bangun Diduga Gunakan Material Ilegal

Jumat, 12 Juli 2019 - 05:50 WIB

IMG-72974

Material batu padas yang akan digunakan dalam perbaikan jalan produksi di PTPN III Kebun Bangun. (Suhendra/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, saat ini sedang melakukan perawatan jalan produksi di lingkungan Afdeling 1, 2 dan 3.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, pengerjaan itu akan berlanjut ke Afdeling 4, kawasan Simbolon. Namun sayang, pihak PTPN III Kebun Bangun ditengarai menggunakan material yang dipasok oleh pengusaha tidak berizin alias ilegal.

Hal itu diungkapkan seorang sumber, yang sebelumnya merupakan pemborong di Pemkab Simalungun, kepada metro24jam.com, saat ditemui di seputaran PTPN III (Persero) Kebun Bangun, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, hal seperti sudah mengangkangi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Mineral, Energi dan Pertambangan (Minerba).

“Tapi bisa hal itu sengaja didiamkan. Sebab, mungkin ada oknum-oknum nakal yang menutup mata dan menerima keuntungan dari proyek itu,” ucap sumber prihatin.

Dijelaskannya, pemerintah melalui aparat penegak hukum sudah mensosialisakan dan mengingatkan kepada BUMN, para kontraktor maupun pemerintahan desa untuk tidak menggunakan material ilegal, khususnya Galian C ilegal, karena bertentangan dengan Undang-undang Minerba.

“Pemerintah selama ini terus sosialisasikan agar setiap proyek pembangunan menggunakan material Galian C resmi bukan material tambang ilegal. Dan Ini juga berlaku bagi proyek di pemerintahan, BUMN dan rekanan maupun kontraktor dalam kegiatan pembangunan, di lingkungan PTPN III (Persero),” tegasnya.

“Jelas sudah diatur, bahwa dapat dipidana setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan dan barang ilegal lainnya. Bagi yang melanggar, maka bisa pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” imbuhnya.

Menurut dia, PTPN III (Persero) Kebun Bangun melalui manajer, sebagai penanggungjawab, memerintahkan bawahannya menelusuri kualitas dan asul-usul bahan material jenis batu padas tersebut serta mempertanyakan izin tambang pengusahan galian C tersebut.

“Sebab seharusnya sebagai penerima manfaat, penanggungjawab serta pengawas proyek perawatan jalan di lingkungan kerjanya, manajer harus menghindari hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan sumber di kepolisan setempat, Kamis (11/7/2019).

“Ancamannya tegas, berdasarkan aturan bagi yang menampung membeli, pengangkutan, menjual diancam 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” sebutnya.

Terpisah, manajer tanaman PTPN III (Persero), Kebun Bangun, Ir Syarif Emil, ketika dikonfirmasi metro24jam.com, membenarkan adanya proyek perawatan jalan di lingkungan PTPN III (Persero), Kebun Bangun.

Menurutnya, PTPN III akan mempertanyakan dan akan melakukan pengecekan serta mempertanyakan soal perizinan penyedia material.

“Kalau masalah kontrak itu semua di kantor pusat. Nanti saya tanyakan pak,” jawab Emil melalui telepon selulernya. (age)


KOMENTAR ANDA
Loading...
Berita Terkini Lainnya
Tilapia PT Aquafarm Nusantara Termasuk 6 Besar Produk Ekspor Perikanan Jateng 2019
Metro 24 Jam - Jumat, 22 November 2019 - 10:30 WIB

Tilapia PT Aquafarm Nusantara Termasuk 6 Besar Produk Ekspor Perikanan Jateng 2019

Volume ekspor produk prikanan provinsi Jawa Tengah tahun 2019 terjadi peningkatan. PT Aquafarm Nusantara Semarang merupakan salahsatu pendukung peningkatan produk ...
1 dari 3 Korban Selamat Kapal Tersambar Petir di Nias Selatan Dilaporkan Meninggal Dunia
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 20:52 WIB

1 dari 3 Korban Selamat Kapal Tersambar Petir di Nias Selatan Dilaporkan Meninggal Dunia

Salah seorang awak kapal KM Restu Bundo, yang sebelumnya dilaporkan selamat dilaporkan telah meninggal dunia di Pulau Pini. Informasi yang ...
Kapal Nelayan Disambar Petir di Perairan Nias, 3 ABK Selamat Pakai Jerigen, 4 Masih Dicari
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 19:49 WIB

Kapal Nelayan Disambar Petir di Perairan Nias, 3 ABK Selamat Pakai Jerigen, 4 Masih Dicari

Empat nelayan masih dinyatakan hilang setelah kapal mereka KM Restu Bundo GT5 yang membawa 7 awak termasuk nakhoda, tersambar petir ...
Ayah dan Putrinya Nyaris Terpanggang di Rumah, Katanya Ada Yang Bakar, TKP: Jalan Garu VI
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 19:17 WIB

Ayah dan Putrinya Nyaris Terpanggang di Rumah, Katanya Ada Yang Bakar, TKP: Jalan Garu VI

Sejahtera Eka Putra Ginting alias Putra (48) dan gadis ciliknya Putri Nur Taliyah Ginting (11) nyaris terbakar hidup-hidup di kediaman ...
Dipolisikan Ibunya Karena Curi Sepedamotor dari Rumah, Pemuda Ini dan Penadahnya Gol!
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 18:09 WIB

Dipolisikan Ibunya Karena Curi Sepedamotor dari Rumah, Pemuda Ini dan Penadahnya Gol!

Kesal dengan ulah anaknya, seorang ibu akhirnya memberi pelajaran berharga bagi putranya. Muhammand Waliyuddin dilaporkan ibu kandungnya, Natila Giawa, ke ...
Lompat ke Depan Kereta Api Melintas, Tubuh Pasaaribu Langsung Terbelah Dua
Metro 24 Jam - Kamis, 21 November 2019 - 17:32 WIB

Lompat ke Depan Kereta Api Melintas, Tubuh Pasaaribu Langsung Terbelah Dua

Warga Jalan Baru, Desa Tembung, Kecamatan Percut Tuan, dihebohkan aksi maut seorang pria, Kamis (21/11/2019) sekira jam 10.00 Wib.Seorang warga ...
Loading...

Loading…